Kompas.com - 28/06/2013, 16:49 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Sefti Sanustika, istri terdakwa kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kuota impor daging sapi, Ahmad Fathanah, mengaku tidak mengenal Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi. Hal ini diungkapkan Sefti seusai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi selama lebih kurang dua jam sebagai saksi kasus impor daging sapi, Jumat (28/6/2013).

“Saya kan enggak kenal dengan Ibu Elizabeth, saya hanya melengkapi berkas yang kemarin saja,” kata Sefti saat meninggalkan Gedung KPK.

Sefti juga mengaku tidak tahu ihwal pertemuan di Medan antara Maria dan Menteri Pertanian Suswono, yang difasilitasi mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq dengan dibantu Fathanah.

“Enggak, enggak tahu,” ujar Sefti.

Istri keempat Fathanah ini juga mengaku tidak pernah mendampingi suaminya untuk bertemu dengan pejabat Kementerian Pertanian dalam rangka mengurus proyek daging sapi.

KPK memeriksa Sefti sebagai saksi karena dianggap tahu seputar kasus kuota impor daging sapi. Tersangka Maria Elizabeth Liman adalah pihak yang diduga memberikan uang kepada Fathanah dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq.

Kini, Fathanah dan Luthfi berstatus sebagai terdakwa yang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Nama Sefti juga disebut dalam surat dakwaan Luthfi. Menurut dakwaan, Sefti dan Nurhasan menyerahkan uang dari Fathanah untuk Luthfi di SPBU Pertamina Pancoran, Jakarta Selatan, sekitar 27 Oktober 2012. Uang senilai Rp 200 juta tersebut dikemas dalam sebuah tas dan dipergunakan Luthfi untuk membayar hewan kurban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jokowi Terima Kunjungan Kehormatan Menlu Serbia, Bahas Kerja Sama Perdagangan

    Jokowi Terima Kunjungan Kehormatan Menlu Serbia, Bahas Kerja Sama Perdagangan

    Nasional
    Wamenkes: Saat Ini Covid-19 Belum Endemi, tapi Pandemi yang Terkendali

    Wamenkes: Saat Ini Covid-19 Belum Endemi, tapi Pandemi yang Terkendali

    Nasional
    Elektabilitasnya Rendah, Cak Imin Dinilai Hanya Bercanda soal Syarat Diusung Capres

    Elektabilitasnya Rendah, Cak Imin Dinilai Hanya Bercanda soal Syarat Diusung Capres

    Nasional
    Siapa Harun Masiku yang Jadi Buronan KPK dan Mengapa Sulit Ditangkap?

    Siapa Harun Masiku yang Jadi Buronan KPK dan Mengapa Sulit Ditangkap?

    Nasional
    KPU: Pemilu Ajang Legal Meraih atau Pertahankan Kekuasaan, Tensi Politik Akan Tinggi

    KPU: Pemilu Ajang Legal Meraih atau Pertahankan Kekuasaan, Tensi Politik Akan Tinggi

    Nasional
    Wamenkes Merasa Pede Libur Lebaran Tak Tingkatkan Kasus Covid-19

    Wamenkes Merasa Pede Libur Lebaran Tak Tingkatkan Kasus Covid-19

    Nasional
    Penolakan Gubernur Lantik Penjabat Dinilai karena Dampak Ketiadaan Regulasi soal Pemilihan

    Penolakan Gubernur Lantik Penjabat Dinilai karena Dampak Ketiadaan Regulasi soal Pemilihan

    Nasional
    Kapolri: Pemilu 2024 Jauh Lebih Kompleks, Perlu Pengamanan Lebih Awal

    Kapolri: Pemilu 2024 Jauh Lebih Kompleks, Perlu Pengamanan Lebih Awal

    Nasional
    Pimpinan Komisi II Sebut Gubernur Harus Lantik Penjabat yang Ditunjuk Mendagri

    Pimpinan Komisi II Sebut Gubernur Harus Lantik Penjabat yang Ditunjuk Mendagri

    Nasional
    MAKI: Koruptor Seharusnya Dituntut 20 Tahun atau Seumur Hidup

    MAKI: Koruptor Seharusnya Dituntut 20 Tahun atau Seumur Hidup

    Nasional
    Jokowi Beri Tugas Khusus Lagi buat Luhut, Kali Ini Urusan Minyak Goreng

    Jokowi Beri Tugas Khusus Lagi buat Luhut, Kali Ini Urusan Minyak Goreng

    Nasional
    Wamenkes: Kalau Kasus Hepatitis Akut Merebak Cepat, Kita Bentuk Satgas

    Wamenkes: Kalau Kasus Hepatitis Akut Merebak Cepat, Kita Bentuk Satgas

    Nasional
    KPK: Analisis Vonis Kasus Korupsi 2021 ICW Salah Kaprah

    KPK: Analisis Vonis Kasus Korupsi 2021 ICW Salah Kaprah

    Nasional
    Mentan: Hewan Kurban Tak Berasal dari Daerah Zona Merah PMK

    Mentan: Hewan Kurban Tak Berasal dari Daerah Zona Merah PMK

    Nasional
    Namanya Diganti Jadi Partai Mahasiswa Indonesia, Parkindo 1945: Ini Cacat Hukum

    Namanya Diganti Jadi Partai Mahasiswa Indonesia, Parkindo 1945: Ini Cacat Hukum

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.