Jokowi: Kesejahteraan Guru Harus Disesuaikan Kemampuan Negara

Kompas.com - 02/12/2017, 12:53 WIB
Presiden Joko Widodo usai meresmikan Lapangan Hoki di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (2/12/2017). Arimbi RamadhianiPresiden Joko Widodo usai meresmikan Lapangan Hoki di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (2/12/2017).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menegaskan komitmennya untuk mendorong sertifikasi guru dan tunjangan profesi guru. Namun, Jokowi menegaskan bahwa kesejahteraan guru juga harus diimbangi dengan keuangan negara.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam peringatan hari ulang tahun Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) ke-72 dan Hari Guru Nasional 2017 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi (2/12/2017).

"Saya percaya peningkatan mutu guru harus dibarengi dengan kebaikan kesejahteraan yang tentu harus disesuaikan dengan kemampuan negara," kata Jokowi.

Oleh karena itu, meminta persoalan seritfikasi dapat dilaksanakan dengan baik. Tunjangan profesi bagi guru yang telah disertifikasi dibayarkan tepat waktu dan tepat jumlah.


Baca juga: Bungkukkan Badan, Jokowi Beri Hormat ke Puluhan Ribu Guru

"Awas, Hati hati, saya kalau sudah sampaikan seperti ini akan saya ikuti, akan saya cek dan akan saya kontrol," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi menegaskan, ia tak ingin mendengar berbagai keluhan proses pencairan dan keterlambatan tunjangan profesi.

Padahal, negara telah mengalokasikan anggarannya dengan baik.

"Ini komitmen saya sebagai bentuk penghargaan saya kepada guru. Kerjasama dan koordinasi aparat pusat dan daerah harus semakin kita tingkatkan," kata Jokowi.

Adapun hal ini disampaikan Jokowi menanggapi aspirasi yang dikemukakam Ketua Umum PGRI Unifah Rasyidi di acara yang sama. Sebelum Jokowi bicara di podium, Unifah menyampaikan bahwa PGRI mengapresiasi Jokowi yang selalu menyampaikan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan guru melalui tunjangan profesi. Namun ia memohon agar apa yang disampaikan Presiden menjadi kenyataan.

"Kiranya dalam prakteknya administrasi tata kelola guru dapat disederhanakan dalam kenaikan tunjangan profesi, kenaikan pangkat, sertifikasi dan lain-lain," kata dia.

Unifah meyakini, dengan disederhanakannya administrasi tata kelola guru, maka para guru bisa memiliki waktu yang cukup untuk melakukan proses pembelajaran secara berkualitas. Efeknya akan berdampak positif kepada anak didik.

"Kami harap tunjangan profesi tepat waktu dan tepat jumlah," kata Unifah.

Selain Jokowi, hadir dalam acara ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Hadir juga perwakilan guru dari seluruh daerah di Indonesia.

Kompas TV Simak dialognya dengan Menteri Perindustrian yang juga calon kuat Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X