Hanya Ada Satu Penawar, Rumah Lutfi Hasan Ishaaq Terjual Rp 2,9 Miliar

Kompas.com - 13/10/2017, 19:19 WIB
Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengunjungi rumah milik terpidana kasus korupsi impor daging sapi, Luthfi Hasan Ishaaq, yang disita KPK di Perumahan Rumah Bagus Residence Blok B1, Jalan Kebagusan Dalam I, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (10/10). Sebagai pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dalam perkara Luthfi Hasan Ishaaq, Jaksa eksekusi selaku pejabat penjual akan melakukan pelelangan barang rampasan berupa rumah milik LHI dengan luas tanah lebih kurang 441 m2 dengan harga limit Rp 2.965.171.000 yang akan dilelang pada Jumat (30/10/2017) di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPNKL) Jakarta III. ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSOPetugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengunjungi rumah milik terpidana kasus korupsi impor daging sapi, Luthfi Hasan Ishaaq, yang disita KPK di Perumahan Rumah Bagus Residence Blok B1, Jalan Kebagusan Dalam I, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (10/10). Sebagai pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dalam perkara Luthfi Hasan Ishaaq, Jaksa eksekusi selaku pejabat penjual akan melakukan pelelangan barang rampasan berupa rumah milik LHI dengan luas tanah lebih kurang 441 m2 dengan harga limit Rp 2.965.171.000 yang akan dilelang pada Jumat (30/10/2017) di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPNKL) Jakarta III.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Rumah mewah milik mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, di Kebagusan, Jakarta Selatan, telah laku dilelang dan terjual.

Proses lelang digelar di Kantor Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III, Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun Nomor 10 Jakarta Pusat, Jumat (13/10/2017).

Sebelum pelelangan, KPK dan KPKNL sudah melakukan sosialisasi di website dan media sosial. Namun, hanya ada satu penawar dan rumah itu terjual sesuai batas yang ditentukan, yakni Rp 2.965.171.000

"Barang rampasan perkara atas nama LHI berupa 1 unit rumah di Lenteng Agung hari ini sudah dilelang dan obyeknya terjual pada harga Rp 2,9 miliar sesuai dengan harga limit yang dimenangkan oleh satu penawar," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Humas Komisi Pemberantasan Korupsi Yuyuk Andriati, Jumat petang.

(Baca juga: Pekan Ini, Rumah Milik Luthfi Hasan Ishaaq di Kebagusan Akan Dilelang)

Satu unit rumah bersertifikat SHM dan dikuasai KPK tersebut berlokasi di Perumahan Rumah Bagus Residence Blok B-1 di Jalan Kebagusan Dalam I RT 007 RW 04 Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Luas tanah lebih kurang 441 meter persegi.

Yayuk mengatakan, dengan melakukan lelang aset koruptor yang sudah dirampas ini, KPK terus berupaya untuk memaksimalkan pengembalian kerugian negara melalui asset recovery.

Dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 2013 lalu, Luthfi Hasan Ishaaq divonis penjara selama 16 tahun atas kasus korupsi impor daging sapi.

Hukuman itu diperberat pada tingkat kasasi menjadi 18 tahun kurungan. Selain itu, Mahkamah Agung juga mencabut hak politik Luthfi.

(Baca juga: FOTO: Rumah Senilai Rp 2,965 Miliar Milik Luthfi Hasan Dilelang)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSI Laporkan Revitalisasi Monas, KPK Tunggu Dokumen Lengkap

PSI Laporkan Revitalisasi Monas, KPK Tunggu Dokumen Lengkap

Nasional
Akan Bentuk Panja, Komisi III Duga Ada Dalang di Kasus Jiwasraya

Akan Bentuk Panja, Komisi III Duga Ada Dalang di Kasus Jiwasraya

Nasional
Komisi III akan Minta Yasonna Terbuka soal Harun Masiku

Komisi III akan Minta Yasonna Terbuka soal Harun Masiku

Nasional
Jokowi Minta Pedagang Pasar Manfaatkan E-commerce

Jokowi Minta Pedagang Pasar Manfaatkan E-commerce

Nasional
Diperiksa KPK, Eks Ketua AMPG Fahd El Fouz Mengaku Senang

Diperiksa KPK, Eks Ketua AMPG Fahd El Fouz Mengaku Senang

Nasional
Sempat Kecewa, Ahmad Sahroni Apresiasi Permintaan Maaf Yasonna soal Tanjung Priok

Sempat Kecewa, Ahmad Sahroni Apresiasi Permintaan Maaf Yasonna soal Tanjung Priok

Nasional
Diminta Jadi Komisaris, Yenny Wahid Terpanggil Benahi Garuda Indonesia

Diminta Jadi Komisaris, Yenny Wahid Terpanggil Benahi Garuda Indonesia

Nasional
Simpang Siur Keberadaan Harun Masiku, Yasonna Bisa Dikenakan Pasal 'Obstruction of Justice'

Simpang Siur Keberadaan Harun Masiku, Yasonna Bisa Dikenakan Pasal "Obstruction of Justice"

Nasional
Indonesia Peringkat Ke-35 dari 138 Negara yang Terdampak Terorisme

Indonesia Peringkat Ke-35 dari 138 Negara yang Terdampak Terorisme

Nasional
Curah Hujan Masih Tinggi, BNPB Minta Pejabat Daerah Kurangi Tidur

Curah Hujan Masih Tinggi, BNPB Minta Pejabat Daerah Kurangi Tidur

Nasional
Jokowi Minta Prabowo Susun Rencana Strategis Kesejahteraan Prajurit

Jokowi Minta Prabowo Susun Rencana Strategis Kesejahteraan Prajurit

Nasional
Sidang Emirsyah Satar, Saksi Sebut Penggunaan Pesawat CRJ1000 Tak Hasilkan Profit

Sidang Emirsyah Satar, Saksi Sebut Penggunaan Pesawat CRJ1000 Tak Hasilkan Profit

Nasional
Alasan Erick Thohir Pilih Yenny Wahid dan Triawan Munaf Jadi Komisaris Garuda Indonesia

Alasan Erick Thohir Pilih Yenny Wahid dan Triawan Munaf Jadi Komisaris Garuda Indonesia

Nasional
Indeks Demokrasi RI Peringkat Ke-64 Dunia, Pilpres Tak Langsung Jadi Ancaman

Indeks Demokrasi RI Peringkat Ke-64 Dunia, Pilpres Tak Langsung Jadi Ancaman

Nasional
Bela Yasonna soal Tanjung Priok, Ketua Komisi III: Ada Salah Persepsi

Bela Yasonna soal Tanjung Priok, Ketua Komisi III: Ada Salah Persepsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X