Survei Populi: Di Kalangan Pemilih Muslim, Jokowi Ungguli Prabowo - Kompas.com

Survei Populi: Di Kalangan Pemilih Muslim, Jokowi Ungguli Prabowo

Kompas.com - 28/02/2018, 18:45 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo saat bertemu di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (17/11/2016).Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo saat bertemu di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (17/11/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei yang dilakukan Populi Center memperlihatkan bahwa Presiden Joko Widodo unggul atas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kalangan pemilih Muslim, dengan latar belakang organisasi Islam.

Sebaran pemilih Jokowi di kalangan Muhamadiyah diketahui sebesar 56,4 persen, Nahdlatul Ulama (NU) sebesar 66,0 persen, dan Persatuan Islam (Persis) 61,9 persen.

Tak cuma itu, Jokowi juga unggul di kalangan pemilih Muslim yang tidak terikat dengan organisasi Islam mana pun dengan perolehan 57,1 persen.

"Masyarakat Muslim yang masuk organisasi NU adalah pendukung terbesar Jokowi," kata Peneliti Populi Center Hartanto Rosojati saat memaparkan hasil survei lembaganya di kantornya, Jakarta, Rabu (28/2/2018).


(Baca juga: Survei Populi Center: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Turun)

Sedangkan sebaran pemilih Prabowo di kalangan Muhammadiyah hanya 34,6 persen, NU 25,4 persen, dan Persis 28,6 persen. Angka pemilih Prabowo di luar ketiga organisasi Islam itu juga hanya 27,3 persen.

"Dari latar belakang organisasi Islam Prabowo kalah dengan Jokowi. Pendukung terbesar Prabowo datang dari kelompok Muhammadiyah," ucap Hartanto.

Survei Populi Center digelar pada 7-16 Februari lalu dengan melibatkan 1200 responden di 120 desa/kelurahan yang tersebar di 120 kecamatan dan di 34 provinsi se-Indonesia.

Survei menggunakan metode acak bertingkat atau multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,899 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen dan menggunakan pendanaan internal.


Terkini Lainnya

Transaksi Narkoba di Depan Warkop, Pelaku Tempelkan Sabu pada Stiker Caleg

Transaksi Narkoba di Depan Warkop, Pelaku Tempelkan Sabu pada Stiker Caleg

Regional
Kemendagri Sebut Perekaman E-KTP Sudah Mencapai 97,21 Persen

Kemendagri Sebut Perekaman E-KTP Sudah Mencapai 97,21 Persen

Nasional
Kapal Motor Tenggelam di Sungai Kapuas, 1 Tewas dan 12 Hilang

Kapal Motor Tenggelam di Sungai Kapuas, 1 Tewas dan 12 Hilang

Regional
Gelombang di Perairan Talaud Capai 4 Meter, Nelayan Diimbau Hati-hati

Gelombang di Perairan Talaud Capai 4 Meter, Nelayan Diimbau Hati-hati

Regional
Percepat Perekaman E-KTP, Kemendagri Kirim Tim ke 5 Provinsi di Wilayah Timur

Percepat Perekaman E-KTP, Kemendagri Kirim Tim ke 5 Provinsi di Wilayah Timur

Nasional
5 Hari Pasca-operasi Bariatrik, Titi Wati Hanya Diizinkan Minum Susu Khusus

5 Hari Pasca-operasi Bariatrik, Titi Wati Hanya Diizinkan Minum Susu Khusus

Regional
Penjemput Wisatawan Pangandaran Dihadang Orang Tak Dikenal di Stasiun Banjar

Penjemput Wisatawan Pangandaran Dihadang Orang Tak Dikenal di Stasiun Banjar

Regional
Mendikbud: Akan Ada Simulasi Nasional Kebencanaan Secara Serempak

Mendikbud: Akan Ada Simulasi Nasional Kebencanaan Secara Serempak

Edukasi
Dua Biksu Thailand Tewas Ditembak di Kuil oleh Kelompok Bersenjata

Dua Biksu Thailand Tewas Ditembak di Kuil oleh Kelompok Bersenjata

Internasional
Di Depan Santri, Ma'ruf Sebut Dorongan Ulama Membuatnya Maju Jadi Cawapres

Di Depan Santri, Ma'ruf Sebut Dorongan Ulama Membuatnya Maju Jadi Cawapres

Nasional
Apakah Anak Perlu Belajar tentang 'Literasi Keuangan'?

Apakah Anak Perlu Belajar tentang "Literasi Keuangan"?

Edukasi
1.500 Surat Tilang Sudah Dikirim ke Pelanggar ETLE

1.500 Surat Tilang Sudah Dikirim ke Pelanggar ETLE

Megapolitan
Usai Kecelakaan, Pangeran Philip Menyetir Tidak Pakai Sabuk Pengaman

Usai Kecelakaan, Pangeran Philip Menyetir Tidak Pakai Sabuk Pengaman

Internasional
Ini Dia, Daftar Lembaga Beasiswa Belanda dari Dalam dan Luar Negeri

Ini Dia, Daftar Lembaga Beasiswa Belanda dari Dalam dan Luar Negeri

Edukasi
Bujuk PKL Mau Direlokasi, Pengelola Pasar Baru Bekasi Gratiskan Biaya Sewa Kios 6 Bulan

Bujuk PKL Mau Direlokasi, Pengelola Pasar Baru Bekasi Gratiskan Biaya Sewa Kios 6 Bulan

Megapolitan

Close Ads X