Penuntasan Kasus Novel, Komnas HAM Mengaku Tidak Bisa Bantu Banyak

Kompas.com - 22/02/2018, 13:00 WIB
Ketua KPK Agus Rahardjo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menampilkan sketsa pelaku yang diduga penyerang Novel Baswedan, Jumat (24/11/2017) KOMPAS.com/ROBERTUS BELARMINUSKetua KPK Agus Rahardjo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menampilkan sketsa pelaku yang diduga penyerang Novel Baswedan, Jumat (24/11/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Subkomisi Penegakan HAM/Komisioner Pemantauan & Penyelidikan Komnas HAM, Amiruddin, menyambut baik kepulangan penyidik KPK Novel Baswedan ke Indonesia dari Singapura.

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada April 2017. Hingga saat ini, Polri belum menemukan pelaku teror tersebut.

"Selamat kembali ke Indonesia Novel," ujar Amiruddin di kantornya, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Koordinator Subkomisi Penegakan HAM/ Komisioner Pemantauan & Penyelidikan Komnas HAM, Amiruddin ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (22/2/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Koordinator Subkomisi Penegakan HAM/ Komisioner Pemantauan & Penyelidikan Komnas HAM, Amiruddin ketika ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

 

Meski senang, tapi Amiruddin mengaku pihaknya tak bisa berbuat banyak untuk membantu Novel dalam mengungkap siapa dalang di balik penyerangan dirinya.

(Baca juga: Novel Baswedan Akan Kembali Jalani Operasi Mata pada April 2018)

 

"Kami di Komnas HAM memperhatikan perkembangan itu, tapi dalam proses seperti ini tentu kita menghormati langkah-langkah penyidikan yang dilakukan oleh polri," kata dia.

Karenanya, ia hanya bisa mengajak semua pihak menunggu hasil penyidikan yang dilakukan oleh Polri atas kasus tersebut.

"Hasilnya apa ya kita tunggu Polri lah untuk menyampaikannya ke publik seperti apa prosesnya. Karena Komnas HAM tidak bisa mencampuri upaya penyidikannya itu," kata dia.

Termasuk juga kata dia, menunggu upaya proses hukum lebih lanjut yang dilakukan oleh lembaga anti-rasuah.

"Kita menunggu juga animonya KPK seperti apa, sehingga proses pengungkapan peristiwa tindak pidana yang terjadi pada Novel itu bisa diungkap," kata dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X