Kompas.com - 28/06/2013, 16:05 WIB
Ilustrasi: Warga memasukkan surat suara di TPS 03, Kelurahan Sooko, Kecamatan Sooko usai mencoblos dalam Pemilukada Mojokerto, Senin (7/6/2010). Sekitar 8.800 lebih petugas gabungan disiagakan untuk menjaga kelangsungan pemilukada ini. SURYA/SUGIHARTO Ilustrasi: Warga memasukkan surat suara di TPS 03, Kelurahan Sooko, Kecamatan Sooko usai mencoblos dalam Pemilukada Mojokerto, Senin (7/6/2010). Sekitar 8.800 lebih petugas gabungan disiagakan untuk menjaga kelangsungan pemilukada ini.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Para pemilih dalam Pemilu 2014 tak lagi mencontreng pilihannya. Mekanisme teknis pemberian hak suara kembali ke cara lama, yaitu mencoblos foto caleg atau foto pasangan calon presiden dan wakil presiden. Cara ini sama dengan Pemilu 2004. 

"Terkait dengan teknis, ada beberapa perubahan dalam Pemilu 2014. Salah satunya pemberian hak suara tidak lagi dilakukan dengan cara mencentang, tetapi kembali dengan cara mencoblos," kata anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ida Budhiati, Jumat (28/6/2013).

Ida mengungkapkan, untuk menyosialisasikan cara baru ini, pihaknya gencar melakukan sosialisasi agar tak ada pemilih tak bingung saat berada di bilik suara.

Sebelumnya, anggota KPU Sigit Pamungkas menyatakan, pihaknya akan meluncurkan kelompok relawan demokrasi sehat. Para relawan itu berasal dari anggota masyarakat yang memiliki komitmen yang sama dengan KPU, yakni mewujudkan pemilu yang lebih baik.

“Mereka ini akan menjadi agen sosialisasi KPU di tengah-tengah masyarakat,” kata Sigit, Kamis (27/6/2013).

Sigit menambahkan, sosialisasi pemilu memang diperlukan bagi masyarakat. Menurutnya, tidak semua anggota masyarakat memahami substansi pemilu dan teknis kepemiluan itu sendiri. Dengan demikian, perlu adanya sebuah tim yang dapat memberikan sosialisasi itu secara berkelanjutan. Terlebih, KPU pusat tidak selalu terjun ke lapangan untuk memberikan sosialisasi langsung kepada masyarakat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKN Akui Antiradikalisme Jadi Salah Satu Aspek TWK Pegawai KPK

BKN Akui Antiradikalisme Jadi Salah Satu Aspek TWK Pegawai KPK

Nasional
Kemenag Pelajari Implikasi Putusan MA Terkait Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah

Kemenag Pelajari Implikasi Putusan MA Terkait Pembatalan SKB 3 Menteri soal Seragam Sekolah

Nasional
ICW Nilai Jokowi Perlu Turun Tangan Terkait Polemik Alih Status Pegawai KPK

ICW Nilai Jokowi Perlu Turun Tangan Terkait Polemik Alih Status Pegawai KPK

Nasional
BKN: Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Berbeda dengan TWK CPNS

BKN: Tes Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK Berbeda dengan TWK CPNS

Nasional
UPDATE 8 Mei: 8,58 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13,28 Juta Dosis Pertama

UPDATE 8 Mei: 8,58 Juta Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13,28 Juta Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 8 Mei: 6.130 Kasus Baru Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Tertinggi Capai 2.209

UPDATE 8 Mei: 6.130 Kasus Baru Tersebar di 31 Provinsi, Jabar Tertinggi Capai 2.209

Nasional
UPDATE 8 Mei: Ada 99.003 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 8 Mei: Ada 99.003 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 8 Mei: 74.547 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 8 Mei: 74.547 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE 8 Mei: Tambah 179, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 46.842

UPDATE 8 Mei: Tambah 179, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 46.842

Nasional
UPDATE 8 Mei: Tambah 5.494, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.563.917

UPDATE 8 Mei: Tambah 5.494, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.563.917

Nasional
UPDATE 8 Mei: Ada 86.552 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 8 Mei: Ada 86.552 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
Buka Peluang Usung Kader pada Pilpres 2024, PAN Tetap Akan Realistis

Buka Peluang Usung Kader pada Pilpres 2024, PAN Tetap Akan Realistis

Nasional
UPDATE 8 Mei: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.709.762, Bertambah 6.130

UPDATE 8 Mei: Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 1.709.762, Bertambah 6.130

Nasional
Bamsoet: Apakah Diskusi Bisa Hentikan Kebrutalan KKB di Papua?

Bamsoet: Apakah Diskusi Bisa Hentikan Kebrutalan KKB di Papua?

Nasional
Abraham Samad Duga TWK Bertujuan Singkirkan 75 Pegawai KPK

Abraham Samad Duga TWK Bertujuan Singkirkan 75 Pegawai KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X