Bawaslu Selidiki Tuduhan Pelanggaran Pemilu lewat "Dropbox"

Kompas.com - 14/07/2014, 16:49 WIB
Anggota Badan Pengawas Pemilu Nelson Simanjuntak, di Kantor Bawaslu, Jakarta, Sabtu (7/6/2014). Arimbi RamadhianiAnggota Badan Pengawas Pemilu Nelson Simanjuntak, di Kantor Bawaslu, Jakarta, Sabtu (7/6/2014).
|
EditorFidel Ali Permana


JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Badan Pengawas Pemilu, Nelson Simanjuntak, mengatakan sedang menyelidiki tuduhan adanya pelanggaran pemilu lewat dropbox atau pos di Kuala Lumpur, Malaysia. Jika tuduhannya hanya karena memenangkan pasangan calon tertentu, maka ia tidak bisa menganggap hal tersebut sebagai pelanggaran pemilu.

"Ada tuduhan bahwa terjadi pelanggaran pemilihan suara melalui dropbox. Kami sedang menyelidiki itu, apa memang seperti itu," ujar Nelson di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin (14/7/2014).

Nelson menekankan, syarat utama metode pemilihan suara lewat dropbox atau pos adalah soal kejujuran. Ini karena dropbox hanya dititipkan di tempat WNI terkonsentrasi. Di perkebunan, misalnya, dropbox hanya dititipkan pada petugas keamanannya. Saat ada WNI yang mau memilih, mereka cukup memasukkan surat suara ke kotak suara atau dropbox yang dititipkan tersebut.

Kemudian, tambah Nelson, muncul laporan kecurangan karena jumlah suara tersebut memenangkan calon tertentu. Untuk memastikannya, Bawaslu sedang meminta keterangan kepada pengawas pemilu di Kuala Lumpur mengenai kronologi kejadian ini.


"Kalau dasarnya hanya mengatakan bahwa jumlah suaranya memenangkan pasangan calon tertentu, lalu diklaim sebagai curang. Itu tidak bisa juga disebut pelanggaran. Apa ada perbuatan pasangan calon yang pantas dicurigai?" sambung Nelson.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X