Fadli Zon Bikin Puisi "Kaos dan Sepeda", Singgung Ikan Tongkol hingga Raisa - Kompas.com

Fadli Zon Bikin Puisi "Kaos dan Sepeda", Singgung Ikan Tongkol hingga Raisa

Kompas.com - 04/09/2017, 07:14 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/7/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon  kembali membuat puisi. Kali ini, puisinya berjudul "Kaos dan Sepeda". Puisi yang dibuat Fadli saat kunjungan kerja di Yerevan, Armenia, Minggu (3/8/2017) ini, bercerita mengenai pemimpin yang kerap membagi-bagikan kaos dan sepeda.

Namun, hal tersebut tak membuat hidup masyarakat semakin sejahtera. Hidup warga justru makin sulit karena tak mendapat lapangan pekerjaan hingga harga bahan pokok yang meroket tajam.

Seperti pada puisi puisi sebelumnya, Fadli juga tidak menyebutkan secara jelas siapa pemimpin yang dimaksudkannya dalam puisi kali ini.

"Biasanya penulis puisi itu kan memang tidak pernah menyebutkan siapa yang dimaksud dalam puisinya," kata Fadli kepada Kompas.com, Minggu (3/8/2017) malam.

(Baca juga: Romantisnya Jusuf Kalla, Siapkan Puisi untuk Kado Perkawinan Emas)

Berikut puisi Fadli Zon itu:

KAOS DAN SEPEDA

dimanakah kesejahteraan?
ketika ekonomi susah
lapangan kerja makin punah
kesenjangan kaya miskin mewabah
kau lempar kaos di jalanan
keluar dari mobil kebesaran jas lengkap penuh pengawalan
kaos berhamburan jadi rebutan
inikah jalan menuju kemakmuran?

kemanakah kesejahteraan?
ketika utang terus bertambah
daya beli rakyat makin lemah
harga kebutuhan pokok meroket tajam
kau buat sepeda jadi hiburan
kuis pertanyaan asal-asalan hadiah sepeda bertaburan
inikah jalan menuju kemakmuran?

seperti apakah kesejahteraan?
ketika kaos dan sepeda selalu ada dalam berita
dari soal ikan tongkol sampai Raisa
inilah cerita negara keempat terbesar di dunia
tak ada derita apalagi sengsara
karena dibunuh statistik angka-angka dan media digenggam kuasa

aku bayangkan Bung Karno dan Bung Hatta
pikiran-pikiran besar merekat Indonesia
narasi menyatukan tanah pusaka
pidato dan tulisan heroik penuh makna
perdebatan menyelami substansi wacana
teladan kepemimpinan luar biasa
mereka tak bagi kaos dan sepeda
kaos dan sepeda bukan sekadar tanda mata

ini ironi zaman penuh dagelan
menjadikan kita bahan lawakan

Fadli Zon, Yerevan, 3 Sep 2017


PenulisIhsanuddin
EditorSabrina Asril

Close Ads X