Kompas.com - 27/03/2013, 16:10 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Pesan singkat bernada peringatan yang dikirimkan Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono kepada Marzuki Alie dinilai bukan dimaksudkan untuk menyerang Marzuki, melainkan hanya untuk menjaga kekompokan partai. Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat diharapkan bisa kondusif.

"Manuver-manuver itu supaya ditiadakan, jangan lagi memainkan hal-hal seperti kongres di Bandung dulu," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana di Kompleks Parlemen, Selasa (27/3/2013). Dia membandingkan saat KLB pada 2010, seluruh kandidat berusaha melokalisasi dukungan-dukungan yang ada.

"Saat itu, kan setiap kandidat membuat penginapan masing-masing. Kubu si A ada di hotel X, kubu si B ada di hotel Y," ucap Sutan. Dia menilai akibat kubu-kubuan seperti itulah yang membuat kongres menjadi tidak sehat. Oleh karena itu, dalam Kongres Luar Biasa (KLB) kali ini, hal tersebut tidak diinginkan.

"Jadi, jangan mainkan lagi manuver-manuver seperti di Bandung dulu. Kami ingin KLB berlangsung damai," imbuh Sutan. Bahkan, KLB diharapkan bisa menghasilkan keputusan secara musyawarah mufakat. "Tidak ada hasil yang lebih baik dari aklamasi."

Partai Demokrat akan melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) pada 30-31 Maret 2013. KLB itu dilakukan untuk memilih ketua umum baru menggantikan Anas Urbaningrum.

Saat ini, sejumlah kader internal namanya mulai disebut-sebut masuk dalam bursa calon ketum, yakni Saan Mustopa, Tri Dianto, Marzuki Alie, Hadi Utomo, hingga Syarief Hasan. Namun, setelah pertemuan di Cikeas pada pekan lalu, dukungan justru menguat ke arah keluarga Cikeas, terutama SBY dan dua anggota keluarganya, Ani Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhyono menjelang KLB mengirim pesan singkat kepada Marzuki Alie. Isinya mempertanyakan alasan Marzuki melakukan sejumlah pertemuan dengan pengurus daerah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tim sukses Marzuki memang sempat mengumpulkan para pengurus daerah di Makassar, Sulawesi Selatan, dan juga Ancol, Jakarta. Marzuki berdalih bahwa pertemuan di Ancol dilakukan hanya untuk memfasilitasi para pengurus daerah yang kesulitan mendapat tiket pesawat ke Bali.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Menjelang KLB Demokrat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    AMAN Minta Pembangunan Ibu Kota Baru Hormati Hak Masyarakat Adat

    AMAN Minta Pembangunan Ibu Kota Baru Hormati Hak Masyarakat Adat

    Nasional
    Kemenkes: Pemerataan Vaksinasi Penting agar Indonesia Terlindung dari Covid-19

    Kemenkes: Pemerataan Vaksinasi Penting agar Indonesia Terlindung dari Covid-19

    Nasional
    Menlu Minta Semua Pihak Dukung Distribusi Vaksin ke Seluruh Negara

    Menlu Minta Semua Pihak Dukung Distribusi Vaksin ke Seluruh Negara

    Nasional
    Angka Keterisian RS Covid-19 Naik di Sejumlah Provinsi, dari Jateng-Papua

    Angka Keterisian RS Covid-19 Naik di Sejumlah Provinsi, dari Jateng-Papua

    Nasional
    Kemenhub: Ada Pembatasan Mobilitas pada Tiap Moda Transportasi Saat Natal-Tahun Baru

    Kemenhub: Ada Pembatasan Mobilitas pada Tiap Moda Transportasi Saat Natal-Tahun Baru

    Nasional
    UPDATE 9 Desember: Ada 5.278 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 9 Desember: Ada 5.278 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Dilantik Jadi ASN Polri, Novel Baswedan dkk Jalani Pendidikan Selama 2 Pekan

    Dilantik Jadi ASN Polri, Novel Baswedan dkk Jalani Pendidikan Selama 2 Pekan

    Nasional
    Enam Provinsi Catatkan Kenaikan Kasus Covid-19 Signifikan

    Enam Provinsi Catatkan Kenaikan Kasus Covid-19 Signifikan

    Nasional
    UPDATE 9 Desember: ada 5.203 Suspek Covid-19 di Tanah Air

    UPDATE 9 Desember: ada 5.203 Suspek Covid-19 di Tanah Air

    Nasional
    Kronologi 20 Warga Gembor Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Minyak Goreng Murah

    Kronologi 20 Warga Gembor Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Minyak Goreng Murah

    Nasional
    Dinamika Eks Pegawai KPK: Dipecat Saat G30STWK, Dilantik Kapolri di Hari Antikorupsi

    Dinamika Eks Pegawai KPK: Dipecat Saat G30STWK, Dilantik Kapolri di Hari Antikorupsi

    Nasional
    UPDATE 9 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,70 Persen

    UPDATE 9 Desember: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 48,70 Persen

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 9, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 143.918 Jiwa

    UPDATE: Bertambah 9, Kasus Kematian akibat Covid-19 Kini 143.918 Jiwa

    Nasional
    Survei Kemenhub: Ada Potensi Mobilitas 11 Juta Orang Usai Dibatalkannya PPKM Level 3 Serentak

    Survei Kemenhub: Ada Potensi Mobilitas 11 Juta Orang Usai Dibatalkannya PPKM Level 3 Serentak

    Nasional
    Lantik 44 Eks Pegawai KPK, Kapolri Bakal Bentuk Satker Khusus Pemberantas Korupsi

    Lantik 44 Eks Pegawai KPK, Kapolri Bakal Bentuk Satker Khusus Pemberantas Korupsi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.