Paham Terorisme di Indonesia Disebarkan secara Sporadis

Kompas.com - 04/09/2013, 22:30 WIB
Polisi antiteror menggelandang terduga teroris David usai menggeledah rumah terduga teroris lainnya, Ibrahim Sungkar di Kampung Losari, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/5/2013). Dari rumah Ibrahim disita barang bukti, antara lain 25 kg serbuk potasium, sejumlah golok dan pisau, serta buku-buku.

KOMPAS/SRI REJEKIPolisi antiteror menggelandang terduga teroris David usai menggeledah rumah terduga teroris lainnya, Ibrahim Sungkar di Kampung Losari, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/5/2013). Dari rumah Ibrahim disita barang bukti, antara lain 25 kg serbuk potasium, sejumlah golok dan pisau, serta buku-buku.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHeru Margianto
JAKARTA, KOMPAS.com — Pola kaderisasi calon "pengantin" atau relawan bunuh diri yang ada saat ini tidak lagi menggunakan pola sentralistik. Pola sporadis (menyebar) dinilai lebih efektif dan efisien dalam penyebaran ajaran teroris. 

"Awalnya, para calon pengantin itu direkrut melalui sebuah operasi yang dipusatkan di Poso," kata Kapolres Poso AKBP Susnadi saat ditemui wartawan usai penutupan apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) yang diikuti jajaran kapolres se-Indonesia di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Rabu (4/9/2013).

Menurut Susnadi, kelompok teroris yang saat ini tersebar di sejumlah daerah merupakan binaan "alumnus" Poso. Para alumnus Poso ini dulunya juga merupakan hasil kaderisasi dari sejumlah daerah dengan pola lama, yakni sentralistik.

Setelah diberi sejumlah pelatihan, baik itu latihan perang maupun pembuatan bom, Susnadi mengatakan, para alumnus Poso itu langsung disebar ke sejumlah daerah untuk kembali melakukan perekrutan. Namun, bedanya, para alumnus Poso itu tidak perlu membawa para calon "pengantin" ke Poso terlebih dahulu untuk dibina.

"Mereka merekrut, kemudian diberi pelatihan di daerah itu, lalu mencari dana dan membuat bom juga di sana," katanya.

Pasca-insiden penembakan terhadap sejumlah polisi beberapa waktu lalu di Tangerang, Susnadi mengatakan jika ia langsung dihubungi Mabes Polri guna mencocokkan pelaku penembakan dengan pola kelompok teroris yang ada di Poso. Menurutnya, ada kesamaan pola antara pelaku penembakan dengan kelompok teroris yang ada di Poso.

"Mentornya ada di sana. Mereka itu mantan dari Afganistan dan Mindanao," terangnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X