Penjelasan Denny JA soal Lonjakan Suara Sudrajat-Syaikhu dan Sudirman-Ida

Kompas.com - 02/07/2018, 08:30 WIB
Pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaikhu dalam debat publik Pilgub Jabar terakhir, Jumat (22/6/2018). KOMPAS.com/Dendi RamdhaniPasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Barat, Sudrajat-Ahmad Syaikhu dalam debat publik Pilgub Jabar terakhir, Jumat (22/6/2018).
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia Denny JA angkat bicara soal melonjaknya suara pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat dan Sudirman Said-Ida Fauziah dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah.

Dalam survei terakhir berbagai lembaga, termasuk LSI Denny JA, pasangan Sudrajat-Syaikhu hanya sekitar 8 persen. Semenetara dari data hitung cepat, perolehan suara pasangan yang diusung Partai Gerindra, PKS, dan PAN ini melonjak menjadi 28 persen.

Begitu juga dengan Sudirman-Ida dalam survei terakhir diprediksi hanya memperoleh 13 suara. Namun, suara pasangan yang diusung Partai Gerindra, PKS, PKB, dan PAN ini naik hingga menjadi 42 persen berdasarkan hasil hitung cepat.

Namun, Denny membantah anggapan adanya konspirasi lembaga survei yang sengaja membuat suara dua pasangan itu lebih kecil dari fakta yang sebenarnya.

"Tak ada konspirasi aneka lembaga survei itu untuk mengatur bersama berapa persentase masing masing kandidat dalam survei. Aneka lembaga survei itu bekerja secara independen," kata Denny JA dalam keterangan tertulis, Minggu (1/7/2018).

Baca juga: Meljitnya Suara Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Pilkada Jabar Tidak Mengejutkan

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?

Denny menjelaskan, hasil survei sebenarnya hanyalah potret dukungan saat survei dilakukan saja. Hasil survei itu bukan prediksi apa yang akan terjadi beberapa hari kemudian di hari pencoblosan.

Namun, umumnya hasil survei paling akhir itu juga dijadikan prediksi hasil pemilu.

Denny mengatakan, untuk 80-90 persen kasus, jika survei itu dilakukan dengan benar dan hanya beberapa hari sebelum pencoblosan, sangat jarang terjadi perubahan signifikan di atas margin of error.

Namun, untuk pilkada di Jabar dan Jateng kali ini, memang terjadi lonjakan suara signifikan terhadap salah satu pasangan calon. Menurut Denny, hal itu terjadi karena kombinasi beberapa variabel ini.

Pertama, seminggu terakhir sebelum hari pencoblosan terjadi mobilisasi dukungan yang efektif untuk Sudrajat-Syaikhu di Jabar dan Sudirman-Ida di Jateng.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X