Survei Median: Elektabilitas Tertinggi, Posisi Jokowi Belum Aman - Kompas.com

Survei Median: Elektabilitas Tertinggi, Posisi Jokowi Belum Aman

Kompas.com - 16/04/2018, 15:03 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat tahun 2018 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/03/2018) .Partai Demokrat menggelar Rapimnas selama dua hari 10-11 Maret 2018 untuk membahas strategi Pemilu 2018 serta Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat tahun 2018 di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/03/2018) .Partai Demokrat menggelar Rapimnas selama dua hari 10-11 Maret 2018 untuk membahas strategi Pemilu 2018 serta Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com — Mayoritas masyarakat ingin 2019 Indonesia Indonesia memiliki presiden baru. Hal ini terlihat dari survei Media Survei Nasional (Median) 24 Maret-6 April 2018.

Survei awalnya mengukur elektabilitas setiap calon.

Melalui metode semiterbuka, survei bertanya kepada responden, "Jika pemilihan presiden dilakukan saat ini, siapakah yang Anda pilih menjadi Presiden RI?".

Responden disodorkan 45 pilihan nama. Namun, responden juga bisa menyebutkan tokoh pilihannya jika tak ada dalam daftar 45 nama yang disediakan.

Baca juga: Survei Median: Elektabilitas Jokowi Naik, Prabowo Turun

Hasilnya, Jokowi sebagai petahana berada di urutan teratas dengan 36,2 persen.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi penantang terkuatnya dengan meraih 20,4 persen.

Sementara calon lainnya tak ada yang mendapatkan suara di atas 7 persen. Responden yang belum menentukan pilihan juga cukup besar, yakni 14,8 persen.

Direktur Riset Median Sudarto mengatakan, jika dilihat secara kasat mata, elektabilitas Jokowi sebagai petahana memang masih paling tinggi dengan angka 36,2 persen. 

Baca juga : Survei Median: Prabowo Ditinggal Pendukungnya jika Berpasangan dengan Jokowi

Akan tetapi, ia mengingatkan, angka tersebut belum aman.

"Sebab, ada 63,8 persen responden yang belum memilih Jokowi," kata Sudarto saat merilis hasil surveinya di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Jokowi lanjut memimpin atau diganti?

Survei ini juga mengajukan pertanyaan yang berbeda kepada responden: "Apakah pada 2019 nanti sebaiknya Joko Widodo lanjut memimpin lagi menjadi Presiden RI atau sebagainya digantikan dengan tokoh lain?".

Hasilnya, 46,37 persen responden memilih Jokowi diganti tokoh lain pada 2019. Sementara 45,22 persen responden yang ingin Jokowi kembali memimpin.

Sebanyak 8,41 persen responden lainnya tak menjawab.

Baca juga: PPP Anggap Peluang Duet Jokowi-Prabowo Masih Terbuka

Sudarto mengatakan, lebih banyaknya angka responden yang ingin Jokowi diganti karena ada ketidakpuasan, khususnya di bidang ekonomi.

"Sebagian besar kepuasan terhadap kinerja ekonomi Jokowi belum naik sampai April. Ada ketidakpuasan terhadap mahalnya harga listrik, bahan pokok, cari kerja susah," kata Sudarto.

Menurut Sudarto, keunggulan pemerintahan Jokowi di bidang pembangunan infrastruktur juga belum bisa menutupi ketidakpuasan tersebut.

Sebab, banyak infrastruktur yang belum selesai sehingga tidak terlalu berdampak terhadap masyarakat.

Baca juga: Golkar Belum Diajak Bicara oleh Jokowi soal Opsi Gandeng Prabowo

Selain itu, ia menilai, gerakan tagar #2019GantiPresiden juga memengaruhi masyarakat untuk tidak memilih petahana.

"Itu kan sudah jadi gerakan sosial di masyarakat, sampai dicetak dan dijual beli kausnya. Artinya, masyarakat punya sense yang sama dengan gerakan #2019GantiPresiden itu," kata dia.

Populasi survei ini adalah seluruh warga Indonesia yang memiliki hak pilih. Sampelnya sebanyak 1.200 responden.

Margin of error survei ini adalah plus minus 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Artinya, ada peluang angka survei meleset lebih besar atau kecil sampai 2,9 persen.

Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan jender. Sudarto menegaskan, survei dibiayai secara mandiri.

Kompas TV Menurut Qodari, Prabowo menebarkan pesimisme yang pernah menjadi senjata Donald Trump.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Persatuan Ojek Online Akan Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR RI Hari Ini

Persatuan Ojek Online Akan Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR RI Hari Ini

Megapolitan
Lahir Kembar, Anak Sapi di Banyuwangi Ini Bernama Valentine dan Valentino

Lahir Kembar, Anak Sapi di Banyuwangi Ini Bernama Valentine dan Valentino

Regional
Polisi AS Masih Buru Pria Setengah Bugil yang Tembak Mati 4 Orang

Polisi AS Masih Buru Pria Setengah Bugil yang Tembak Mati 4 Orang

Internasional
5 Berita Populer: Cerita Pertemuan Anies dengan Erdogan dan Paduan Suara Indonesia Menang Lagi di Eropa

5 Berita Populer: Cerita Pertemuan Anies dengan Erdogan dan Paduan Suara Indonesia Menang Lagi di Eropa

Internasional
Survei Kompas: Jokowi 55,9 Persen, Prabowo 14,1 Persen

Survei Kompas: Jokowi 55,9 Persen, Prabowo 14,1 Persen

Nasional
Indonesia Kirim Guru ke Korea untuk Pelajari HOTS

Indonesia Kirim Guru ke Korea untuk Pelajari HOTS

Edukasi
Ketiga Terdakwa Akan Diperiksa dalam Sidang First Travel

Ketiga Terdakwa Akan Diperiksa dalam Sidang First Travel

Nasional
Berita Populer: Dampak China Larang Impor Sampah, hingga Manusia Tertua Wafat

Berita Populer: Dampak China Larang Impor Sampah, hingga Manusia Tertua Wafat

Internasional
Pertama Kali di Dunia, Ratusan Napi Gelar Pentas Seni di TIM

Pertama Kali di Dunia, Ratusan Napi Gelar Pentas Seni di TIM

Nasional
Saat Rizal Ramli dan Sandiaga Bahas Pilpres 2019 di Kafe Balai Kota

Saat Rizal Ramli dan Sandiaga Bahas Pilpres 2019 di Kafe Balai Kota

Megapolitan
Dari Ajang Lokal, Handy Hartono Optimistis Batik Karawang Bakal Mendunia

Dari Ajang Lokal, Handy Hartono Optimistis Batik Karawang Bakal Mendunia

Regional
Hujan Diprediksi Guyur Wilayah Jabodetabek Siang hingga Malam Nanti

Hujan Diprediksi Guyur Wilayah Jabodetabek Siang hingga Malam Nanti

Megapolitan
Mien Uno, Perempuan yang Selalu Jadi Inspirasi Sandiaga

Mien Uno, Perempuan yang Selalu Jadi Inspirasi Sandiaga

Megapolitan
Perangi 'Illegal Fishing', Pemprov Gorontalo Bentuk Satgas Gabungan

Perangi "Illegal Fishing", Pemprov Gorontalo Bentuk Satgas Gabungan

Regional
Moeldoko: Generasi Muda Harus Memupuk Rasa Cinta Terhadap Budaya

Moeldoko: Generasi Muda Harus Memupuk Rasa Cinta Terhadap Budaya

Nasional

Close Ads X