Wa Ode Kembalikan Uang Demi Hormati Priyo

Kompas.com - 25/09/2012, 21:27 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus dugaan suap Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID), Wa Ode Nurhayati, mengaku telah mengembalikan uang yang diterimanya ke pengusaha Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq atas desakan Fraksi Partai Amanat Nasional di DPR. Hal itu dilakukan demi menghormati pimpinan DPR dari Fraksi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso.

Hal tersebut diakui Wa Ode saat diperiksa sebagai terdakwa dalam persidangan kasus DPID di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (25/9/2012). "Terkait pengembalian, saya hanya atas nama menghormati karena bahasa dari fraksi dan DPP itu, 'Kita ini menghormati Pak Priyo. Enggak enak karena ini staf khususnya'," kata Wa Ode menirukan perkataan rekan separtainya saat itu.

Menurut Wa Ode, dirinya diminta Fahd untuk mengembalikan Rp 4 miliar, padahal uang yang diterima Wa Ode dari Fahd melalui Haris hanya Rp 2,5 miliar. Uang senilai Rp 2,5 miliar itu pun, menurut Wa Ode, sudah dikembalikannya ke Haris.

Wa Ode menjelaskan, dalam pertemuan Fraksi PAN itu, rekan separtainya, Hafiz Tohir, menyarankan agar mengembalikan uang sesuai dengan permintaan Fahd karena pengusaha muda itu adalah staf khusus Priyo. Saran itu disampaikan Hafiz setelah dia ditelepon oleh Priyo yang menanyakan soal uang setoran Fahd yang tidak dikembalikan Wa Ode.

"Dibilang, 'Sudahlah, de, demi masa depan kamu karena ini juga stafnya wakil ketua. Kembalikan'," ungkap Wa Ode menirukan perkataan Hafiz saat itu.

Dalam kasus dugaan suap ini, Wa Ode didakwa menerima uang Rp 6,25 miliar dari Fahd dan dua pengusaha lainnya, yakni Paul Nelwan dan Abram Noch Mambu. Uang tersebut diduga diberikan melalui Haris Surahman.

Menurut jaksa KPK, pemberian uang ke Wa Ode itu terkait kepengurusan alokasi anggaran DPID untuk tiga kabupaten di Aceh dan Kabupaten Minahasa. Karena proyek yang dipesannya ke Wa Ode tidak masuk dalam daftar penerima DPID, Fahd pun meminta uang yang sudah diserahkannya melalui Haris itu dikembalikan oleh Wa Ode.

Menurut Wa Ode, Fahd dan Haris melaporkannya ke Fraksi PAN. Atas laporan Fahd dan desakan fraksi, Wa Ode terpaksa mengembalikan uang sebanyak Rp 4 miliar ke Fahd setelah sebelumnya mengembalikan Rp 2, 25 miliar ke Haris.

Mendengar pengakuan Wa Ode yang rela mengembalikan uang hingga Rp 4 miliar ke Fahd dan tidak mengakui menikmati uang tersebut, anggota majelis hakim Hendra Yosfin merasa heran. Hakim Hendra terus mencecar Wa Ode untuk mengungkapkan mengapa dia mau mengembalikan uang dengan pertimbangan menghormati Priyo tersebut.

"Mengapa? Kok seorang Priyo dibela mati-matian kembalikan uang dua kali lipat yang menurut saudara tidak saudara terima?" kata hakim Hendra.

Menjawab pertanyaan hakim ini, Wa Ode kembali menjawab terpaksa mengembalikan uang atas desakan fraksinya yang menghormati Priyo. Dia juga mengatakan bahwa fraksinya pernah diminta oleh Fraksi Golkar agar Wa Ode mundur dari keanggotaan DPR. Saat itu Wa Ode masih menjabat sebagai anggota DPR. Sebelumnya dia menjadi anggota Badan Anggaran DPR.

Dalam kasus dugaan suap DPID ini, KPK juga sudah menetapkan Fahd sebagai tersangka. Adapun Haris masih berstatus sebagai saksi di KPK. Adapun Priyo tidak diperiksa KPK sebagai saksi dalam penyidikan kasus Wa Ode ini.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Keputusan Jokowi Dinilai Persulit Penyelidikan Pelanggaran HAM Masa Lalu

    Keputusan Jokowi Dinilai Persulit Penyelidikan Pelanggaran HAM Masa Lalu

    Nasional
    Wakil Ketua MPR Duga Gatot Nurmantyo Ingin Calonkan Diri Jadi Presiden

    Wakil Ketua MPR Duga Gatot Nurmantyo Ingin Calonkan Diri Jadi Presiden

    Nasional
    Menko PMK Minta Para Dokter yang Tangani Covid-19 Utamakan Keselamatan Pribadi

    Menko PMK Minta Para Dokter yang Tangani Covid-19 Utamakan Keselamatan Pribadi

    Nasional
    Penunjukan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan Dinilai Jadi Langkah Mundur

    Penunjukan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan Dinilai Jadi Langkah Mundur

    Nasional
    UPDATE 27 September: Ada 129.553 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

    UPDATE 27 September: Ada 129.553 Orang Suspek Covid-19 di Indonesia

    Nasional
    Minta Keppres Eks Anggota Tim Mawar Dicabut, IKOHI Sebut Pelanggar HAM Tak Boleh Tentukan Masa Depan Bangsa

    Minta Keppres Eks Anggota Tim Mawar Dicabut, IKOHI Sebut Pelanggar HAM Tak Boleh Tentukan Masa Depan Bangsa

    Nasional
    UPDATE 27 September: Total Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 3.207.055

    UPDATE 27 September: Total Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Capai 3.207.055

    Nasional
    Anggota Komisi I DPR: Hanya Jokowi yang Paling Tahu Alasan Sebenarnya Pergantian Gatot Nurmantyo

    Anggota Komisi I DPR: Hanya Jokowi yang Paling Tahu Alasan Sebenarnya Pergantian Gatot Nurmantyo

    Nasional
    UPDATE 27 September: Sebaran 3.874 Kasus Baru di Indonesia

    UPDATE 27 September: Sebaran 3.874 Kasus Baru di Indonesia

    Nasional
    UPDATE 27 September: Tambah 78, Total 10.386 Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia

    UPDATE 27 September: Tambah 78, Total 10.386 Pasien Covid-19 Meninggal di Indonesia

    Nasional
    Kontras Pertanyakan Alasan Jokowi Setuju Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan

    Kontras Pertanyakan Alasan Jokowi Setuju Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan

    Nasional
    UPDATE 27 September: 3.874 Kasus Baru, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 275.213

    UPDATE 27 September: 3.874 Kasus Baru, Total Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 275.213

    Nasional
    Jokowi Setuju Eks Tim Mawar Jadi Pejabat di Kemenhan, IKOHI: Menambah Luka Keluarga Korban

    Jokowi Setuju Eks Tim Mawar Jadi Pejabat di Kemenhan, IKOHI: Menambah Luka Keluarga Korban

    Nasional
    Menko PMK Minta IDI Lindungi Para Dokter yang Tangani Covid-19

    Menko PMK Minta IDI Lindungi Para Dokter yang Tangani Covid-19

    Nasional
    Menko PMK: Pemerintah Ubah Strategi Pembangunan Kesehatan

    Menko PMK: Pemerintah Ubah Strategi Pembangunan Kesehatan

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X