Kompas.com - 08/01/2014, 11:22 WIB
Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, ketika berbincang dengan para blogger Kompasiana dalam acara Monthly Discussion (Modis) bertajuk 'Estafet Perjuangan Pahlawan Menuju Indonesia Maju' di Hotel All Seasons, Jakarta, Sabtu (9/11/2013). kompas.com/dani prabowoKetua Umum Partai Hanura, Wiranto, ketika berbincang dengan para blogger Kompasiana dalam acara Monthly Discussion (Modis) bertajuk 'Estafet Perjuangan Pahlawan Menuju Indonesia Maju' di Hotel All Seasons, Jakarta, Sabtu (9/11/2013).
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Hanura enggan cepat berpuas diri menyikapi survei Kompas yang menempatkan Wiranto sebagai tokoh senior yang dukungannya terus merangkak naik. Bagi Hanura, hasil positif ini akan dijadikan cambuk pelecut untuk memudahkan langkah Wiranto menuju kursi RI 1.

"Semua ini tentu tidak membuat kita berpuas diri, tetapi justru semakin memberi semangat kita untuk lebih giat lagi bekerja," kata Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin, saat dihubungi, Rabu (8/1/2014).

Saleh menuturkan, seluruh mesin partainya akan terus total menjalankan semua strategi untuk mendongkrak elektabilitas Wiranto dan Hanura. Target Hanura di pemilihan legislatif ia patok mencapai dua digit dari seluruh suara nasional, atau minimal berada di posisi tiga besar dari seluruh partai politik peserta pemilu.

Sekretaris Fraksi Partai Hanura di DPR itu melanjutkan, sejauh ini, strategi yang dilakukan partainya didukung oleh semua kader dan calon anggota legislatif dari pusat sampai ke pelosok daerah. Saleh mengklaim, Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo hampir setiap hari terjun ke bawah menemui masyarakat dalam berbagai kegiatan, seperti bakti sosial dan lainnya.

"Kita akan lebih all out lagi dengan berbagai strategi yang tidak bisa kita buka ke publik, tapi mulai menampakkan hasil positif. Kita yakin elektabilitas ini akan terus naik di sisa waktu yang ada," pungkasnya.

Wiranto sempat menjadi kandidat yang mendapatkan dukungan paling jeblok pada survei pertama Kompas, Desember 2012. Namun, secara bertahap, Wiranto mencatatkan lompatan-lompatan capaian dukungan selama 2013.

Dengan mendapat dukungan 1,6 persen dari 1.400 responden survei ini pada Desember 2012, perlahan Wiranto mengumpulkan tambahan dukungan menjadi 3,3 persen pada Juni 2013. Pada pengujung 2013, dukungan untuk Wiranto kembali melompat ke posisi 6,3 persen.

Kondisi ini berkebalikan dengan dua koleganya sesama tokoh senior, Megawati Soekarnoputri dan Jusuf Kalla. Megawati, yang masih mendapat dukungan mantap pada survei periode pertama, pada survei ketiga justru sudah berada di bawah Wiranto dengan angka dukungan 6,1 persen. Setali tiga uang, Kalla yang pada survei pertama masih mendapatkan dukungan 6,7 persen responden harus mendapati bahwa angka dukungan itu terus melorot dari waktu ke waktu. Setelah anjlok menjadi 4,5 persen pada survei Juni 2013, perolehan dukungan Kalla kembali melorot ke 3,1 persen pada Desember 2013.

Kompas menggelar survei untuk memetakan tokoh yang masih punya kans berlaga pada Pemilu Presiden 2014. Enam nama masuk jajaran yang dinilai mendapatkan dukungan signifikan. Selain ketiga tokoh senior di atas, tiga kandidat lain adalah Joko Widodo, Prabowo Subianto, dan Aburizal Bakrie. Hasil survei selengkapnya dapat dibaca pada Harian Kompas edisi Rabu (8/1/2014).Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjanjian Ekstradisi Diteken, Koruptor hingga Teroris Tak Lagi Bisa Bersembunyi di Singapura

Perjanjian Ekstradisi Diteken, Koruptor hingga Teroris Tak Lagi Bisa Bersembunyi di Singapura

Nasional
Jokowi: Kita Harapkan Vaksinasi Booster Mencegah Penyebaran Varian Omicron

Jokowi: Kita Harapkan Vaksinasi Booster Mencegah Penyebaran Varian Omicron

Nasional
Ma'ruf Amin Sebut MUI Ujung Tombak Indonesia Jadi Pusat Industri Halal

Ma'ruf Amin Sebut MUI Ujung Tombak Indonesia Jadi Pusat Industri Halal

Nasional
Berhasil Diambil Alih di Era Jokowi, Begini Awal Mula Ruang Udara RI Dikuasai Singapura

Berhasil Diambil Alih di Era Jokowi, Begini Awal Mula Ruang Udara RI Dikuasai Singapura

Nasional
Pernyataan Bupati Langkat Soal Kerangkeng untuk Rehabilitasi Dimentahkan BNN

Pernyataan Bupati Langkat Soal Kerangkeng untuk Rehabilitasi Dimentahkan BNN

Nasional
Sejarah FIR Indonesia Dikuasai Singapura sejak Era Kemerdekaan dan Kini Diambil Alih

Sejarah FIR Indonesia Dikuasai Singapura sejak Era Kemerdekaan dan Kini Diambil Alih

Nasional
Pengacara Didit Wijayanto Wijaya Didakwa Merintangi Penyidikan Korupsi di LPEI

Pengacara Didit Wijayanto Wijaya Didakwa Merintangi Penyidikan Korupsi di LPEI

Nasional
Eksepsi Eks Anggota DPR Yudi Widiana Ditolak, PN Tipikor Bandung Lanjutkan Persidangan

Eksepsi Eks Anggota DPR Yudi Widiana Ditolak, PN Tipikor Bandung Lanjutkan Persidangan

Nasional
PM Singapura: Saya Harap Dapat Bekerja Lebih Erat dengan Presiden Jokowi

PM Singapura: Saya Harap Dapat Bekerja Lebih Erat dengan Presiden Jokowi

Nasional
KPK Perpanjang Penahanan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

KPK Perpanjang Penahanan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

Nasional
V20 Ungkap Rekomendasi untuk Susun Kebijakan Multilateral di Pertemuan G20

V20 Ungkap Rekomendasi untuk Susun Kebijakan Multilateral di Pertemuan G20

Nasional
KPK Nilai Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Beri Dukungan terhadap Pemberantasan Korupsi

KPK Nilai Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura Beri Dukungan terhadap Pemberantasan Korupsi

Nasional
Kronologi Terbongkarnya Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Berawal dari OTT KPK Hingga Sudah Berdiri 10 Tahun

Kronologi Terbongkarnya Kerangkeng Manusia Bupati Langkat: Berawal dari OTT KPK Hingga Sudah Berdiri 10 Tahun

Nasional
KPK Terapkan TPPU Terkait Dugaan Korupsi di Buru Selatan

KPK Terapkan TPPU Terkait Dugaan Korupsi di Buru Selatan

Nasional
Jokowi Luncurkan Pelepasan Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina

Jokowi Luncurkan Pelepasan Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.