Mengaku Kantongi 27 Bukti Baru, OC Kaligis Ajukan PK

Kompas.com - 27/02/2017, 14:38 WIB
Pengacara senior Otto Cornelis Kaligis mengajukan upaya hukum peninjauan kembali di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/2/2017). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINPengacara senior Otto Cornelis Kaligis mengajukan upaya hukum peninjauan kembali di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/2/2017).
|
EditorKrisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengacara senior Otto Cornelis Kaligis mengajukan upaya hukum berupa peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung.

OC Kaligis mengatakan, ia telah menyiapkan 27 novum atau bukti baru yang akan diajukan dalam permohonan PK.

Menurut Kaligis, 27 bukti baru tersebut ia dapatkan setelah meneliti berkas pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Memang saya ini dikerjain dari pertama, dalam BAP itu, yang minta uang THR bukan saya, saya ada di Bali," kata Kaligis dalam sidang permohonan PK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/2/2017).


(Baca: MK Tolak Gugatan OC Kaligis)

Menurut Kaligis, beberapa materi bukti baru yang ia ajukan terkait kronologi permintaan uang dan pemberian uang kepada hakim di PTUN Medan.

Kaligis mengatakan, bukti-bukti tersebut pernah diungkapkan dalam persidangan, tetapi tidak pernah dipertimbangkan oleh hakim Tipikor.

"Kalau kata-kata saya barangkali tidak akurat, saya ambil (bukti baru) dari berkas yang diakui di bawah sumpah. Itu merupakan kekhilafan hakim," kata Kaligis.

Sebelumnya, Mahkamah Agung memperberat hukuman bagi Kaligis dalam upaya hukum kasasi yang dimohonkan beberapa waktu lalu. MA menambah hukuman OC Kaligis menjadi 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Putusan terhadap permohonan kasasi OC Kaligis diketuk palu oleh tiga majelis hakim, yakni Artidjo Alkostar selaku Ketua Majelis, serta Krisna Harahap dan Abdul Latief.

Kaligis didakwa menyuap majelis hakim dan panitera PTUN di Medan sebesar 27.000 dollar AS dan 5.000 dollar Singapura.

(Baca: OC Kaligis Pastikan Ajukan PK)

Uang tersebut didapat Kaligis dari istri Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, Evy Susanti, yang ingin suaminya "aman" dari penyelidikan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. 

Evy memberikan uang sebesar 30.000 dollar AS kepada Kaligis untuk diserahkan kepada hakim dan panitera PTUN Medan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X