Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hidayat Nur Wahid-Anis Matta Saling Dukung di Pemira PKS

Kompas.com - 04/01/2014, 10:47 WIB
Ihsanuddin

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid dan Presiden PKS Anis Matta saling menjagokan satu sama lain di ajang pemilihan rakyat (pemira) PKS. Hidayat mengaku menjagokan Anis ia dinilai tokoh muda yang lebih kompeten dibandingkan dirinya.

"Pak Anis tokoh yang lebih muda, energik, dan visioner," kata Hidayat di Jakarta, Sabtu, (4/1/2014).

Terpilihnya Anis sebagai bakal calon presiden PKS dapat mendorong proses regenerasi politik di PKS maupun Indonesia. Tokoh-tokoh muda seperti Anis dinilai bisa membawa perubahan bagi bangsa dan negara.

Dia juga mengaku mengapresiasi usulan Anis yang mengadakan Pemira. Menurutnya, hal ini mampu menciptakan demokrasi di dalam suatu partai. "Kita apresiasi partai dan Pak Anis Matta yang sudah mengadakan pemira ini, ini bukti kompetennya Pak Anis," ujar dia.

Selain Anis, Hidayat juga mengaku mendukung kandidat lainnya, Ahmad Heryawan yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Sama dengan Anis, menurutnya pria yang akrab disapa Aher itu juga merupakan tokoh muda yang mempunyai peluang di kancah nasional.

Sebelumnya, Anis sendri mengaku lebih suka Hidayat yang bakal calon presiden. Anis menjelaskan, karier Hidayat di dunia politik lebih mengkilap. Terlebih, sebelum menjadi Ketua Fraksi PKS di DPR, Hidayat juga dianggapnya sukses saat menjabat sebagai Ketua MPR di periode 2004-2009.

"Sebenarnya lebih berpeluang dia (Hidayat) karena sukses pimpin MPR dan dari suku Jawa. Saya kan dari suku minoritas," kata Anis di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (3/1/2014) malam.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Respons KPK Soal Harun Masiku Nyaris Tertangkap pada 2021

Respons KPK Soal Harun Masiku Nyaris Tertangkap pada 2021

Nasional
55.000 Jemaah Haji Indonesia Ikuti Murur di Muzdalifah Usai Wukuf

55.000 Jemaah Haji Indonesia Ikuti Murur di Muzdalifah Usai Wukuf

Nasional
Anggota Komisi I DPR Dukung Kemenkominfo Ancam Blokir X/Twitter karena Izinkan Konten Porno

Anggota Komisi I DPR Dukung Kemenkominfo Ancam Blokir X/Twitter karena Izinkan Konten Porno

Nasional
Sindir Wacana Bansos untuk Penjudi Online, Kriminolog: Sekalian Saja Kasih Koruptor yang Dimiskinkan...

Sindir Wacana Bansos untuk Penjudi Online, Kriminolog: Sekalian Saja Kasih Koruptor yang Dimiskinkan...

Nasional
Pemerintah Semestinya Bikin Orang Lepas dari Judi Online, Bukan Memberikan Bansos

Pemerintah Semestinya Bikin Orang Lepas dari Judi Online, Bukan Memberikan Bansos

Nasional
Soal Duet Anies dan Kaesang, PKS: Status Anak Jokowi Belum Tentu Jadi Nilai Tambah

Soal Duet Anies dan Kaesang, PKS: Status Anak Jokowi Belum Tentu Jadi Nilai Tambah

Nasional
Kepala BNPT Apresiasi Densus 88 yang Proaktif Tangkap Residivis Teroris di Cikampek

Kepala BNPT Apresiasi Densus 88 yang Proaktif Tangkap Residivis Teroris di Cikampek

Nasional
Pertamina Luncurkan 'Gerbang Biru Ciliwung' untuk Kembangkan Ekosistem Sungai

Pertamina Luncurkan "Gerbang Biru Ciliwung" untuk Kembangkan Ekosistem Sungai

Nasional
Kriminolog Nilai Penjudi Online Mesti Dipandang sebagai Pelaku Pidana

Kriminolog Nilai Penjudi Online Mesti Dipandang sebagai Pelaku Pidana

Nasional
Harun Masiku Nyaris Diringkus di 2021, tapi Gagal Akibat KPK Ribut Internal

Harun Masiku Nyaris Diringkus di 2021, tapi Gagal Akibat KPK Ribut Internal

Nasional
Satgas Pangan Polri Awasi Impor Gula yang Masuk ke Tanjung Priok Jelang Idul Adha 2024

Satgas Pangan Polri Awasi Impor Gula yang Masuk ke Tanjung Priok Jelang Idul Adha 2024

Nasional
Eks Penyidik KPK Curiga Harun Masiku Tak Akan Ditangkap, Cuma Jadi Bahan 'Bargain'

Eks Penyidik KPK Curiga Harun Masiku Tak Akan Ditangkap, Cuma Jadi Bahan "Bargain"

Nasional
Sosiolog: Penjudi Online Bisa Disebut Korban, tapi Tak Perlu Diberi Bansos

Sosiolog: Penjudi Online Bisa Disebut Korban, tapi Tak Perlu Diberi Bansos

Nasional
KPK Hampir Tangkap Harun Masiku yang Nyamar Jadi Guru di Luar Negeri, tapi Gagal karena TWK

KPK Hampir Tangkap Harun Masiku yang Nyamar Jadi Guru di Luar Negeri, tapi Gagal karena TWK

Nasional
Minta Kemenag Antisipasi Masalah Saat Puncak Haji, Timwas Haji DPR: Pekerjaan Kita Belum Selesai

Minta Kemenag Antisipasi Masalah Saat Puncak Haji, Timwas Haji DPR: Pekerjaan Kita Belum Selesai

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com