Bareskrim Polri Sita Brankas dari Rumah Heru Sulastyono

Kompas.com - 08/11/2013, 22:49 WIB
Sejumlah petugas Bareskrim Polri nampak membawa sebuah brankas berukuran kecil ke ruang penyitaan, Jumat (8/11/2013). Brankas tersebut merupakan milik Heru Sulastyono, Kasubdit Ekspor dan Impor Ditjen Bea dan Cukai nonaktif, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap dalam bentuk polis asuransi sebesar Rp 11,4 miliar dari Komisaris PT Tanjung Jati Utama (TJU), Yusran Arif. kompas.com/dani prabowoSejumlah petugas Bareskrim Polri nampak membawa sebuah brankas berukuran kecil ke ruang penyitaan, Jumat (8/11/2013). Brankas tersebut merupakan milik Heru Sulastyono, Kasubdit Ekspor dan Impor Ditjen Bea dan Cukai nonaktif, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap dalam bentuk polis asuransi sebesar Rp 11,4 miliar dari Komisaris PT Tanjung Jati Utama (TJU), Yusran Arif.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menyita satu brankas milik Kepala Sub-Direktorat Ekspor dan Impor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan nonaktif, Heru Sulastyono, Jumat (8/11/2013). Heru merupakan salah satu tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap dalam bentuk polis asuransi senilai Rp 11,4 miliar.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, brankas tersebut dibawa mobil Nissan Serena silver B 1595 QH. Brangkas tersebut diambil langsung oleh Kasubdit Money Laundring Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Agung Setya bersama dua penyidik di kediaman tersangka yang terletak di Perum Sutera Renata Alba Utama Nomor 3, Alam Sutera, Serpong, Tangerang, Banten.

Saat pengambilan, tampak tersangka Heru juga turut dibawa penyidik. Setibanya di Bareskrim Polri, brankas besi berwarna hitam berukuran 60 sentimeter x 60 sentimeter itu tampak berat. Empat orang petugas harus mengeluarkan brankas itu dari dalam mobil. Brangkas tersebut diangkat ke atas troli lalu dibawa ke ruang penyimpanan yang terletak di lantai satu gedung Bareskrim Polri.

Hingga saat ini, belum diketahui apakah isi brankas tersebut. "Kita berharap ada dokumen-dokumen penting di dalamnya," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Arief Sulistyanto di Bareskrim Polri, Jumat.

Seperti diberitakan, Heru diduga menerima suap sebesar Rp 11,4 miliar dari Komisaris PT Tanjung Jati Utama (TJU), Yusran Arif. Suap tersebut diberikan dalam kurun waktu 2005-2007 saat Heru masih menjabat sebagai Kepala Penindakan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Penyidik masih mendalami motif pemberian suap itu. Diduga, suap tersebut diberikan sebagai upaya Yusran untuk menghindari audit pajak dari yang akan dilakukan Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu.

Bareskrim menangkap Heru dan Yusran secara terpisah di kediamannya masing-masing, Selasa (29/10/2013). Heru ditangkap di rumahnya sekitar pukul 01.00 WIB. Adapun Yusran ditangkap di rumahnya yang terletak di Jalan H Aselih RT 11 RW 01 No. 49, Ciganjur, Kelurahan Cipedak, Jagakarsa.

Heru Sulastyono dan Yusran Arif dijerat dengan pasal yang sama, yaitu Pasal 3, Pasal 6 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2012 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2003 dan Pasal 3, Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Selain itu, keduanya juga disangka dengan Pasal 5 ayat (2), Pasal 12 Huruf a dan b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MK Terima 132 Permohonan Sengketa Hasil Pilkada 2020

MK Terima 132 Permohonan Sengketa Hasil Pilkada 2020

Nasional
Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Mandiri Mungkin Bisa Diberikan asal Merek Beda

Jokowi: Vaksinasi Covid-19 Mandiri Mungkin Bisa Diberikan asal Merek Beda

Nasional
Jokowi Prediksi Industri Pangan, Farmasi dan Teknologi Akan Bertahan di Masa Pandemi

Jokowi Prediksi Industri Pangan, Farmasi dan Teknologi Akan Bertahan di Masa Pandemi

Nasional
KPUD Diminta Persiapkan Ini untuk Hadapi Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020

KPUD Diminta Persiapkan Ini untuk Hadapi Sidang Sengketa Hasil Pilkada 2020

Nasional
Puan Harap Pelantikan Joe Biden Berdampak pada Stabilitas dan Perdamaian Dunia

Puan Harap Pelantikan Joe Biden Berdampak pada Stabilitas dan Perdamaian Dunia

Nasional
Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Pandemi, Kepala Bappenas: Kita Harus Seperti Mengangkat Dua Sayap Angsa

Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Pandemi, Kepala Bappenas: Kita Harus Seperti Mengangkat Dua Sayap Angsa

Nasional
Muda dan Berprestasi, Indra Rudiansyah Bantu Ciptakan Vaksin Oxford untuk Hadapi Pandemi

Muda dan Berprestasi, Indra Rudiansyah Bantu Ciptakan Vaksin Oxford untuk Hadapi Pandemi

Nasional
Wakil Ketua DPR Harap Komjen Listyo Sigit Bawa Polri Makin Maju dan Profesional

Wakil Ketua DPR Harap Komjen Listyo Sigit Bawa Polri Makin Maju dan Profesional

Nasional
Opsi Vaksinasi Covid-19 Mandiri yang Semakin Menguat

Opsi Vaksinasi Covid-19 Mandiri yang Semakin Menguat

Nasional
Menparekraf Sandiaga Uno Temui Pimpinan KPK, Bahas Kerja Sama Pengelolaan Anggaran

Menparekraf Sandiaga Uno Temui Pimpinan KPK, Bahas Kerja Sama Pengelolaan Anggaran

Nasional
Anggota Komisi I Harap Pemerintahan Joe Biden Bisa Jadi Mitra Penting Indonesia Perangi Pandemi Covid-19

Anggota Komisi I Harap Pemerintahan Joe Biden Bisa Jadi Mitra Penting Indonesia Perangi Pandemi Covid-19

Nasional
Periksa Edhy Prabowo, KPK Konfirmasi soal Telepon Genggam hingga Uang Sitaan

Periksa Edhy Prabowo, KPK Konfirmasi soal Telepon Genggam hingga Uang Sitaan

Nasional
UPDATE: Tambah 61 di Turki, Kini 2.923 Kasus Covid-19 WNI di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 61 di Turki, Kini 2.923 Kasus Covid-19 WNI di Luar Negeri

Nasional
Bareskrim Limpahkan Berkas Perkara Kasus RS Ummi ke Jaksa

Bareskrim Limpahkan Berkas Perkara Kasus RS Ummi ke Jaksa

Nasional
Jokowi Ucapkan Selamat atas Pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS

Jokowi Ucapkan Selamat atas Pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X