PKS: Tuduhan Viktor Laiskodat Tak Layak Dilontarkan Seorang Ketua Fraksi

Kompas.com - 04/08/2017, 21:27 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zainudin Paru menilai, pernyataan Politisi Partai Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat dalam acara Deklarasi Calon Bupati Kabupaten Kupang pada 1 Agustus 2017 lalu, tidak pantas.

Sebagai anggota Komisi I yang juga Ketua Fraksi Nasdem di DPR, menurut Zainudin, seharusnya Viktor tidak asal menuduh partai lain mendukung kelompok intoleran, ekstremis, dan pendukung khilafah.

"Itu adalah sebuah pernyataan yang bar-bar dan premanisme yang tidak layak untuk disampaikan oleh tokoh politik, untuk disampaikan oleh seorang Ketua Fraksi DPR RI," kata Zainudin, di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (4/8/2017).

Baca: Dianggap Menghasut, Politisi Nasdem Viktor Laiskodat Dilaporkan Kader Gerindra ke Polisi

Menurut Zainudin, Viktor seharusnya bersikap bijak saat berbicara di hadapan publik dan menunjukkan diri sebagai anggota parlemen yang mencerminkan sikap seorang negarawan.

"Sebagai penjaga moralitas dan sebagai penjaga marwah demokrasi di bangsa ini," kata Zainudin.

PKS akan melaporkan Viktor ke polisi dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Ia mengatakan, pelaporan akan dilakukan pada Senin (7/8/2017) pekan depan.

Viktor sebelumnya menuduh empat partai secara eksplisit Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN sebagai partai yang mendukung kelompok ekstremis, pendukung khilafah, dan karena itu tidak boleh didukung.

Bahkan, disamakan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965 yang Iayak dibunuh.

PKS menilai pernyataan tersebut tidak benar karena tidak sesuai fakta dan menjurus pada provokasi dan fitnah. Hal ini merugikan PKS.

Kompas TV Apa dampak dari tarik ulur ini?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.