Bawaslu Masih Cari Aturan yang Dilanggar "Asyik" saat Debat Pilkada Jabar - Kompas.com

Bawaslu Masih Cari Aturan yang Dilanggar "Asyik" saat Debat Pilkada Jabar

Kompas.com - 17/05/2018, 15:17 WIB
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3 Sudrajat dan Ahmad Syaikhu membawa kaus bertuliskan 2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden. Aksi ini membuat situasi debat publik kedua Pilgub Jabar di Balairung Universitas Indonesia Depok, semakin panas, Senin (14/5/2018).Dok YouTube Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3 Sudrajat dan Ahmad Syaikhu membawa kaus bertuliskan 2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden. Aksi ini membuat situasi debat publik kedua Pilgub Jabar di Balairung Universitas Indonesia Depok, semakin panas, Senin (14/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) masih mencari aturan yang dilanggar oleh pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dalam debat pemilihan gubernur Jawa Barat, di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin (14/5/2018).

"Masih dikaji dulu nanti, kesimpulan melanggar apa," kata kata Ketua Bawaslu Abhan di Kantor Bawaslu, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Baca juga: Bawaslu Pertanyakan Sudrajat-Syaikhu Bawa Kaos 2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden

Ia menargetkan, kajian bisa selesai dalam waktu dekat dan Bawaslu bisa segera mengambil keputusan. 

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, pihaknya mencium adanya dugaan pelanggaran dari aksi pasangan "Asyik" yang menimbulkan kericuhan di bangku penonton tersebut.

Oleh karena itu lah, Bawaslu Jabar langsung memanggil Sudrajat-Syaikhu setelah kejadian.

Baca juga: Bawa Kaus 2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden, Asyik Dituntut Minta Maaf

"Sudah diklarifikasi di Jabar. Langsung hari kejadian malam, hari berikutnya langsung dipanggil," ucapnya.

Dalam acara itu, Ahmad Syaikhu saat sesi debat menjanjikan, pada 2019 Indonesia akan ganti Presiden apabila pasangan "Asyik" menang di Pilkada Jawa Barat.

Ahmad Syaikhu juga membentangkan kaos yang bertuliskan "2018 Asyik Menang, 2019 Ganti Presiden".


Terkini Lainnya

Ini Daftar Rusunawa Siap Huni, Salah Satunya Rusun KS Tubun

Ini Daftar Rusunawa Siap Huni, Salah Satunya Rusun KS Tubun

Megapolitan
5 Fakta Baru Bencana Sulteng, Instruksi Jokowi hingga Anak Korban Perkosaan di Pengungsian

5 Fakta Baru Bencana Sulteng, Instruksi Jokowi hingga Anak Korban Perkosaan di Pengungsian

Regional
Usai Bercinta dengan Istri Tetangga, Kakek Ini Diserang Orang Tak Dikenal

Usai Bercinta dengan Istri Tetangga, Kakek Ini Diserang Orang Tak Dikenal

Regional
Anak Korban Bencana Sulteng Diperkosa, Wali Kota Makassar Data Ulang Pengungsi

Anak Korban Bencana Sulteng Diperkosa, Wali Kota Makassar Data Ulang Pengungsi

Regional
Bawaslu Selidiki Dugaan Pelanggaran Iklan Kampanye Jokowi-Ma'ruf di Surat Kabar

Bawaslu Selidiki Dugaan Pelanggaran Iklan Kampanye Jokowi-Ma'ruf di Surat Kabar

Nasional
Banyak Kepala Daerah Terjerat Korupsi, KPK Bentuk 9 Korwil untuk 34 Provinsi

Banyak Kepala Daerah Terjerat Korupsi, KPK Bentuk 9 Korwil untuk 34 Provinsi

Regional
Relawan Desa Siap Sumbangkan 7,4 Juta Suara untuk Jokowi-Ma'ruf Amin

Relawan Desa Siap Sumbangkan 7,4 Juta Suara untuk Jokowi-Ma'ruf Amin

Regional
BPTJ Jelaskan 3 Dampak Positif Perluasan Ganjil-Genap Jakarta

BPTJ Jelaskan 3 Dampak Positif Perluasan Ganjil-Genap Jakarta

Megapolitan
Warga yang Masuk Daftar Tunggu Rusun Sejak 5 Tahun Lalu Diminta Daftar Ulang

Warga yang Masuk Daftar Tunggu Rusun Sejak 5 Tahun Lalu Diminta Daftar Ulang

Megapolitan
Cemburu, Supir Angkot Aniaya Selingkuhan hingga Babak Belur

Cemburu, Supir Angkot Aniaya Selingkuhan hingga Babak Belur

Regional
KPK Geledah Rumah Bupati Bekasi dan Kantor Dinas Perizinan

KPK Geledah Rumah Bupati Bekasi dan Kantor Dinas Perizinan

Nasional
Bupati Buton Selatan Didakwa Terima Suap Rp 578 Juta

Bupati Buton Selatan Didakwa Terima Suap Rp 578 Juta

Nasional
Gadis Difabel Diperkosa Sebulan Lalu, Pelaku hingga Kini Masih Bebas

Gadis Difabel Diperkosa Sebulan Lalu, Pelaku hingga Kini Masih Bebas

Regional
Harga BBM Melonjak, Nelayan di Palembang Beralih Gunakan Gas

Harga BBM Melonjak, Nelayan di Palembang Beralih Gunakan Gas

Regional
Korea Selatan Tolak Pengajuan Status Pengungsi 400 Warga Yaman

Korea Selatan Tolak Pengajuan Status Pengungsi 400 Warga Yaman

Internasional
Close Ads X