PSI Dukung Mahfud MD Jadi Cawapres Jokowi

Kompas.com - 15/07/2018, 13:14 WIB
Ketua Umum PSI Grace Natalie (tengah), Ketua II PSI Tsamara Amany (kiri) dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni di Kompleks Istana Presiden Jakarta usai bertemu Presiden Joko Widodo, Kamis (1/3/2018).Fabian Januarius Kuwado Ketua Umum PSI Grace Natalie (tengah), Ketua II PSI Tsamara Amany (kiri) dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni di Kompleks Istana Presiden Jakarta usai bertemu Presiden Joko Widodo, Kamis (1/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai Mahfud MD sebagai sosok yang layak menjadi calon wakil presiden ( cawapres) Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019.

"PSI siap mendukung Mahfud MD sebagai cawapres dari Jokowi," ujar Ketua Umum PSI Grace Natalie dalam konferensi pers, Jakarta, Minggu (15/7/2018).

"Meski memang siapa pun pilihan cawapres dari Jokowi akan tetap kami didukung penuh nantinya," sambung dia.

Baca juga: Nasdem Berharap Cawapres Jokowi Bukan dari Partai Politik

Pernyataan Grace itu disampaikan saat PSI merilis hasil polling online alternatif cawapres Jokowi 2019-2024.

Nama Mahfud MD menjadi yang teratas di polling tersebut.

Mahfud MD dipilih sebanyak 32 persen dari total 71.107 peserta polling.

Baca juga: 2 Faktor Ini Jadi Alasan Belum Pastinya Cawapres Jokowi Maupun Prabowo

Ia unggul dari Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang sama-sama mendapatkan 14 persen.

"Mahfud kami pandang mampu memperkuat Jokowi dari sisi penegakan hukum dan pembenahan regulasi," kata Ketua DPP PSI Tsamara Amany.

Di tempat yang sama, Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni mengatakan, Mahfud merupakan tokoh berpengalaman. Mulai jadi anggota DPR, menteri, hingga Ketua Mahkamah Konstitusi.

Baca juga: Alasan Perindo Gugat UU Pemilu agar JK Bisa Jadi Cawapres Jokowi

"Kami mendukung Mahfud jadi cawapres Jokowi, tetapi tidak mengatakan yang lain kurang bagus untuk Pak Jokowi, seperti Mas Airlangga, Cak Imin, Puan, Romi, dia bagus juga," ucap Toni. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin merupakan satu dari 5 nama calon wakil presiden ( cawapres), pendampingnya untuk Pilpres 2019.

"Sudah ada lima nama di kantong saya, termasuk Cak Imin," kata Jokowi saat meninjau venue di komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (14/7/2018).

Baca juga: Demokrat Tunggu Ada Parpol Kecewa dengan Pilihan Cawapres Jokowi dan Prabowo

Menurut Jokowi, saat ini ada lima nama kandidat calon wakil presiden yang masuk pertimbangan. Lima nama itu merupakan pengerucutan dari 10 nama.

Namun, ia menolak menyebut kelima nama tersebut. Jokowi masih menggodok siapa yang nantinya dari lima nama itu akan mendampinginya bertarung di Pilpres 2019. 



Terkini Lainnya

Direktur Penyidikan Jadi Plt Deputi Penindakan KPK

Direktur Penyidikan Jadi Plt Deputi Penindakan KPK

Nasional
Kata KPK soal Keluhan Tahanan Terkait Pemborgolan hingga Penyitaan Pemanas Makanan

Kata KPK soal Keluhan Tahanan Terkait Pemborgolan hingga Penyitaan Pemanas Makanan

Nasional
Kata Moeldoko soal Bagi-bagi Jabatan di Pemerintahan Jokowi Periode Kedua

Kata Moeldoko soal Bagi-bagi Jabatan di Pemerintahan Jokowi Periode Kedua

Nasional
Menhan Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Kivlan Zen, Ini Kata Polri

Menhan Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Kivlan Zen, Ini Kata Polri

Nasional
Budiman Sudjatmiko: Jokowi Harus Bisa Lahirkan Pemimpin yang Lebih Baik dari Dirinya

Budiman Sudjatmiko: Jokowi Harus Bisa Lahirkan Pemimpin yang Lebih Baik dari Dirinya

Nasional
Jaksa KPK Soroti Disposisi Staf Pribadi Menpora dalam Proposal Dana Hibah KONI

Jaksa KPK Soroti Disposisi Staf Pribadi Menpora dalam Proposal Dana Hibah KONI

Nasional
Politisi PDI-P Sebut Perlu Ada Partai di Luar Pemerintahan

Politisi PDI-P Sebut Perlu Ada Partai di Luar Pemerintahan

Nasional
Mantan Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli Ditarik Kembali ke Polri

Mantan Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli Ditarik Kembali ke Polri

Nasional
Pengacara Sebut Polisi yang Diduga Terlibat Kasus Novel Pernah Halangi OTT KPK

Pengacara Sebut Polisi yang Diduga Terlibat Kasus Novel Pernah Halangi OTT KPK

Nasional
SBY Tengah Siapkan Buku dan Lagu tentang Ani Yudhoyono

SBY Tengah Siapkan Buku dan Lagu tentang Ani Yudhoyono

Nasional
BPN Anggap KPU Terlalu Pede Hanya Hadirkan Satu Ahli di MK

BPN Anggap KPU Terlalu Pede Hanya Hadirkan Satu Ahli di MK

Nasional
Ahli KPU yang Tak Hadir pada Sidang di MK Jelaskan soal BUMN dan Anak Perusahaan BUMN

Ahli KPU yang Tak Hadir pada Sidang di MK Jelaskan soal BUMN dan Anak Perusahaan BUMN

Nasional
Moeldoko Klarifikasi soal Materi Pelatihan TKN 'Kecurangan Bagian dari Demokrasi'

Moeldoko Klarifikasi soal Materi Pelatihan TKN "Kecurangan Bagian dari Demokrasi"

Nasional
KPK Sebut Pemeriksaan Novel Hanya Pengulangan, Tak Ada Hal Baru

KPK Sebut Pemeriksaan Novel Hanya Pengulangan, Tak Ada Hal Baru

Nasional
KPU Pertanyakan Keaslian Amplop yang Dibawa Saksi 02

KPU Pertanyakan Keaslian Amplop yang Dibawa Saksi 02

Nasional

Close Ads X