Terima Kasih Pak Setnov

Kompas.com - 17/11/2017, 11:09 WIB
Tiang yang ditabrak mobil yang diduga ditumpangi Ketua DPR RI Setya Novanto, Kamis (16/11/2017). KOMPAS.com/David Oliver PurbaTiang yang ditabrak mobil yang diduga ditumpangi Ketua DPR RI Setya Novanto, Kamis (16/11/2017).
EditorJodhi Yudono


Saya terbiasa memandang apapun dari sudut yang lain. Karena memang demikianlah tugas seorang pengamat, dia harus mengambil jalan lain dari jalan yang diambil orang kebanyakan.

Dengan demikian, karyanya menjadi khas dan unik, lain dari yang lain, serta menjadi cakrawala baru bagi pembacanya.

Demikian pula saat kebanyakan orang mentertawakan tabrakan tunggal Setya Novanto (Setnov) sebagai dagelan terparah dari semua cerita lucu yang dipertontonkan oleh ketua DPR RI itu selama ini, saya memandang sebaliknya.

Saya memandang dari sudut lain peristiwa kecelakaan tunggal yang kata pengacara Setnov, Fredrich Yunadi, menyebut kliennya mungkin gegar otak dan telah mengakibatkan muka Setnov benjol segede bakpao.

Ya, saya justru memandang di sebalik pandangan kebanyakan orang. Sebab, di balik kecelakaan itu, menurut saya...sekali lagi..menurut saya, terkandung keagungan dan keluhuran budi Pak Setnov.

Saya melihat keikhlasan Setnov menjadi korban cemoohan nyaris seluruh masyarakat Indonesia demi persatuan dan kesatuan bangsa.

Maka lihatlah, dengan segala kecerobohannya dia mau menjalani skenario buruk yang sangat mudah terbaca kejanggalan-kejanggalannya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mulai dari keisengan nabrak tiang listrik, sementara kejadian berlangsung pada pukul 19.00 WIB, saat sedang ramai-ramainya orang pulang kantor dan pasti macet cet di kawasan Permata Hijau yang lokasinya tak seberapa jauh dari kantor saya; sampai pernyatan sang pengacara yang tak sesuai dengan fakta.

Maka hasilnya, bangsa yang semula terpecah menjadi dua semenjak Pilpres dan dilanjutkan Pilkada DKI, sekarang dipersatukan kembali oleh Setnov melalui tabrakan tunggal yang mengakibatkan mobil yang ditumpangi Setnov hancur cur! (Kata pengacara Setnov), kaca mobil lepas, Setnov berdarah-darah dan benjolan sebesar bakpao menclok di wajah Ketua Umum Partai Golkar itu.

Maka simaklah status kawan-kawan saya yang semula berseberangan, kini bersatu padu dalam kebencian sekaligus kegembiraan yang sama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

Lonjakan Kasus Covid-19, Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Protokol Kesehatan

Nasional
Pertimbangan Hakim dalam Putusan Banding Pinangki Dinilai Tidak Adil

Pertimbangan Hakim dalam Putusan Banding Pinangki Dinilai Tidak Adil

Nasional
Ngabalin Anggap Pegawai KPK Bisa Lapor ke Polisi soal Polemik TWK

Ngabalin Anggap Pegawai KPK Bisa Lapor ke Polisi soal Polemik TWK

Nasional
Percepat Vaksinasi, Pemkot Semarang akan Tambah 4 Sentra Vaksinasi

Percepat Vaksinasi, Pemkot Semarang akan Tambah 4 Sentra Vaksinasi

Nasional
Pemangkasan Hukuman Pinangki Dinilai Kurangi Efek Jera bagi Koruptor

Pemangkasan Hukuman Pinangki Dinilai Kurangi Efek Jera bagi Koruptor

Nasional
500.000 Dosis Vaksin Sinopharm Hibah dari Uni Emirat Arab Digunakan untuk Program Vaksinasi Pemerintah

500.000 Dosis Vaksin Sinopharm Hibah dari Uni Emirat Arab Digunakan untuk Program Vaksinasi Pemerintah

Nasional
Pusako: Hukuman Jaksa Pinangki Semestinya Diperberat, Bukan Dipangkas

Pusako: Hukuman Jaksa Pinangki Semestinya Diperberat, Bukan Dipangkas

Nasional
Puncak Lonjakan Covid-19 Diprediksi Juni, Apa yang Harus Dilakukan?

Puncak Lonjakan Covid-19 Diprediksi Juni, Apa yang Harus Dilakukan?

Nasional
Pimpinan Komisi I DPR: Kami Tunggu Pemerintah Kirim Draf Revisi UU ITE

Pimpinan Komisi I DPR: Kami Tunggu Pemerintah Kirim Draf Revisi UU ITE

Nasional
Dukung 3 Program Prioritas Menteri KKP, BRSDM Luncurkan Buku 'Kampung Perikanan Budi Daya'

Dukung 3 Program Prioritas Menteri KKP, BRSDM Luncurkan Buku "Kampung Perikanan Budi Daya"

Nasional
PPKM Mikro Diperpanjang, Kemendagri Ingatkan Puskesmas Punya Peran Sentral

PPKM Mikro Diperpanjang, Kemendagri Ingatkan Puskesmas Punya Peran Sentral

Nasional
Pengurangan Hukuman Pinangki Dinilai Jadi Pintu Masuk Meringankan Vonis Djoko Tjandra

Pengurangan Hukuman Pinangki Dinilai Jadi Pintu Masuk Meringankan Vonis Djoko Tjandra

Nasional
KPK Upayakan Penuhi Keinginan Pegawai yang MInta Salinan Hasil TWK

KPK Upayakan Penuhi Keinginan Pegawai yang MInta Salinan Hasil TWK

Nasional
BIN: 85 Persen Generasi Milenial Rentan Terpapar Radikalisme

BIN: 85 Persen Generasi Milenial Rentan Terpapar Radikalisme

Nasional
Ada PPKM, Nadiem Sebut Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Kemungkinan Ditunda

Ada PPKM, Nadiem Sebut Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Kemungkinan Ditunda

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X