Gerindra Siapkan Sanksi untuk Kader Tak Setuju Pencapresan Prabowo - Kompas.com

Gerindra Siapkan Sanksi untuk Kader Tak Setuju Pencapresan Prabowo

Kompas.com - 16/04/2018, 17:47 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/4/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan, partainya akan memberikan sanksi kepada kader yang tidak sepakat dengan pencalonan presiden Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Kalau ada yang berbeda pendapat tentang pencalonan Pak Prabowo saya kira pada saatnya akan mendapatkan sanksi. Dan itu tidak ada (yang berbeda pendapat) sampai saat ini," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Namun, Fadli enggan membeberkan lebih lanjut bentuk sanksi yang dimaksud. Ia menyatakan hal itu akan dipikirkan nanti.

Fadli pun menegaskan bahwa pencalonan Prabowo sebagai presiden pada Pilpres 2019 sudah final dan mengikat.

(Baca juga: Hidayat Nur Wahid Anggap Prabowo Belum Tentu Maju sebagai Capres)

Menurut dia, isu Prabowo tak akan maju sebagai capres seolah sengaja dimunculkan. Ia lantas meminta pihak lain agar tak memunculkan isu seolah Prabowo tak akan maju.

Fadli justru menanyakan kepastian Jokowi untuk maju sebagai capres. Menurut dia, hal itu juga belum pasti, karena hingga sekarang Jokowi belum menemukan calon wakil presiden sebagai pendampingnya.

"Kalau Pak Prabowo sebagai capres itu sudah final. Jangan diolah-olah seolah Pak Prabowo masih akan menentukan. Enggak ada itu, enggak ada interpretasi lain. Tapi dari Gerindra sudah itu (final)," kata dia.

(Baca juga: Soal Duet Jokowi-Prabowo, Idrus Marham Bilang "Gerindra Kan Sudah Deklarasi...")

Kompas TV Prabowo akhirnya mendeklarasikan diri sebagai Capres 2019 dari Partai Gerindra.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X