Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Busyro: Pemeriksaan Bersama Hanya Teknik Penyelidikan

Kompas.com - 21/09/2011, 21:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mengatakan, pemeriksaan sekaligus empat pimpinan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai saksi hanya masalah teknik penyelidikan di KPK.

Busyro meminta pemanggilan itu jangan disalahartikan. "Ngga luar biasa. Itu teknis penyelidikan aja. Sama sekali tidak punya arti dan maksud lain," kata Busyro, di Komplek DPR, Rabu (21/9/2011).

Busyo dimintai tanggapan sikap Pramono Anung, Wakil Ketua DPR yang mempertanyakan pemanggilan empat pimpinan Banggar secara kelembagaan itu. Menurut dia, KPK seharusnya memanggil satu persatu pimpinan.

"Kalau berkaitan dengan kebijakan, seyogyanya pemanggilan dilakukan orang perorang, bukan pimpinan banggar secara kelembagaan. Ini menunjukkan ada sesuatu yang luar biasa di Banggar," kata Pramono.

Busyro menambahkan, pemeriksaan itu untuk mengetahui managemen di Banggar. Hal itu diperlukan setelah ada pernyataan Dharnawati, tersangka terkait suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Namun, Busyro tak menyebut apa pernyataan itu.

"Supaya tidak berhenti pada pernyataan seseorang sehingga merugikan pihak lain. Pihak lain itu kan mesti kita periksa juga," ucap Busyro.

Seperti diberitakan, pimpinan DPR akan menyikapi serius pemanggilan itu. Menurut Pramono, pimpinan DPR dan para pimpinan fraksi akan melakukan rapat khusus membahas hal itu. "Ini sudah menyangkut marwah kelembagaan," ucap Pramono.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggal 21 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 21 Mei 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Kemendikbud Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Pimpinan Komisi X: Tidak Semestinya Disampaikan

Kemendikbud Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Pimpinan Komisi X: Tidak Semestinya Disampaikan

Nasional
Wapres Minta Alumni Tebuireng Bangun Konsep Besar Pembangunan Umat

Wapres Minta Alumni Tebuireng Bangun Konsep Besar Pembangunan Umat

Nasional
Khofifah-Emil Dardak Mohon Doa Menang Pilkada Jatim 2024 Usai Didukung Demokrat-Golkar

Khofifah-Emil Dardak Mohon Doa Menang Pilkada Jatim 2024 Usai Didukung Demokrat-Golkar

Nasional
Pertamina Raih Penghargaan di InaBuyer 2024, Kado untuk Kebangkitan UMKM

Pertamina Raih Penghargaan di InaBuyer 2024, Kado untuk Kebangkitan UMKM

Nasional
Soal Isu Raffi Ahmad Maju Pilkada 2024, Airlangga: Bisa OTW ke Jateng dan Jakarta, Kan Dia MC

Soal Isu Raffi Ahmad Maju Pilkada 2024, Airlangga: Bisa OTW ke Jateng dan Jakarta, Kan Dia MC

Nasional
Cegah MERS-CoV Masuk Indonesia, Kemenkes Akan Pantau Kepulangan Jemaah Haji

Cegah MERS-CoV Masuk Indonesia, Kemenkes Akan Pantau Kepulangan Jemaah Haji

Nasional
Dari 372 Badan Publik, KIP Sebut Hanya 122 yang Informatif

Dari 372 Badan Publik, KIP Sebut Hanya 122 yang Informatif

Nasional
Jemaah Haji Indonesia Kembali Wafat di Madinah, Jumlah Meninggal Dunia Menjadi 4 Orang

Jemaah Haji Indonesia Kembali Wafat di Madinah, Jumlah Meninggal Dunia Menjadi 4 Orang

Nasional
Hari Keenam Penerbangan, 34.181 Jemaah Haji tiba di Madinah

Hari Keenam Penerbangan, 34.181 Jemaah Haji tiba di Madinah

Nasional
Jokowi Bahas Masalah Kenaikan UKT Bersama Menteri Pekan Depan

Jokowi Bahas Masalah Kenaikan UKT Bersama Menteri Pekan Depan

Nasional
KIP: Indeks Keterbukaan Informasi Publik Kita Sedang-sedang Saja

KIP: Indeks Keterbukaan Informasi Publik Kita Sedang-sedang Saja

Nasional
Digelar di Bali Selama 8 Hari, Ini Rangkaian Kegiatan World Water Forum 2024

Digelar di Bali Selama 8 Hari, Ini Rangkaian Kegiatan World Water Forum 2024

Nasional
Golkar Resmi Usung Khofifah-Emil Dardak di Pilkada Jatim 2024

Golkar Resmi Usung Khofifah-Emil Dardak di Pilkada Jatim 2024

Nasional
Fahira Idris: Jika Ingin Indonesia Jadi Negara Maju, Kuatkan Industri Buku

Fahira Idris: Jika Ingin Indonesia Jadi Negara Maju, Kuatkan Industri Buku

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com