Kompas.com - 14/05/2016, 11:30 WIB
Debat bakal calon ketua umum Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, Jumat (13/5/2016).
Ihsanuddin /KOMPAS.comDebat bakal calon ketua umum Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, Jumat (13/5/2016).
Penulis Dani Prabowo
|
EditorAna Shofiana Syatiri

NUSA DUA, KOMPAS.com - Komite Etik Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar memastikan akan mengambil langkah yang lebih ketat untuk menerima laporan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan bakal calon ketua umum.

Sebab, Komite Etik melihat ada upaya untuk saling menjatuhkan yang dilakukan masing-masing bakal calon.

Ketua Komite Etik, Fadel Muhammad, mengatakan, setidaknya ada 104 laporan yang dugaan pelanggaran etik yang masuk ke Komite. Dari jumlah yang ada, 56 di antaranya merupakan aduan lisan, 41 laporan SMS, 6 laporan tertulis dan satu temuan langsung tim komite etik di lapangan.

"Banyak juga laporan-laporan yang masuk itu tidak jelas, tidak spesifik. Dia mengatakan apa, pertemuan di mana. Jadi ada kecenderungan mereka saling menjatuhkan," kata Fadel di area Munaslub di Bali Nusa Dua Convention Center, Sabtu (14/5/2016).

Menurut dia, laporan saling menjatuhkan itu tak hanya menimpa dua bakal calon ketua umum yang kini dianggap terpopuler, yaitu Ade Komarudin dan Setya Novanto.

Enam bakal calon ketua umum lainnya juga dilaporkan telah melakukan dugaan pelanggaran etik. Meski demikian, Fadel enggan merincinya.

Untuk meminimalisir laporan itu, Fadel menyebutkan, pihaknya telah menjalin komunikasi baik dengan kepolisian maupun Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengecek setiap langkah yang dilakukan caketum dan tim suksesnya.

"Ya, mudah-mudahan sampai dengan dua hari lagi tidak ada hal-hal yang luar biasa. Kalau tidak ada, bisa kita meneruskan acara ini sampai pemilihan umum," kata dia.

Kompas TV Inilah "Janji" Para Caketum Golkar
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Setuju Masa Jabatan Presiden Diperpanjang, Gibran: Ibu Bahkan Sudah Packing

Tak Setuju Masa Jabatan Presiden Diperpanjang, Gibran: Ibu Bahkan Sudah Packing

Nasional
Gibran: Saya Melihat Bapak Saya Sendiri Sebagai Atasan Saya

Gibran: Saya Melihat Bapak Saya Sendiri Sebagai Atasan Saya

Nasional
Din Syamsuddin: Pelita Fokus Verifikasi Administrasi Sebelum Bangun Koalisi

Din Syamsuddin: Pelita Fokus Verifikasi Administrasi Sebelum Bangun Koalisi

Nasional
Gibran Rakabuming Akui Bahas Pencalonan Gubernur dengan Pimpinan Parpol

Gibran Rakabuming Akui Bahas Pencalonan Gubernur dengan Pimpinan Parpol

Nasional
Di Rakernas, Partai Pelita Klaim Infrastruktur Partai Telah Terbentuk di Seluruh Provinsi

Di Rakernas, Partai Pelita Klaim Infrastruktur Partai Telah Terbentuk di Seluruh Provinsi

Nasional
Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Gibran Rakabuming: Kita Enggak Ngotot 3 Periode

Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Gibran Rakabuming: Kita Enggak Ngotot 3 Periode

Nasional
Wapres Harap Waisak Jadi Momentum Tingkatkan Kebijaksanaan Umat Buddha

Wapres Harap Waisak Jadi Momentum Tingkatkan Kebijaksanaan Umat Buddha

Nasional
Hormati Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu, AHY: Saya Lebih Baik Tidak Tergesa-gesa

Hormati Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu, AHY: Saya Lebih Baik Tidak Tergesa-gesa

Nasional
Update: 88.145 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,61 persen

Update: 88.145 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 1,61 persen

Nasional
Mengenal Berbagai Cara Penyelesaian Sengketa Pemilu

Mengenal Berbagai Cara Penyelesaian Sengketa Pemilu

Nasional
Update16 Mei: Cakupan Vaksinasi Dosis Ketiga 20,51 Persen

Update16 Mei: Cakupan Vaksinasi Dosis Ketiga 20,51 Persen

Nasional
Pengertian Kampanye dalam Pemilu dan Pilpres

Pengertian Kampanye dalam Pemilu dan Pilpres

Nasional
Pengertian dan Alasan Penerapan Parliamentary Threshold

Pengertian dan Alasan Penerapan Parliamentary Threshold

Nasional
Update 16 Mei: Ada 1.610 Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 16 Mei: Ada 1.610 Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Pemanfaatan Teknologi Digital Masyarakat Indonesia Akan Dipamerkan dalam Sidang Kedua DEWG G20

Pemanfaatan Teknologi Digital Masyarakat Indonesia Akan Dipamerkan dalam Sidang Kedua DEWG G20

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.