Presiden Sebut RI Belum Butuh Bantuan Asing Tangani Gempa Lombok - Kompas.com

Presiden Sebut RI Belum Butuh Bantuan Asing Tangani Gempa Lombok

Kompas.com - 10/08/2018, 18:37 WIB
Sejumlah pengendara sepeda motor melintas dekat bangunan yang sebagian temboknya roboh akibat gempa susulan 6,2 SR di Ampenan, Mataram, NTB, Kamis (9/8). Pada Kamis (9/8/2018) pukul 13:25:32 WITA, gempa susulan dengan magnitudo 6,2 SR kembali mengguncang Lombok yang berpusat di Lombok Utara pada kedalaman 12 km getaran dirasakan di wilayah Lombok Utara,Mataram dan Lombok Tengah. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww/18.AHMAD_SUBAIDI Sejumlah pengendara sepeda motor melintas dekat bangunan yang sebagian temboknya roboh akibat gempa susulan 6,2 SR di Ampenan, Mataram, NTB, Kamis (9/8). Pada Kamis (9/8/2018) pukul 13:25:32 WITA, gempa susulan dengan magnitudo 6,2 SR kembali mengguncang Lombok yang berpusat di Lombok Utara pada kedalaman 12 km getaran dirasakan di wilayah Lombok Utara,Mataram dan Lombok Tengah. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww/18.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menegaskan, Indonesia sangat terbuka terhadap bantuan negara asing untuk korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tapi saat ini, Jokowi merasa sinergi antara kementerian, lembaga dan pemerintah daerah masih mampu menangani dampak gempa bumi.

"Kita terbuka menerima bantuan, karena masyarakat di sana memerlukan. Tapi kita sendiri juga masih mampu mengatasi itu dalam membangun kembali rumah-rumah yang rusak nanti," ujar Jokowi saat dijumpai di Istana Negara, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Baca juga: Korban Tewas Akibat Gempa Lombok dan Bali Bertambah Menjadi 321 Orang

Bantuan bagi korban gempa di NTB, baik dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah hingga masyarakat, hingga saat ini juga masih terus didistribusikan.

Jokowi melanjutkan, dirinya akan mengunjungi NTB pekan depan. Sebelumnya, ia memang direncanakan akan meninjau langsung penanganan pascagempa bumi di NTB, Jumat siang.

Namun, lantaran sejumlah pertimbangan, kunjungannya itu diundur beberapa hari.

"Saya disarankan ke sana hari Minggu, Senin atau Selasa. Kita masih melihat suasana di sana ya, karena hampir setiap hari ada gempa dan bukan gempa kecil. Kemarin (magnitudo) 6,2, ada 6,5," ujar Jokowi.

Kompas TV Pegawai dan awak media keluar bangunan untuk menyelamatkan diri.

 


Komentar
Close Ads X