Dilarang Polisi, Pemutaran Film "Pulau Buru Tanah Air Beta" Pindah Lokasi - Kompas.com

Dilarang Polisi, Pemutaran Film "Pulau Buru Tanah Air Beta" Pindah Lokasi

Kompas.com - 16/03/2016, 21:59 WIB
Kompas.com/Alsadad Rudi Situasi saat berlangsungnya pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (16/3/2016)

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta yang seharusnya diputar di Goethe Institute, Jalan Diponegoro, pada Rabu (16/3/2016) sore batal terlaksana. Penyebabnya karena adanya larangan dari kepolisian.

Pemutaran film yang disutradarai oleh Rahung Nasution itu akhirnya dipindah ke Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebanyak dua sesi pada petang tadi.

Ketua panitia pemutaran film, Dita Caturani, mengatakan, pelarangan polisi terjadi setelah adanya protes dari sekelompok orang.

"Polisi melarang setelah ada orang-orang yang datang ke Goethe pukul 15.00 WIB tadi. Mereka bawa spanduk anti-komunis," kata Dita di Kantor Komnas HAM.

Meski sempat menemui kendala, Dita mengaku puas dengan pemutaran yang dilangsungkan di Kantor Komnas HAM. Sebab, pemutaran film yang diinformasikan lewat media sosial itu dihadiri oleh banyak orang.

Pantauan Kompas.com, pemutaran film Pulau Buru Tanah Air Beta memang terpantau dihadiri oleh ratusan orang. Film itu diputar di salah satu ruangan yang ada di lantai dua Kantor Komnas HAM.

"Jumlah tempat duduknya ada 100, tapi tadi kita lihat banyak yang berdiri. Kemungkinan sampai 200 orang," ujar Dita.

Film Pulau Buru Tanah Air Beta bercerita tentang mantan tahanan politik kasus pemberontakan 1965 yang kembali lagi ke Pulau Buru, sebuah pulau di Maluku yang menjadi pulau tempat pembuangan orang-orang yang diduga terlibat pemberontakan 1965.


EditorBayu Galih

Close Ads X