KSAD Baru Tak Ingin Stabilitas Keamanan 2014 Terlambat Diantisipasi

Kompas.com - 30/08/2013, 05:28 WIB
Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro (kiri) didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Budiman (kanan) meninjau helikopter jenis Bell 412 EP produksi PT Dirgantara Indonesia (PT DI) saat acara penyerahan untuk TNI di hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/3/2012). Tiga unit helikopter tersebut, dua unit di antaranya untuk TNI Angkatan Darat dan satu unit untuk TNI Angkatan Laut. Penyerahan tiga helikopter tersebut merupakan awal dari rencana pengadaan penambahan alutsista helikopter tahun 2010-2014 yang mencapai 20 unit helikopter jenis tersebut untuk TNI. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro (kiri) didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Budiman (kanan) meninjau helikopter jenis Bell 412 EP produksi PT Dirgantara Indonesia (PT DI) saat acara penyerahan untuk TNI di hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/3/2012). Tiga unit helikopter tersebut, dua unit di antaranya untuk TNI Angkatan Darat dan satu unit untuk TNI Angkatan Laut. Penyerahan tiga helikopter tersebut merupakan awal dari rencana pengadaan penambahan alutsista helikopter tahun 2010-2014 yang mencapai 20 unit helikopter jenis tersebut untuk TNI.
Penulis Suhartono
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Letnan Jenderal TNI Budiman menyatakan, 2014 merupakan tahun politik yang penuh dinamika dan tantangan. Oleh sebab itu, TNI AD tak mau terlambat menangani dan mengantisipasi eskalasi tantangan dan ancaman setiap saat.

"Pada 2014, selain suksesi kepemimpinan melalui pemilihan presiden dan wakil presiden pada Juli 2014, juga dilaksanakannya pemilihan umum (pemilu) legislatif pada April 2014. Dua agenda besar negara itu harus dilaksanakan dengan lancar dan aman serta demokratis. Oleh sebab itu, selain harus profesional dan sabar menanganinya, TNI-AD juga tak boleh terlambat mengantisipasinya," ujar Budiman kepada Kompas, Kamis (29/8/2013) malam di Jakarta.

Menurut mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, yang pernah menjadi Sekretaris Militer Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu, menghadapi tantangan tersebut mau tidak mau TNI AD yang akan dipimpinnya harus menjadi TNI yang profesional dan modern.

"Dalam negara yang semakin demokratis, TNI AD harus mengantisipasi dan menyikapi segala dinamika yang berkembang dengan baik dan saksama agar stabilitas keamanan terus terjaga," tambah lulusan terbaik Akademi Militer Nasional angkatan tahun 1978 itu.

Terkait penunjukannya sebagai KSAD menggantikan Jenderal TNI Moeldoko yang terpilih menjadi Panglima TNI, Budiman mengatakan dia bersyukur kepada Tuhan. "Oleh karena itu, saat pelantikan, Jumat (30/8/2013), saya akan hadir bersama keluarga, juga bersama orangtua saya," paparnya. Setelah pelantikan ini, serah terima jabatan dijadwalkan berlangsung pada Senin (2/9/2013) di Markas Besar TNI AD.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPI Jadikan Rekomendasi Komnas HAM Sebagai Acuan Pembuatan Aturan Penanganan Perundungan dan Kekerasan Seksual

KPI Jadikan Rekomendasi Komnas HAM Sebagai Acuan Pembuatan Aturan Penanganan Perundungan dan Kekerasan Seksual

Nasional
Polri Belum Terima Informasi Resmi soal Reuni 212 di Masjid Az Zikra Bogor

Polri Belum Terima Informasi Resmi soal Reuni 212 di Masjid Az Zikra Bogor

Nasional
Pemerintah-DPR Didorong Kaji Ulang Isi UU Cipta Kerja, Pastikan Tak Ada yang Bertentangan dengan UUD 1945

Pemerintah-DPR Didorong Kaji Ulang Isi UU Cipta Kerja, Pastikan Tak Ada yang Bertentangan dengan UUD 1945

Nasional
Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Saksi Komnas HAM Beberkan Proses Penyelidikan

Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Saksi Komnas HAM Beberkan Proses Penyelidikan

Nasional
11 Anak Perempuan Korban Predator Seks Lewat Game 'Free Fire' Tersebar di Sumatera hingga Papua

11 Anak Perempuan Korban Predator Seks Lewat Game "Free Fire" Tersebar di Sumatera hingga Papua

Nasional
Ketua Komisi VIII Sebut Arab Saudi Prioritaskan Jemaah Indonesia untuk Berangkat Haji

Ketua Komisi VIII Sebut Arab Saudi Prioritaskan Jemaah Indonesia untuk Berangkat Haji

Nasional
Selesai Resmikan Bendungan, Jokowi Ikut Tanam Padi Bareng Petani di Trenggalek

Selesai Resmikan Bendungan, Jokowi Ikut Tanam Padi Bareng Petani di Trenggalek

Nasional
Tiga Skenario Gelombang Ketiga Kasus Covid-19 di Indonesia

Tiga Skenario Gelombang Ketiga Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Korban Predator Seksual di Game Free Fire Dipaksa Video Call Seks dengan Imbalan Diamond

Korban Predator Seksual di Game Free Fire Dipaksa Video Call Seks dengan Imbalan Diamond

Nasional
KPK: 6.310 Barang Gratifikasi Jadi Milik Negara, Nilainya Rp 171 Miliar

KPK: 6.310 Barang Gratifikasi Jadi Milik Negara, Nilainya Rp 171 Miliar

Nasional
Jokowi: Stok Beras Baik, Kita Belum Impor Sama Sekali

Jokowi: Stok Beras Baik, Kita Belum Impor Sama Sekali

Nasional
Menag Yaqut Dicecar soal Pernyataan 'Kemenag Hadiah untuk NU' oleh Anggota DPR

Menag Yaqut Dicecar soal Pernyataan "Kemenag Hadiah untuk NU" oleh Anggota DPR

Nasional
Saksi Komnas HAM: 4 Laskar FPI Dibunuh di Luar Proses Hukum, Aparat Tidak Berupaya Mencegah

Saksi Komnas HAM: 4 Laskar FPI Dibunuh di Luar Proses Hukum, Aparat Tidak Berupaya Mencegah

Nasional
Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire Ditangkap Polisi

Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire Ditangkap Polisi

Nasional
Menag: Kalau Umrah Bisa Diselenggarakan dengan Baik, Ibadah Haji Akan Terbuka Lebar

Menag: Kalau Umrah Bisa Diselenggarakan dengan Baik, Ibadah Haji Akan Terbuka Lebar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.