Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Ini Titik-titik Rawan Macet Saat Arus Mudik

Kompas.com - 12/06/2018, 01:31 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi memaparkan sejumlah titik rawan macet selama arus mudik hari raya Idul Fitri.

Menurut Budi, titik rawan macet hanya terjadi di beberapa tempat di Pulau Jawa.

"Dari mulai Jakarta-Cikampek, tapi tidak sporadis. Kadang macet, kadang tidak," kata Budi di Posko Nasional Angkutan Mudik Lebaran di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (11/6/2018).

Baca juga: Ini Instruksi Kapolri Antisipasi 4 Titik Kemacetan di Jateng

Selain itu, imbuh Budi, kemacetan juga diidentifikasi rawan terjadi di beberapa area rehat atau rest area. Selain itu, kemacetan juga rawan terjadi di kawasan Nagrek.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi SetiyadiKOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi

Namun demikian, menurut Budi, kawasan tersebut sudah lama menjadi daerah rawan macet pada saat arus mudik Lebaran.

"Jadi begitu orang dari Bandung, kalau mau ke arah Tasikmalaya lewat kiri dan pertigaan Nagrek itu ada belok kanan dan saat mendekati pertigaan Nagrek itu agak crowded (padat)," sebut Budi.

Baca juga: Ini 10 Titik Rawan Kemacetan Arus Mudik dan Balik

Kemacetan tersebut kerap disebabkan pula pertigaan yang mengarah ke Garut dan Tasikmalaya. Budi mengingatkan, kemacetan di area tersebut bisa panjang.

Kemudian, kemacetan juga rawan terjadi di area Pasar Limbangan. Salah satu penyebabnya adalah banyaknya dokar.

Namun demikian, permasalahan terkait dokar sudah ditangani oleh Polda dan bupati. Menurut Budi, berdasarkan informasi dari Kapolda Jawa Barat, sudah diberikan insentif agar dokar tidak beroperasi selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

"Keterangan dari Kapolda kemarin dokar sudah dikasih subsidi oleh bupati untuk tidak jalan, selama lebaran," ujar Budi.

Baca juga: Cara Dishub Kabupaten Bandung Urai Kemacetan di Jalur Nagreg

Berikutnya, tanjakan di Kali Kenteng. Terkait hal ini, Budi mengaku pihaknya sudah berdiskusi dengan Ditlantas Polda Jawa Tengah untuk dilakukan pengaturan lalu lintas di area tersebut.

"Penanganannya begitu turun dari Tingkir, Salatiga, kendaraan diatur oleh polisi dan naik satu per satu sehingga tidak susul-menyusul," terang Budi.

Kemudian, diberlakukan pula aturan bahwa kendaraan hanya boleh melintas di kawasan tersebut hingga pukul 17.00. Pada malam hari, kendaraan tidak disarankan melewati kawasan itu.

Kompas TV Jelang Hari Raya Idul Fitri, Wakapolri Komjen Syafrudin meninjau Stasiun Gambir.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Dalam Sidang MK, KPU Ungkap Kontak Senjata TNI-OPM Jelang Hitung Suara, Satu Warga Sipil Tewas

Dalam Sidang MK, KPU Ungkap Kontak Senjata TNI-OPM Jelang Hitung Suara, Satu Warga Sipil Tewas

Nasional
Sinyal Kuat Eko Patrio Bakal Jadi Menteri Prabowo

Sinyal Kuat Eko Patrio Bakal Jadi Menteri Prabowo

Nasional
Yakin Presidential Club Sudah Didengar Megawati, Gerindra: PDI-P Tidak Keberatan

Yakin Presidential Club Sudah Didengar Megawati, Gerindra: PDI-P Tidak Keberatan

Nasional
Taruna STIP Meninggal Dianiaya Senior, Menhub: Kami Sudah Lakukan Upaya Penegakan Hukum

Taruna STIP Meninggal Dianiaya Senior, Menhub: Kami Sudah Lakukan Upaya Penegakan Hukum

Nasional
Gejala Korupsisme Masyarakat

Gejala Korupsisme Masyarakat

Nasional
KPU Tak Bawa Bukti Noken pada Sidang Sengketa Pileg, MK: Masak Tidak Bisa?

KPU Tak Bawa Bukti Noken pada Sidang Sengketa Pileg, MK: Masak Tidak Bisa?

Nasional
PDI-P Mundur Jadi Pihak Terkait Perkara Pileg yang Diajukan PPP di Sumatera Barat

PDI-P Mundur Jadi Pihak Terkait Perkara Pileg yang Diajukan PPP di Sumatera Barat

Nasional
Distribusikan Bantuan Korban Longsor di Luwu Sulsel, TNI AU Kerahkan Helikopter Caracal dan Kopasgat

Distribusikan Bantuan Korban Longsor di Luwu Sulsel, TNI AU Kerahkan Helikopter Caracal dan Kopasgat

Nasional
Hakim MK Cecar Bawaslu Terkait Kemiripan Tanda Tangan Pemilih

Hakim MK Cecar Bawaslu Terkait Kemiripan Tanda Tangan Pemilih

Nasional
Waketum Gerindra Nilai Eko Patrio Pantas Jadi Menteri Prabowo-Gibran

Waketum Gerindra Nilai Eko Patrio Pantas Jadi Menteri Prabowo-Gibran

Nasional
MKD Temukan 3 Kasus Pelat Nomor Dinas DPR Palsu, Akan Koordinasi dengan Polri

MKD Temukan 3 Kasus Pelat Nomor Dinas DPR Palsu, Akan Koordinasi dengan Polri

Nasional
Paradoks Sejarah Bengkulu

Paradoks Sejarah Bengkulu

Nasional
Menteri PPN: Hak Milik atas Tanah di IKN Diperbolehkan

Menteri PPN: Hak Milik atas Tanah di IKN Diperbolehkan

Nasional
Menkes: Indonesia Kekurangan 29.000 Dokter Spesialis, Per Tahun Cuma Produksi 2.700

Menkes: Indonesia Kekurangan 29.000 Dokter Spesialis, Per Tahun Cuma Produksi 2.700

Nasional
Kepala Bappenas: Progres Pembangunan IKN Tahap 1 Capai 80,82 Persen

Kepala Bappenas: Progres Pembangunan IKN Tahap 1 Capai 80,82 Persen

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com