Adrianus Meliala Sangkal soal Rekening Gendut Calon Kapolri

Kompas.com - 10/09/2013, 22:54 WIB
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala. KOMPAS.com/ROBERTUS BELARMINUSAnggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra Liauw

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Adrianus Meliala menyangkal pernah memberikan pernyataan soal adanya tiga calon pengganti Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo yang memiliki rekening gendut. Menurutnya, pernyataannya soal pemilik rekening gendut itu ditujukan kepada perwira tinggi (pati) Polri.

"Saya hanya menyatakan ada tiga pati Polri yang diklarifikasi soal harta kekayaannya dan mereka sudah menjelaskan tentang harta kekayaannya itu. Tetapi, itu bukan soal rekening gendut," kata Adrianus dalam keterangan yang diberikan kepada wartawan, Selasa (10/9/2013).

Pernyataan Adrianus itu tentu saja bertentangan dengan pernyataan sebelumnya saat dijumpai wartawan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menambahkan, Kompolnas tidak memiliki hak untuk menyimpulkan apakah seorang pati Polri terindikasi memiliki rekening gendut atau tidak. 

"Itu bukan tugas Kompolnas (menyampaikannya)," ujarnya.


Sebelumnya, ketika ditemui di Gedung KPK, Adrianus mengatakan, ada tiga calon kapolri yang terindikasi memiliki rekening gendut. Hal itu disampaikannya saat hendak menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggaraan negara (LHKPN) miliknya ke KPK, Senin (9/9/2013).

"Ada tiga nama yang terindikasi (rekening gendut)," katanya di Gedung KPK Jakarta. 

Adrianus mengatakan, informasi tersebut dihimpun dari masyarakat dan sudah dilaporkan kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto. Nantinya, laporan tersebut juga akan diteruskan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

"Kami mewakili publik saja, ada yang menyebutkan ada laporan si bapak ini ada rekening gendut, hal itu kami masukkan ke dalam laporan ke Presiden. Bahwa dia mau bohong, terserah. Kami tidak menginterogasi, tidak juga mencari kesalahan. Kalau berbohong, dia pertanggungjawabkan kepada masyarakat," tambahnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X