Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Korupsi Bukan Ajaran Perguruan Tinggi

Kompas.com - 08/05/2012, 19:54 WIB
Imam Prihadiyoko

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com -  Dalam sejarah keberadaan perguruan tinggi di TANAH AIR, tak ada satu pun yang mengajarkan mahasiswanya untuk melakukan korupsi.

Praktik korupsi yang terjadi dalam lingkungan pemerintahan atau melibatkan pejabat pemangku negara, justru disebabkan oleh sistem bernegara yang amburadul dan lemahnya penegakan hukum.

Demikian dikemukakan Ketua Dewan Direktur Sabang-Merauke Circle (SMC), Syahganda Nainggolan, di Jakarta, Selasa (8/5/2012) petang, menanggapi pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie terkait perilaku korupsi yang dilakukan oleh berbagai alumni perguruan tinggi, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung.

Ia mengaatakan, penilaian Marzuki Alie terlalu menyederhanakan masalah, karena jauh dari hakikat persoalan. Ia bahkan mempertanyakan, kenapa tidak dikatakan korupsi bisa dilakukan pula oleh alumni lembaga pendidikan agama atau keturunan para pemuka agama.

Syahganda juga menjelaskan, akibat krisis moral yang menyandera elit bangsa dan para pemimpin yang tak mengutamakan keteladanan untuk hidup jujur serta sederhana, menjadikan perbuatan korupsi semakin merajarela hampir di semua tempat dan aspeknya.

"Korupsi itu utamanya terjadi, karena sistem penyelenggaraan negara atau pemerintahan yang tidak efisien, transparan, serta akuntabel. Termasuk ada kelemahan mendasar cara memaknai amanah kekuasaan yang diberikan rakyat, untuk menjalankan kadiah bernegara dan prinsip berpemerintahan bersih," ucap  mantan aktivis ITB, yang kini mahasiswa program doktoral ilmu kesejahteraan sosial di Universitas Indonesia itu.

Kelemahan itu, lanjutnya, ternyata diperparah dengan tidak adanya kepastian penegakan hukum, termasuk merosotnya moral di kalangan elit yang sekedar berorientasi pada kepentingan diri sendiri serta kelompoknya.

Kenyataan itu tidak saja merupakan bentuk pengkhianatan konstitusi, tetapi juga telah mempermalukan nurani berbagai elit mengingat nasib rakyat yang umumnya diliputi kesengsaraan.

"Apalagi, sejauh ini kehidupan elit dan pejabat kita banyak terjebak pada sikap hedonis-pragmatis, bermewah-mewah, kerap berpelesiran ke luar negeri, serta asal menjadi kaya raya tanpa peduli apakah caranya benar atau salah," ujar Syahganda, yang juga Dewan Pengarah Ikatan Alumni ITB Pusat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Istana Disebut Belum Terima Draf Revisi UU Kementerian Negara

Istana Disebut Belum Terima Draf Revisi UU Kementerian Negara

Nasional
Grace dan Juri Jadi Stafsus, Ngabalin Sebut Murni karena Kebutuhan Jokowi

Grace dan Juri Jadi Stafsus, Ngabalin Sebut Murni karena Kebutuhan Jokowi

Nasional
Revisi UU Kementerian Disetujui, RUU Perampasan Aset Hilang

Revisi UU Kementerian Disetujui, RUU Perampasan Aset Hilang

Nasional
[POPULER NASIONAL] Babak Baru Kasus Vina Cirebon | 'Crazy Rich' di Antara 21 Tersangka Korupsi Timah

[POPULER NASIONAL] Babak Baru Kasus Vina Cirebon | "Crazy Rich" di Antara 21 Tersangka Korupsi Timah

Nasional
Tanggal 21 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 21 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Kemendikbud Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Pimpinan Komisi X: Tidak Semestinya Disampaikan

Kemendikbud Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Pimpinan Komisi X: Tidak Semestinya Disampaikan

Nasional
Wapres Minta Alumni Tebuireng Bangun Konsep Besar Pembangunan Umat

Wapres Minta Alumni Tebuireng Bangun Konsep Besar Pembangunan Umat

Nasional
Khofifah-Emil Dardak Mohon Doa Menang Pilkada Jatim 2024 Usai Didukung Demokrat-Golkar

Khofifah-Emil Dardak Mohon Doa Menang Pilkada Jatim 2024 Usai Didukung Demokrat-Golkar

Nasional
Pertamina Raih Penghargaan di InaBuyer 2024, Kado untuk Kebangkitan UMKM

Pertamina Raih Penghargaan di InaBuyer 2024, Kado untuk Kebangkitan UMKM

Nasional
Soal Isu Raffi Ahmad Maju Pilkada 2024, Airlangga: Bisa OTW ke Jateng dan Jakarta, Kan Dia MC

Soal Isu Raffi Ahmad Maju Pilkada 2024, Airlangga: Bisa OTW ke Jateng dan Jakarta, Kan Dia MC

Nasional
Cegah MERS-CoV Masuk Indonesia, Kemenkes Akan Pantau Kepulangan Jemaah Haji

Cegah MERS-CoV Masuk Indonesia, Kemenkes Akan Pantau Kepulangan Jemaah Haji

Nasional
Dari 372 Badan Publik, KIP Sebut Hanya 122 yang Informatif

Dari 372 Badan Publik, KIP Sebut Hanya 122 yang Informatif

Nasional
Jemaah Haji Indonesia Kembali Wafat di Madinah, Jumlah Meninggal Dunia Menjadi 4 Orang

Jemaah Haji Indonesia Kembali Wafat di Madinah, Jumlah Meninggal Dunia Menjadi 4 Orang

Nasional
Hari Keenam Penerbangan, 34.181 Jemaah Haji tiba di Madinah

Hari Keenam Penerbangan, 34.181 Jemaah Haji tiba di Madinah

Nasional
Jokowi Bahas Masalah Kenaikan UKT Bersama Menteri Pekan Depan

Jokowi Bahas Masalah Kenaikan UKT Bersama Menteri Pekan Depan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com