Kompas.com - 08/06/2014, 20:48 WIB
Calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Hatta Rajasa saling berpegangan tangan saat mengikuti acara Deklarasi Pemilu Berintegritas dan Damai di Jakarta, Selasa (3/6/2014). Deklarasi yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum ini menandai dimulainya masa kampanye pilpres dari 4 Juni hingga 5 Juli 2014. TRIBUNNEWS/DANY PERMANACalon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Hatta Rajasa saling berpegangan tangan saat mengikuti acara Deklarasi Pemilu Berintegritas dan Damai di Jakarta, Selasa (3/6/2014). Deklarasi yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum ini menandai dimulainya masa kampanye pilpres dari 4 Juni hingga 5 Juli 2014.
Penulis Febrian
|
EditorSandro Gatra


JAKARTA, KOMPAS.com
- Juru bicara tim pemenangan nasional pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Tantowi Yahya, merasa bahwa Prabowo yang paling banyak menjadi korban serangan kampanye hitam. Namun, menurut Tantowi, serangan tersebut justru membuat elektabilitas Prabowo-Hatta merangkak naik mendekati elektabilitas pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Ini kan fakta menarik. Selalu jadi objek kampanye hitam, kampanye negatif, tapi angka elektabilitasnya naik terus," kata Tantowi di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Minggu (8/6/2014).

Hal ini dinilai Tantowi sebagai bukti bahwa kondisi rakyat Indonesia sudah cerdas dalam mencerna beragam kampanye hitam yang beredar di berbagai media massa. Untuk itu, Tantowi mempersilakan pihak mana saja untuk terus melakukan serangan kampanye hitam. 

"Apapun serangan kampanye hitam, silakan, teruskan saja. Tim kami juga akan tetap bekerja mendulang kekuatan," ucap politisi Partai Golkar ini.

Sebelumnya, survei terakhir Populi Center dan Soegeng Sarjadi School of Government menunjukkan, elektabilitas Prabowo-Hatta mendekati Jokowi-JK.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Luar Jawa-Bali: Pintu Masuk Kedatangan Internasional Jalur Udara, Laut dan Darat Dibatasi

PPKM Luar Jawa-Bali: Pintu Masuk Kedatangan Internasional Jalur Udara, Laut dan Darat Dibatasi

Nasional
Batal Terapkan PPKM Level 3 Saat Nataru, Ini Pertimbangan Pemerintah

Batal Terapkan PPKM Level 3 Saat Nataru, Ini Pertimbangan Pemerintah

Nasional
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Luhut: Ada Revisi Inmendagri dan SE

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Luhut: Ada Revisi Inmendagri dan SE

Nasional
Sidang Perdana Azis Syamsuddin: Didakwa Suap, Diingatkan Tak Dekati Hakim

Sidang Perdana Azis Syamsuddin: Didakwa Suap, Diingatkan Tak Dekati Hakim

Nasional
Hillary Lasut Akui Kirim Surat Batalkan Permohonan Ajudan dari TNI

Hillary Lasut Akui Kirim Surat Batalkan Permohonan Ajudan dari TNI

Nasional
Aturan PPKM Level 3 Nataru Batal, Ini yang Bakal Diterapkan

Aturan PPKM Level 3 Nataru Batal, Ini yang Bakal Diterapkan

Nasional
PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Daerah Berstatus Level 1

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Daerah Berstatus Level 1

Nasional
Pengacara Nilai Tuntutan Hukuman Mati untuk Heru Hidayat Berlebihan

Pengacara Nilai Tuntutan Hukuman Mati untuk Heru Hidayat Berlebihan

Nasional
[POPULER NASIONAL] Situasi Covid-19 Terbaru Jelang Berakhirnya PPKM Luar Jawa-Bali | Survei Indikator tentang 5 Menteri Jokowi dengan Kinerja Terbaik

[POPULER NASIONAL] Situasi Covid-19 Terbaru Jelang Berakhirnya PPKM Luar Jawa-Bali | Survei Indikator tentang 5 Menteri Jokowi dengan Kinerja Terbaik

Nasional
Alasan Jaksa Tuntut Hukuman Mati Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat

Alasan Jaksa Tuntut Hukuman Mati Terdakwa Kasus Asabri Heru Hidayat

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati

Kasus Korupsi Asabri, Heru Hidayat Dituntut Hukuman Mati

Nasional
KPK: Kalau Tak Mau Laporkan Harta, Lebih Baik Berhenti Jadi Penyelenggara Negara

KPK: Kalau Tak Mau Laporkan Harta, Lebih Baik Berhenti Jadi Penyelenggara Negara

Nasional
Kemendagri: Realisasi Anggaran Daerah Tiap Akhir Tahun Cenderung Meningkat Signifikan

Kemendagri: Realisasi Anggaran Daerah Tiap Akhir Tahun Cenderung Meningkat Signifikan

Nasional
Jembatan Lumajang-Malang Putus akibat Erupsi Semeru, PUPR: Pasti Akan Rebuilding

Jembatan Lumajang-Malang Putus akibat Erupsi Semeru, PUPR: Pasti Akan Rebuilding

Nasional
Prabowo Sampaikan Apresiasi ke Pekerja Galangan yang Berhasil Membuat Kapal Cepat Rudal

Prabowo Sampaikan Apresiasi ke Pekerja Galangan yang Berhasil Membuat Kapal Cepat Rudal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.