"Pilpres Itu Hanya Kompetisi Politik, Bukan Peperangan... Harusnya Mereka Legawa"

Kompas.com - 10/09/2014, 17:15 WIB
Calon Presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto dan nomor urut 2 Joko Widodo bersalaman usai debat capres 2014 putaran ketiga, di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/6/2014). Debat capres kali ini mengangkat tema 'Politik Internasional dan Ketahanan Nasional'.  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Calon Presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto dan nomor urut 2 Joko Widodo bersalaman usai debat capres 2014 putaran ketiga, di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/6/2014). Debat capres kali ini mengangkat tema 'Politik Internasional dan Ketahanan Nasional'.
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) meminta partai dalam Koalisi Merah Putih mendukung program yang digulirkan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Dukungan dari Koalisi Merah Putih dianggap akan memudahkan Jokowi-JK menjalankan program-programnya.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Ahmad Basarah menuturkan, imbas Pemilu Presiden 2014 membuat anggota partai Koalisi Merah Putih seperti melakukan perlawanan. Dalam hal ini, Basarah menilai sikap tersebut sebagai cerminan belum legawanya Koalisi Merah Putih dalam menerima kekalahan saat pilpres.

"Padahal, pilpres hanya sebuah kompetisi politik, bukan sebuah peperangan. Harusnya mereka legowo, dan memberikan kesempatan Jokowi-JK memimpin dengan baik," kata Basarah, Rabu (10/9/2014) di Jakarta.

Anggota Komisi III DPR itu melanjutkan, Koalisi Merah Putih harus kembali merajut silaturahim dengan Jokowi-JK beserta partai pendukungnya. Alasannya, misi pembangunan bangsa harus melibatkan semua pihak dan tidak dapat dilakukan satu kelompok tertentu.


Meski demikian, Basarah menyadari besarnya tantangan Jokowi-JK dalam menjalankan pemerintahannya nanti. Pasalnya, jumlah partai pendukung Jokowi-JK di parlemen masih minoritas dibanding jumlah kursi Koalisi Merah Putih yang pada Pilpres 2014 lalu mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"Jumlah kursi mayoritas itu jangan sampai terkesan jadi alat untuk menghambat pemerintahan Jokowi-JK," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X