Lanjutkan Safari Politik, Agung Laksono Akan Temui Zulkifli Hasan

Kompas.com - 12/03/2015, 11:14 WIB
Ketua Umum Partai Golkar hasil Musyawarah Jakarta Agung Laksono (dua dari kiri) bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Rabu (11/3/2015). KOMPAS.com/DANI PRABOWOKetua Umum Partai Golkar hasil Musyawarah Jakarta Agung Laksono (dua dari kiri) bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Rabu (11/3/2015).
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Ketua Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta, Agung Laksono, akan melanjutkan safari politiknya. Setelah bertemu Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Agung akan menemui Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Kamis (12/3/2015).

Safari politik dilakukan Agung untuk menjalin komunikasi dengan pimpinan partai politik setelah kepengurusannya diakui oleh pemerintah.

"Kunjungan ini merupakan roadshow politik setelah kepengurusan kami disahkan Kemenkumham," kata Ketua DPP Partai Golkar hasil Munas Jakarta, Ace Hasan Syadzily, saat dihubungi, Kamis.

Ace mengatakan, jika tak ada perubahan, pertemuan itu akan digelar pada pukul 13.00 WIB di rumah dinas Ketua MPR di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan. Ia memastikan, pertemuan ini hanya silaturahim politik.

Ace melanjutkan, sebelum menemui Zulkifli, Agung telah menemui Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh. Ke depan, Agung akan melanjutkan safari politiknya dengan pimpinan partai politik lain dalam Koalisi Indonesia Hebat maupun Koalisi Merah Putih. (Baca: Golkar Keluar dari KMP, Agung Laksono Bakal "Road Show" ke Parpol KIH)

"Kita ingin bertukar pikiran tentang agenda kebangsaan, terutama isu-isu aktual sekaligus menyamakan persepsi terkait dengan bagaimana mencari penyelesaian bagi permasalahan bangsa," pungkas Ace.

Kubu Aburizal Bakrie masih melawan keputusan pemerintah. Mereka mengajukan gugatan putusan Menkumham ke pengadilan. Kubu Aburizal juga sudah melaporkan kubu Agung ke Bareskrim Polri dengan tuduhan pemalsuan dokumen. (Baca: Golkar Kubu Aburizal Berencana Laporkan Menkumham ke Polisi)

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Akan Distribusikan 20 Alat Deteksi Corona Berkapasitas Tinggi ke Sejumlah Provinsi

Pemerintah Akan Distribusikan 20 Alat Deteksi Corona Berkapasitas Tinggi ke Sejumlah Provinsi

Nasional
Polri Diminta Humanis Saat Terapkan PSBB di DKI Jakarta

Polri Diminta Humanis Saat Terapkan PSBB di DKI Jakarta

Nasional
Cegah Warga Mudik, Pemerintah Bisa Naikkan Tarif Tol, Tiket hingga BBM

Cegah Warga Mudik, Pemerintah Bisa Naikkan Tarif Tol, Tiket hingga BBM

Nasional
Bila Merasakan Gejala Covid-19, Masyarakat Diminta Cari Faskes yang Tepat

Bila Merasakan Gejala Covid-19, Masyarakat Diminta Cari Faskes yang Tepat

Nasional
Ini 2 Alat Deteksi Corona yang Diklaim Bisa Mengetes 10.000 Spesimen Per Hari

Ini 2 Alat Deteksi Corona yang Diklaim Bisa Mengetes 10.000 Spesimen Per Hari

Nasional
Antisipasi Dampak Pandemi, Bansos PKH Diberikan Sebulan Sekali hingga Desember

Antisipasi Dampak Pandemi, Bansos PKH Diberikan Sebulan Sekali hingga Desember

Nasional
Ombudsman: Membiarkan Kelangkaan Masker dan APD adalah Maladministrasi

Ombudsman: Membiarkan Kelangkaan Masker dan APD adalah Maladministrasi

Nasional
Update 8 April, Pasien di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet 527 Orang

Update 8 April, Pasien di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet 527 Orang

Nasional
Datangkan Alat Baru, Pemerintah Sebut Tes Corona Bisa Mencapai 10.000 Spesimen Per Hari

Datangkan Alat Baru, Pemerintah Sebut Tes Corona Bisa Mencapai 10.000 Spesimen Per Hari

Nasional
7 Jurus Sakti Pemerintah untuk Jaring Pengaman Sosial Atasi Dampak Covid-19

7 Jurus Sakti Pemerintah untuk Jaring Pengaman Sosial Atasi Dampak Covid-19

Nasional
Puan Minta Sosialisasi Prosedur Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Digalakkan

Puan Minta Sosialisasi Prosedur Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 Digalakkan

Nasional
Pemidanaan Saat Wabah Covid-19 Dikritik, Kapolri Anggap Pro-Kontra Hal Biasa

Pemidanaan Saat Wabah Covid-19 Dikritik, Kapolri Anggap Pro-Kontra Hal Biasa

Nasional
Hingga Selasa Ini, Pemerintah Bebaskan 35.676 Napi dari Penjara

Hingga Selasa Ini, Pemerintah Bebaskan 35.676 Napi dari Penjara

Nasional
Atasi Pandemi Corona, Alumni AAU Bagikan Alat Penyemprot Disinfektan

Atasi Pandemi Corona, Alumni AAU Bagikan Alat Penyemprot Disinfektan

Nasional
RS Rujukan Covid-19 Diprioritaskan untuk Gejala Sedang dan Berat

RS Rujukan Covid-19 Diprioritaskan untuk Gejala Sedang dan Berat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X