Jokowi Minta Darmin Evaluasi Proyek Strategis Nasional yang Tak Mungkin Dilaksanakan - Kompas.com

Jokowi Minta Darmin Evaluasi Proyek Strategis Nasional yang Tak Mungkin Dilaksanakan

Kompas.com - 12/02/2018, 17:13 WIB
Presiden Joko Widodo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Senin (12/2/2018).Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara Jakarta, Senin (12/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution untuk mengevaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka rapat kabinet paripurna dengan tema 'Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2019' di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/2/2018).

"Saya minta Menko Perekonomian mengevaluasi lagi program proyek yang bisa betul-betul dieksekusi, mana yang tidak mungkin untuk dilaksanakan, ini harus diputuskan cepat," kata Jokowi.

Sejak 2015 pemerintah menetapkan ada 245 proyek yang masuk sebagai proyek strategis nasional. Seluruh PSN tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan PSN

Seiring berjalannya waktu, pemerintah melakukan revisi Perpres Nomor 3 Tahun 2016 menjadi Perpres Nomor 58 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Dalam Perpres yang baru, ada 245 proyek ditambah dua program dengan estimasi total nilai investasi Rp 4.197 triliun.

Baca juga : Jokowi Instruksikan Menteri Rancang Program Pembangunan SDM

Jokowi meminta agar program prioritas dan proyek strategis nasional yang belum selesai di 2017 agar segera dirampungkan dan dituntaskan.

"Dan program proyek strategis yang direncanakan dan mulai dikerjakan di 2018 betul-betul dipastikan eksekusinya di lapangan," kata Jokowi.

Ditemui usai rapat kabinet, Darmin tak membantah ada sejumlah proyek strategis nasional yang kemungkinan tak bisa dilaksanakan. Namun, ia belum mau menyebutkan proyek apa saja karena saat ini masih dalam tahap evaluasi.

"Orang proyek strategis nasional itu banyak, jadi nanti kita buat kriteria dulu segala macem. Kalau enggak ada kriteria nanti ribut," kata dia.

Kompas TV Infrastruktur tetap menjadi proyek andalan untuk mendongkrak kinerja Adhi Karya.


Komentar

Close Ads X