Soal Duet Jokowi-Prabowo, Idrus Marham Bilang "Gerindra Kan Sudah Deklarasi..." - Kompas.com

Soal Duet Jokowi-Prabowo, Idrus Marham Bilang "Gerindra Kan Sudah Deklarasi..."

Kompas.com - 16/04/2018, 15:18 WIB
Menteri Sosial Idrus MarhamKOMPAS.com/Ihsanuddin Menteri Sosial Idrus Marham

JAKARTA, KOMPAS.com - Politikus Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, duet Joko Widodo dan Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden 2019, terbuka lebar. Namun, ada kejanggalan jika Jokowi benar-benar menggandeng Ketua Umum Partai Gerindra itu di Pilpres 2019.

"Memang semua kemungkinan masih bisa terjadi. Tapi kalau dilihat dari perkembangan terakhir ya, Gerindra kan sudah mendeklarasikan (Prabowo sebagai calon presiden), sudah meminta," ujar Idrus saat dijumpai di Istana Presiden, Senin (16/4/2018).

"Masak kita berharap (Prabowo jadi cawapresnya Jokowi), misalkan. Dia sudah mendeklarasikan," lanjut dia.

(Baca juga : Survei Median: Elektabilitas Tertinggi, Posisi Jokowi Belum Aman)

 

Namun demikian, Idrus sekali lagi mengakui dalam politik, selama 'janur kuning belum melengkung', duet Jokowi-Prabowo masih mungkin terwujud.

Golkar, lanjut Idrus, menyerahkan sepenuhnya cawapres Jokowi kepada Jokowi sendiri.

"Tergantung Pak Jokowi dong. Yang berpasangan kan nantinya Pak Jokowi sendiri. Kami dari Golkar menyerahkan ke Pak Jokowi. Kami yakin juga kami pasti diajak bicara kok, partai-partai pendukung beliau," lanjut Idrus.

Idrus yakin, siapapun yang akan dipilih Jokowi sebagai cawapresnya, pasti itu pilihan terbaik bagi bangsa.

Diberitakan, kabar Jokowi menawarkan posisi cawapres kepada Prabowo, menyeruak di publik.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengeluarkan sejumlah pernyataan yang membenarkan tawaran itu.

(Baca juga: Wacana Jokowi-Prabowo pada Pilpres 2019, Ketum Golkar Enggan Komentar)

Di sela Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP Romi, sapaan Romahurmuziy, pekan lalu, tanpa ditanya membeberkan upaya Jokowi "mendekati" Prabowo sejak November 2017.

Romi mengatakan, Jokowi telah dua kali bertemu Prabowo pada November 2017 untuk menjajaki posisi cawapres.

Menurut Romi, Prabowo mengapresiasi tawaran tersebut. Bahkan, Prabowo merespons positif tawaran tersebut dengan mengirimkan utusannya beberapa waktu lalu untuk menanyakan kepastian kepada Jokowi.

Namun, belum ada persetujuan dari lima ketua umum parpol pengusung Jokowi di Pilpres 2019.

Romi mengaku setuju dengan pilihan Jokowi itu. Sementara itu, ketua umum parpol lainnya belum memberikan kepastian.

(Baca juga: Survei Median: Prabowo Ditinggal Pendukungnya jika Berpasangan dengan Jokowi)

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P Hendrawan Supratikno membenarkan pernyataan Romi.

"Sebab, platform ke depan, persatuan nasional lebih penting dibandingkan dengan siapa yang akan jadi presiden. Itu sebabnya muncul salah satu pandangan seperti itu (memasangkan Jokowi dan Prabowo)," kata Hendrawan kepada Kompas.com, Sabtu (14/4/2018).

Namun, hingga saat ini belum ada keputusan final terkait hal tersebut sehingga segala peluangnya masih terbuka.

Petinggi Gerindra juga membenarkan tawaran Jokowi kepada Prabowo. Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade menilai, Jokowi melakukan hal itu karena takut kalah dari Prabowo.

Ia menegaskan, Prabowo langsung menolak tawaran tersebut. Kesiapan Prabowo menerima mandat sebagai capres dinilai Andre bersifat final dan mengikat.

"Itu kan dongeng Romi saja. Kalau Pak Prabowo mau jadi cawapresnya Jokowi, tentu sudah diterima Pak Prabowo. Tidak mungkin Partai Gerindra deklarasi pencapresan Prabowo 11 April kemarin," kata Andre.

(Baca juga: Survei Median: Elektabilitas Jokowi Naik, Prabowo Turun)

Ia sekaligus membantah bahwa Prabowo pernah mengirimkan utusannya untuk menghadap Jokowi dan menanyakan kelanjutan tawaran tersebut.

Sementara itu, Jokowi menanggapi santai pernyataan Romi soal tawaran cawapres untuk Prabowo.

Dalam sambutannya di peringatan Harlah Ke-45 PPP di UTC, Universitas Negeri Semarang, Sabtu (14/4/2018), Jokowi sembari tertawa meminta Romi bertanggung jawab atas ulahnya.

Kompas TV Prabowo akhirnya mendeklarasikan diri sebagai Capres 2019 dari Partai Gerindra.


Komentar
Close Ads X