Jokowi: Tidak Ada Tempat bagi Mereka yang Intoleran di Indonesia - Kompas.com

Jokowi: Tidak Ada Tempat bagi Mereka yang Intoleran di Indonesia

Kompas.com - 12/02/2018, 12:27 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) menyapa para praktisi di bidang kopi dalam acara Ngopi Sore Bersama Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/10). Dalam acara tersebut, presiden berdialog dengan sejumlah pelaku di bidang kopi, dari petani, barista, pemilik kafe, hingga produsen mesin penyangrai kopi untuk mengetahui seluk beluk kopi di Indonesia untuk menambah nilai jual kopi lokal. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/ama/17.ANTARA FOTO/ROSA PANGGABEAN Presiden Joko Widodo (kiri) menyapa para praktisi di bidang kopi dalam acara Ngopi Sore Bersama Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/10). Dalam acara tersebut, presiden berdialog dengan sejumlah pelaku di bidang kopi, dari petani, barista, pemilik kafe, hingga produsen mesin penyangrai kopi untuk mengetahui seluk beluk kopi di Indonesia untuk menambah nilai jual kopi lokal. ANTARA FOTO/Rosa Panggabean/ama/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menegaskan, tidak ada tempat bagi kelompok intoleran di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan terkait beberapa peristiwa penyerangan umat dan pemuka agama yang tengah beribadah di beberapa daerah di Indonesia, akhir-akhir ini.

"Tidak ada tempat bagi mereka yang tidak mampu bertoleransi di negara kita, Indonesia. Apalagi dengan cara-cara kekerasan. Berujar saja tidak, apalagi dengan kekerasan," ujar Jokowi saat dijumpai wartawan di Kementerian Luar Negeri Jakarta, Senin (12/2/2018).

Jokowi menegaskan, konstitusi di Indonesia menjamin kebebasan setiap warga negara dalam memeluk agama dan keyakinan.

(baca: Menag: Penyerangan Pemuka Agama Tidak Dibenarkan dengan Alasan Apapun)

Oleh sebab itu, negara tidak akan memberikan tempat atau mendukung kelompok atau orang yang mengembangkan dan menyebarkan praktik intoleransi di Indonesia.

"Masyarakat kita ini sudah puluhan tahun hidup bersama dengan pemeluk keyakinan yang beragam dan berbeda-beda," ujar Jokowi.

Presiden Jokowi mengaku sudah menginstruksikan Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk melakukan penegakkan hukum terhadap orang atau kelompok yang melakukan tindakan intoleransi.

"Sudah saya perintahkan agar aparat tindak tegas dan negara menjamin penegakkan konstitusi secara konsisten," ujar Jokowi.

(baca: Cerita Suami Istri Muslim Ikut Bersih-bersih Gereja Santa Lidwina Bedog)

Sejumlah kekerasan terhadap pemuka agama terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Pimpinan Pesantren Al Hidayah KH Umar Bisri bin Sukrowi di Cicalengka, Bandung, diserang. Saat tengah berzikir, seorang pria masuk masjid dan langsung menganiaya Umar Bisri, Sabtu (27/1/2018).

Pada Minggu (11/2/2018), orang tak dikenal menyerang Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta saat misa dilaksanakan.

Umat yang sedang menghadiri misa terluka, begitu pula dengan Pastor Karl-Edmund Prier SJ, biasa dipanggil Romo Prier, yang sedang memimpin misa.


Komentar

Close Ads X