Kompas.com - 28/06/2013, 16:13 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Sefti Sanustika, istri terdakwa kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kuota impor daging sapi, Ahmad Fathanah, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi selama lebih kurang dua jam, Jumat (28/6/2013). Sefti yang diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi dengan tersangka Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman datang dengan menumpang mobil mewah Mercedes-Benz SLK 200 merah bernomor polisi B 151 HHH. Namun, ketika meninggalkan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, istri keempat Fathanah itu tampak menggunakan Toyota Avanza.

Ketika ditanyakan mengenai mobil mewah yang dinaikinya ketika datang, Sefti mengatakan, mobil Mercedes mewah yang dia tumpangi saat berangkat tersebut bukanlah miliknya.

“Bukan, itu punya temanku, teman duet, tadi habis ngomongin masalah single,” kata Sefti.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai pemeriksaan yang baru dijalaninya, Sefti mengaku tidak kenal dengan tersangka Maria Elizabeth Liman.

“Tadi cuma melengkapi berkas yang kemarin saja, saya kan enggak kenal sama Ibu Elizabeth,” ucapnya.

Kepada wartawan, Sefti tidak banyak berkomentar. Dia tampak menghindari sorotan wartawan dan langsung meninggalkan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Sefti sempat kejar-kejaran dengan kerumunan pewarta yang terus mencecarnya dengan pertanyaan-pertanyaan. Hingga sampai di gerbang terluar Gedung KPK, sempat terjadi insiden kecil. Seorang wartawan terjatuh ke saluran air di luar Gedung KPK karena berebut mengambil gambar Sefti yang masuk ke Avanza hitam.

Adapun Sefti diperiksa karena dia dianggap tahu seputar kasus kuota impor daging sapi. Tersangka Maria Elizabeth Liman adalah pihak yang diduga memberikan uang kepada Fathanah dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq. Kini, Fathanah dan Luthfi berstatus sebagai terdakwa yang menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Wamenkes Merasa Pede Libur Lebaran Tak Tingkatkan Kasus Covid-19

    Wamenkes Merasa Pede Libur Lebaran Tak Tingkatkan Kasus Covid-19

    Nasional
    Penolakan Gubernur Lantik Penjabat Dinilai karena Dampak Ketiadaan Regulasi soal Pemilihan

    Penolakan Gubernur Lantik Penjabat Dinilai karena Dampak Ketiadaan Regulasi soal Pemilihan

    Nasional
    Kapolri: Pemilu 2024 Jauh Lebih Kompleks, Perlu Pengamanan Lebih Awal

    Kapolri: Pemilu 2024 Jauh Lebih Kompleks, Perlu Pengamanan Lebih Awal

    Nasional
    Pimpinan Komisi II Sebut Gubernur Harus Lantik Penjabat yang Ditunjuk Mendagri

    Pimpinan Komisi II Sebut Gubernur Harus Lantik Penjabat yang Ditunjuk Mendagri

    Nasional
    MAKI: Koruptor Seharusnya Dituntut 20 Tahun atau Seumur Hidup

    MAKI: Koruptor Seharusnya Dituntut 20 Tahun atau Seumur Hidup

    Nasional
    Jokowi Beri Tugas Khusus Lagi buat Luhut, Kali Ini Urusan Minyak Goreng

    Jokowi Beri Tugas Khusus Lagi buat Luhut, Kali Ini Urusan Minyak Goreng

    Nasional
    Wamenkes: Kalau Kasus Hepatitis Akut Merebak Cepat, Kita Bentuk Satgas

    Wamenkes: Kalau Kasus Hepatitis Akut Merebak Cepat, Kita Bentuk Satgas

    Nasional
    KPK: Analisis Vonis Kasus Korupsi 2021 ICW Salah Kaprah

    KPK: Analisis Vonis Kasus Korupsi 2021 ICW Salah Kaprah

    Nasional
    Mentan: Hewan Kurban Tak Berasal dari Daerah Zona Merah PMK

    Mentan: Hewan Kurban Tak Berasal dari Daerah Zona Merah PMK

    Nasional
    Namanya Diganti Jadi Partai Mahasiswa Indonesia, Parkindo 1945: Ini Cacat Hukum

    Namanya Diganti Jadi Partai Mahasiswa Indonesia, Parkindo 1945: Ini Cacat Hukum

    Nasional
    Arab Saudi Larang Warganya ke Indonesia, Kemenlu Beri Penjelasan soal Kondisi Covid-19 di Tanah Air

    Arab Saudi Larang Warganya ke Indonesia, Kemenlu Beri Penjelasan soal Kondisi Covid-19 di Tanah Air

    Nasional
    Menilik Kesibukan Silaturahmi NU Menjelang Tahun Politik

    Menilik Kesibukan Silaturahmi NU Menjelang Tahun Politik

    Nasional
    UPDATE 23 Mei: 2.890 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 23 Mei: 2.890 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 23 Mei: Sebaran 174 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

    UPDATE 23 Mei: Sebaran 174 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi

    Nasional
    UPDATE 23 Mei: Ada 2.610 Suspek Covid-19 di Tanah Air

    UPDATE 23 Mei: Ada 2.610 Suspek Covid-19 di Tanah Air

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.