PTUN Menangkan Kemensetneg soal TPF Munir, Ini Kata Pratikno...

Kompas.com - 20/02/2017, 18:25 WIB
Mensesneg Pratikno memberikan sambutan pada peresmian pameran bertajuk Goresan Juang Kemerdekaan : Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (1/8/2016). Pameran menampilkan 28 karya dari 20 maestro lukis Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah hingga Presiden Soekarno, berlangsung untuk umum dari 2-30 Agustus. TRIBUN NEWS / HERUDINMensesneg Pratikno memberikan sambutan pada peresmian pameran bertajuk Goresan Juang Kemerdekaan : Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (1/8/2016). Pameran menampilkan 28 karya dari 20 maestro lukis Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah hingga Presiden Soekarno, berlangsung untuk umum dari 2-30 Agustus.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta mengabulkan permohonan keberatan dari Kementerian Sekretariat Negara terhadap putusan Komisi Informasi Pusat (KIP).

Putusan tersebut terkait publikasi dokumen hasil penyelidikan Tim Pencari Fakta (TPF) kasus kematian aktivis Munir Said Thalib.

Permohonan keberatan diajukan kepada Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan ( Kontras) sebagai pihak termohon. 

Apa tanggapan Menteri Sekretaris Negara Pratikno?

"Ya intinya pemerintah terus menerus berupaya memperbaiki penegakan hukum, menyelesaikan permasalahan hak asasi manusia masa lalu, terlepas dari adanya itu atau tidak. Itu komitmen pemerintahan Jokowi," ujar Pratikno, di Wisma Negara, Jakarta, Senin (20/2/2017).

Mengenai misteri keberadaan dokumen TPF Munir, Pratikno enggan mengomentari lebih jauh.

"Nanti Pak Menko Polhukam yang akan menjelaskan," ujar Pratikno.

(Baca: Sidang Sengketa Informasi Dokumen TPF Munir Dinilai Kental Intervensi)

Diberitakan, majelis hakim membatalkan putusan KIP Nomor 025/IV/KIP-PS/2016 tanggal 10 Oktober 2016.

Putusan KIP itu mewajibkan Kemensetneg mempublikasikan hasil penyelidikan TPF Munir dan memberikan alasan tidak dipublikasikannya dokumen tersebut kepada publik.

"Menyatakan bahwa informasi yang dimohonkan termohon tidak berada pada pihak keberatan," ucap Wenceslaus, salah satu hakim.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X