Cerita di Balik Berita Utama "Kompas" Presiden Soeharto Siap Mundur

Kompas.com - 21/05/2016, 19:51 WIB
Judul utama Harian Kompas terbitan Kamis 14 Mei 1998. KompasJudul utama Harian Kompas terbitan Kamis 14 Mei 1998.
|
EditorSandro Gatra

Mempersingkat kunjungan

James mengakui bahwa ada kekhawatiran Kompas ketika itu. Ia mengakui bahwa judul yang dipakai merupakan hasil interpretasi.

"Pak Harto memang enggak pernah bilang saya mau mundur. Pak Harto cuma ngomong kalau rakyat tidak lagi menghendaki saya, maka saya akan mendekatkan diri pada Tuhan, pada keluarga dan pada anak cucu. Kami andaikan itu artinya dia sudah enggak bertahan. Jadi dia mundur," ujar James.

Soeharto kemudian memperpendek kunjungannya di Mesir dan kembali ke Tanah Air pada Jumat, 15 Mei 1998 pagi. Pasalnya, situasi Indonesia semakin kacau.

Seharusnya, Soeharto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Mubarak. Lokasi kemudian pertemuan diubah. Mubarak akhirnya menemui Soeharto di Hotel tempatnya menginap.

Oscar menceritakan, di lobi hotel sudah penuh sesak wartawan asing. Salah satu wartawan asing itu bertanya kepada Osdar di mana wartawan Kompas.

"Waduh, saya bilang ngga tahu, di sana kali. Padahal saya yang ditanya. Mereka ingin tahu kenapa bisa ada berita Soeharto akan mundur. Mereka ingin tahu gimana prosesnya ucapan itu," kata Osdar.

Soeharto bantah

Wiranto dalam bukunya "Bersaksi di Tengah Badai" bercerita, setelah kembali ke Tanah Air seusai kunjungan ke Mesir pada 15 Mei, Soeharto memanggil para menteri.

Momen itu dihadiri Menko Polhukam Feisal Tanjung, Mendagri R Hartono, Mensesneg Saadillah Mursjid, Menteri Kehakiman Muladi, Menteri Penerangan Alwi Dahlan, Kepala Bakin Moetojib, Jaksa Agung Soedtjono C Atmonegoro, dan Wiranto.

Selain meminta laporan situasi Tanah Air, Soeharto juga mengoreksi pemberitaan yang berisi dirinya siap mundur.

"Yang saya nyatakan adalah kalau masyarakat tidak lagi memberikan kepercayaan, sebetulnya tidak apa-apa. Kalau tidak percaya, ya sudah. Saya tidak akan mempertahankan dengan kekuatan senjata. Saya akan mandeg pandito, akan mendekatkan diri dengan Tuhan. Membimbing anak-anak supaya menjadi orang yang baik dan kepada masyarakat bisa memberi nasihat, bagi tut wuri handayani," kata Presiden.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X