Kompas.com - 01/06/2016, 15:31 WIB
Kafivhumas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/5/2016). KOMPAS.com/Nabilla TashandraKafivhumas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/5/2016).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, Bripda M Kurniawan Noho (20) diserang narapidana di lembaga pemasyarakatan Gorontalo dengan menggunakan senjata tajam.

Saat dilakukan penyelidikan lebih jauh, petugas kepolisian juga dilempar bom molotov oleh napi.

"Ini menjadi pertanyaan kami. Kami ingin menyelidiki lebih lanjut lagi, kenapa napi yang ada di dalam lapas bisa membuat bom molotov," ujar Boy, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/6/2016).

Pelemparan bom molotov dilakukan pada Selasa (31/5/2016) malam, seusai pengeroyokan terhadap Kurniawan.

Ternyata, petugas yang ingin menyelidiki penyebab peristiwa itu pun mengalami intimidasi dari para napi.

Boy menduga, penjagaan lapas lemah sehingga ada senjata tajam yang digunakan untuk melukai Kurniawan dan bom molotov.

"Mungkin selama ini termasuk lepas dari pengawasan, dari sipir, dan petugas sehingga kondisinya cukup aneh apabila napi bisabuat bom molotov," kata Boy.

Menurut Boy, sebelumnya sudah dilakukan razia secara serentak untuk menyisir peredaran narkoba dan barang terlarang di lapas.

Polisi akan mencari tahu pihak yang harus bertanggung jawab soal lolosnya barang-barang terlarang itu ke dalam sel.

"Tentu sudah beberapa bulan lalu dilakukan, tapi ternyata ada benda yang tidak pantas berada di lapas," kata Boy.

Boy mengatakan, pengeroyokan bermula setelah Kurniawan selesai mengawal tahanan.

Saat melintas di sel lapas Gorontalo, tiba-tiba ada napi yang mengeluarkan kata-kata provokatif sehingga menyulut napi lainnya melakukan tindakan anarkis.

Kurniawan pun dikeroyok hingga beberapa anggota tubuhnya terdapat luka robek bekas sayatan benda tajam.

"Korban dilarikan ke rumah sakit oleh sipir penjara di sana. Info di sana masih dalam perawatan dan dalam kondisi cukup baik," kata Boy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Soal Keberadaan Jozeph Paul Zhang, Kemenlu Siap Koordinasi dengan Kepolisian

Nasional
PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

PGI Ragukan Gelar Pendeta Jozeph Paul Zhang

Nasional
Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Soal Isu Reshuffle Kabinet, Demokrat: Itu Hak Prerogatif Presiden, Bukan Ranah Partai

Nasional
Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Kasus Dugaan Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Polisi Sudah Periksa 3 Saksi Ahli

Nasional
Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Pemerintah Larang Takbir Keliling karena Picu Kerumunan

Nasional
Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Menag: Mudik Hukumnya Sunah, tetapi Menjaga Kesehatan Itu Wajib

Nasional
Bantah Penindakan Kasus Korupsi Turun, KPK: Kami Menyayangkan Data ICW

Bantah Penindakan Kasus Korupsi Turun, KPK: Kami Menyayangkan Data ICW

Nasional
Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 India, Menkes Budi: Patuhi Protokol PPKM dan 3M

Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 India, Menkes Budi: Patuhi Protokol PPKM dan 3M

Nasional
Penyuap Juliari Batubara Dituntut 4 Tahun Penjara

Penyuap Juliari Batubara Dituntut 4 Tahun Penjara

Nasional
UPDATE 19 April: Kasus Suspek Covid-19 Capai 63.736

UPDATE 19 April: Kasus Suspek Covid-19 Capai 63.736

Nasional
Kuasa Hukum Jumhur Ingatkan Ahli Bahasa Hati-hati Sebut Berita Media sebagai Kabar Bohong

Kuasa Hukum Jumhur Ingatkan Ahli Bahasa Hati-hati Sebut Berita Media sebagai Kabar Bohong

Nasional
UPDATE 19 April: 6.029.941 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 10.933.676 Dosis Pertama

UPDATE 19 April: 6.029.941 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 10.933.676 Dosis Pertama

Nasional
Kemensos Salurkan Bansos Tunai PKH Tahap II Sebesar Rp 6,53 Triliun

Kemensos Salurkan Bansos Tunai PKH Tahap II Sebesar Rp 6,53 Triliun

Nasional
UPDATE: Sebaran 4.952 Kasus Baru Covid-19 di 32 Provinsi, Jabar Catat 1.421

UPDATE: Sebaran 4.952 Kasus Baru Covid-19 di 32 Provinsi, Jabar Catat 1.421

Nasional
Isu Reshuffle Mencuat, Demokrat Tegaskan Tetap Berada di Luar Pemerintahan

Isu Reshuffle Mencuat, Demokrat Tegaskan Tetap Berada di Luar Pemerintahan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X