Kompas.com - 24/02/2017, 12:36 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Kantor imigrasi (Kanim) Bandara Internasional Soekarno Hatta mencegah keberangkatan 12 warga negara Indonesia (WNI) ke luar negeri, Kamis (23/2/2017).

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno mengatakan, seluruh calon tenaga kerja Indonesia tersebut diduga menjadi korban penyelundupan dan perdagangan manusia (human trafficking), karena dokumen yang mereka miliki tidak prosedural.

"Yang bersangkutan CTKI (Calon Tenaga Kerja Indonesia) non-prosedural. Mereka akan berangkat melalui penerbangan Etihad Airways EY 471 pada pukul 23.15 WIB," ujar Agung melalui keterangan tertulis, Jumat (24/2/2017).

Berikut data 12 CTKI yang berhasil dicegah keberangkatannya:
1. Ati Lasmawati
2. Masamah Rukian binti Dayumi Kalija
3. Siti Nur binti Nurdin Anwar
4. Enah Kanad Kiran
5. Sumirah binti Supadi Yatijo
6. Aminah
7. Tarpiah binti Ruslan Abdullah
8. Nuraini No paspor. : AT980377
9. Sumenah binti Mahsun Munaseh 
10. Sapiah Sawal Muridah 
11. Rohati binti Rifaah Haerudin 
12. Maryanah Sarkani

Selain itu, pada hari yang sama, Kantor Imigrasi Kota Mobago Sulawesi Utara menolak permohonan paspor 2 WNI karena diduga memalsukan data dan identitas diri.

Sementara, Kantor Imigrasi Batam mencegah keberangkatan empat WNI CTKI non-prosedural yang mencoba mengecoh petugas Imigrasi di Pelabuhan Batam Center dengan memberikan keterangan yang tidak jelas.

Adapun, Kantor Imigrasi Pontianak menolak lima WNI pemohon paspor dan menolak keberangkatan enam WNI CTKI yang akan berangkat melalui Bandara Supadio.

Tindakan pencegahan juga terjadi di Kantor Imigrasi Bekasi.

Seorang WNI ditolak permohonan paspornya karena diduga akan menjadi TKI non prosedural.

Hal yang sama dilakukan oleh Kantor Imigrasi Siak. Petugas menolak permohonan paspor empat WNI yang juga diduga akan menjadi TKI non-prosedural.

"Dari fakta itu Direktorat Jenderal Imigrasi ingin menunjukkan komitmennya dalam menyelamatkan CTKI dengan terus mengawasi dan menindak WNI yang diduga menjadi korban perdagangan manusia," kata Agung.

"Diharapkan upaya pencegahan tindak pidana penyelundupan dan perdagangan manusia kepada CTKI dapat dilaksanakan secara optimal," ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggal 27 September Hari Memperingati Apa?

Tanggal 27 September Hari Memperingati Apa?

Nasional
MAKI Sebut Lukas Enembe Bisa Dijemput Paksa jika Senin Tak Hadiri Panggilan KPK

MAKI Sebut Lukas Enembe Bisa Dijemput Paksa jika Senin Tak Hadiri Panggilan KPK

Nasional
MAKI Minta KPK Kirim Dokter Independen untuk Periksa Kesehatan Lukas Enembe

MAKI Minta KPK Kirim Dokter Independen untuk Periksa Kesehatan Lukas Enembe

Nasional
Bongkar Aktivitas Lukas Enembe Berjudi, MAKI: Dia Bisa Jalan Tanpa Kursi Roda

Bongkar Aktivitas Lukas Enembe Berjudi, MAKI: Dia Bisa Jalan Tanpa Kursi Roda

Nasional
Saat Demokrat Sebut Oknum Parpol Diutus Jokowi untuk Minta Kursi Wagub Papua...

Saat Demokrat Sebut Oknum Parpol Diutus Jokowi untuk Minta Kursi Wagub Papua...

Nasional
'Sikap Ganjar Akan Membuat Calon Pemilih Semakin Jatuh Hati...'

"Sikap Ganjar Akan Membuat Calon Pemilih Semakin Jatuh Hati..."

Nasional
Andi Arief Sebut Partai Demokrat dan Lukas Enembe Diancam Orang Mengaku Utusan Jokowi

Andi Arief Sebut Partai Demokrat dan Lukas Enembe Diancam Orang Mengaku Utusan Jokowi

Nasional
MAKI Ungkap Aktivitas Lukas Enembe Bermain Judi di Malaysia, Filipina, dan Singapura

MAKI Ungkap Aktivitas Lukas Enembe Bermain Judi di Malaysia, Filipina, dan Singapura

Nasional
Jokowi: Selamat Hari Tani Nasional, Pemerintah Dukung Sektor Pertanian Sepenuhnya

Jokowi: Selamat Hari Tani Nasional, Pemerintah Dukung Sektor Pertanian Sepenuhnya

Nasional
Andi Arief Sebut Orang Mengaku Utusan Jokowi Temui Demokrat, Minta Posisi Wagub Papua

Andi Arief Sebut Orang Mengaku Utusan Jokowi Temui Demokrat, Minta Posisi Wagub Papua

Nasional
UPDATE 24 September: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,90 Persen, Ketiga 26,90 Persen

UPDATE 24 September: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,90 Persen, Ketiga 26,90 Persen

Nasional
Sebut Prabowo Tak Butuh 'Endorse' Jokowi untuk Jadi Capres, GP Mania: Dia Sudah Teruji

Sebut Prabowo Tak Butuh "Endorse" Jokowi untuk Jadi Capres, GP Mania: Dia Sudah Teruji

Nasional
UPDATE 24 September: Bertambah 1.724, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.421.118

UPDATE 24 September: Bertambah 1.724, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.421.118

Nasional
Istana: Kalau Petani Punya Surat Tanah, Tak Boleh Dikriminalisasi

Istana: Kalau Petani Punya Surat Tanah, Tak Boleh Dikriminalisasi

Nasional
Hakim Agung Sudrajad Dimyati Jadi Tersangka Suap, Ini Sederet Catatan ICW

Hakim Agung Sudrajad Dimyati Jadi Tersangka Suap, Ini Sederet Catatan ICW

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.