Kompas.com - 08/06/2015, 12:30 WIB
Meskipun tanpa dukungan suku cadang sama sekali, jet tempur Sukhoi tetap harus dirawat sebagai alat pertahanan udara. Agar tetap bisa terbang, kanibalisme pun menjadi hal lumrah. Sejumlah teknisi melakukan perawatan rutin di hanggar Skuadron Udara 11 Lanud Hasanuddin, Makassar, Jumat (30/12/2005). Subhan SDMeskipun tanpa dukungan suku cadang sama sekali, jet tempur Sukhoi tetap harus dirawat sebagai alat pertahanan udara. Agar tetap bisa terbang, kanibalisme pun menjadi hal lumrah. Sejumlah teknisi melakukan perawatan rutin di hanggar Skuadron Udara 11 Lanud Hasanuddin, Makassar, Jumat (30/12/2005).
EditorLaksono Hari Wiwoho


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Pesawat TNI Angkatan Udara yang membawa rombongan Wakil Presiden Jusuf Kalla dikawal empat pesawat tempur Sukhoi dari Makassar, Sulawesi Selatan, hingga Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Kantor berita Antara melaporkan, keempat pesawat buatan Rusia tersebut sempat melakukan manuver terbang di tengah perjalanan. Kalla bersama istri, Mufidah, sempat mengabadikan manuver Sukhoi dari dalam pesawat yang membawa mereka.

Wakil Komandan Pasukan Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden Brigjen TNI Marinir Bambang Suswantono mengatakan, pesawat Sukhoi tersebut kebetulan sedang melakukan latihan terbang dan bersamaan dengan penerbangan rombongan Wapres dari Lanud TNI AU Hasanuddin, Makassar, ke Halim Perdanakusuma.

"Penerbangan kali ini cukup spesial karena kita akan dikawal pesawat Sukhoi yang sedang latihan terbang. Jadi teman-teman media bisa mengabadikannya," kata Bambang sesaat sebelum pesawat tinggal landas.

Akhir pekan lalu, Kalla melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, untuk meninjau sejumlah proyek infrastruktur, seperti revitalisasi Danau Tempe dan perbaikan jalan. Begitu tiba di Jakarta, Kalla bertolak menuju Tegal, Jawa Tengah, untuk menghadiri pembukaan Ijtima Ulama kelima Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) se-Indonesia di Pondok Pesantren Attauhidiyah, Tegal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Kejagung Akan Panggil Kominfo dalam Perkara Satelit Kemenhan

Alasan Kejagung Akan Panggil Kominfo dalam Perkara Satelit Kemenhan

Nasional
KPK Gandeng PT Taspen Jamin Pemenuhan Hak dan Kewajiban Pegawai

KPK Gandeng PT Taspen Jamin Pemenuhan Hak dan Kewajiban Pegawai

Nasional
Jokowi: Kami Pastikan Suplai Kebutuhan Dunia, tapi Bukan Dalam Bahan Mentah

Jokowi: Kami Pastikan Suplai Kebutuhan Dunia, tapi Bukan Dalam Bahan Mentah

Nasional
Jokowi Sebut Ada 5,5 Gigawatt PLTU yang Akan 'Pensiun Dini'

Jokowi Sebut Ada 5,5 Gigawatt PLTU yang Akan "Pensiun Dini"

Nasional
Singapura Boleh Latihan Militer di Langit Indonesia, Prabowo: Sama Sekali Tidak Membahayakan

Singapura Boleh Latihan Militer di Langit Indonesia, Prabowo: Sama Sekali Tidak Membahayakan

Nasional
Jaksa Agung Sebut Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara

Jaksa Agung Sebut Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Cukup Kembalikan Kerugian Negara

Nasional
Komnas HAM Periksa Berbagai Saksi Terkait Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat

Komnas HAM Periksa Berbagai Saksi Terkait Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat

Nasional
Bersama Pemkab Tanah Bumbu, Kementerian KP Wujudkan Kampung Gabus Haruan

Bersama Pemkab Tanah Bumbu, Kementerian KP Wujudkan Kampung Gabus Haruan

Nasional
KPK Bongkar Peran Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto dalam Kasus Dugaan Suap Dana PEN

KPK Bongkar Peran Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto dalam Kasus Dugaan Suap Dana PEN

Nasional
3 Prajurit TNI AD Gugur Ditembak KKB, KSAD Dudung: Saya Merasa Kehilangan

3 Prajurit TNI AD Gugur Ditembak KKB, KSAD Dudung: Saya Merasa Kehilangan

Nasional
Dapat Kuota 500, KSAL Cari Personel Komcad untuk Awaki Kapal Perang-Pesawat Udara

Dapat Kuota 500, KSAL Cari Personel Komcad untuk Awaki Kapal Perang-Pesawat Udara

Nasional
Pemerintah Didesak Lipat Gandakan Tempat Isolasi Terpusat di DKI

Pemerintah Didesak Lipat Gandakan Tempat Isolasi Terpusat di DKI

Nasional
Menkes Ungkap Kriteria Pasien Omicron yang Perlu Dirawat di RS: Lansia, Punya Komorbid, hingga Belum Divaksin

Menkes Ungkap Kriteria Pasien Omicron yang Perlu Dirawat di RS: Lansia, Punya Komorbid, hingga Belum Divaksin

Nasional
Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Tak Hadir Saat Pengumuman Tersangka Dana PEN Kolaka Timur

Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Tak Hadir Saat Pengumuman Tersangka Dana PEN Kolaka Timur

Nasional
Draf UU IKN Lengkap, Kini Siap Diantar ke Kemensetneg

Draf UU IKN Lengkap, Kini Siap Diantar ke Kemensetneg

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.