Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Punya KTP, Sarah Dicambuk 200 Kali

Kompas.com - 04/05/2011, 20:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Berbagai kisah mengiringi kepulangan 55 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang memiliki persoalan hukum di Arab Saudi. Mereka berhasil kembali ke Tanah Air setelah mendapatkan pembebasan tanpa syarat dari pemerintah setempat. Apa persoalan yang menjerat hingga mereka berurusan dengan hukum?

Salah satu kisah datang dari Sarah (520, TKI asal Majalengka, Jawa Barat. Ia telah bekerja di Arab Saudi selama 9 tahun sebagai pembantu rumah tangga. Menurut cerita Sarah, ia dipenjara karena tidak memiliki kartu tanda penduduk. Kepolisian Arab Saudi pun menangkap Sarah bersama 16 orang temannya yang juga tak memiliki identitas diri. Akibatnya, Sarah dipenjara dan harus kehilangan pekerjaannya. Selain hukuman penjara, Sarah juga menerima hukuman cambuk.

"Saya dipenjara karena enggak punya KTP. Saya ditangkap dengan 16 teman. Saya dapat hukuman penjara 21 bulan, dan hukuman cambuk 200 kali. Tetapi baru dapat cambuk 50 kali. Teman saya ada yang dicambuk 300 kali, 500 kali. Terserah mereka (petugas penjara) mau hukum cambuk berapa kali, enggak tentu. Alhamdulilah, saya dibebaskan jadi enggak sampai dicambuk lagi," ungkap Sarah dengan mata berkaca-kaca, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (4/5/2011).

Sarah mengungkapkan, dirinya ditangkap saat tidak lagi bekerja di rumah majikannya. Ia terpaksa keluar karena tak kuat dengan pekerjaan yang dirasa sangat berat. Jam kerjanya, sejak pukul 07.00 pagi hingga 03.00 dinihari.

"Saya enggak kuat kerja di sana. Rumahnya luas, mirip lapangan. Keluarga majikan juga banyak banget, jadinya capek sekali harus mengurus semuanya sekaligus. Meskipun gajinya lumayan buat dikirim ke kampung, tapi saya enggak kuat kerjanya," kata dia.

Ketika ditanya apakah ia berniat kembali ke Arab Saudi, Sarah langsung menghela nafas panjang. Ia menyatakan sudah cukup menghabiskan sebagian hidupnya di negeri orang. "Saya sudah tua juga, enggak mau lagi ke sana. Biar mengurus cucu saja di rumah. Nasib orang seperti kami seperti ini, jadi ya harus kami terima," katanya.

Kini, menurut informasi yang diterimanya, anaknya pun sudah menyusul ke Arab Saudi. Namun, Sarah tak mengetahui atau pun pernah melakukan kontak dengan anaknya tersebut. "Saya pernah telepon saudara (anggota keluarga), mau ngobrol sama anak saya. Tetapi anak saya enggak ada, katanya anak perempuan saya ke Saudi juga. Tapi saya enggak tahu dengan siapa ke Saudi. Saya enggak pernah tahu kabarnya. Padahal dia juga punya dua anak," cerita Sarah.

Selain Sarah, cerita berbeda datang dari Leni (21) asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Leni, menurut sahabatnya, Yani (22), saat ini masih dipenjara di Arab Saudi dengan kondisi luka-luka akibat disetrika oleh istri majikannya. Luka itu, kata Yani, hampir di seluruh tubuhnya.

"Dia (Leni) badannya disetrika sama istri majikan, kemudian dilaporkan ke polisi, dituduh selingkuh sama suaminya. Padahal teman saya itu diperkosa oleh suaminya," kisah Yani.

Saat ini, Leni harus bertumpu pada kursi roda selama dipenjara akibat luka bekas setrika itu. Leni juga hamil dan melahirkan anak kembar. Namun, Yani mengaku tak mengetahui bagaimana nasib anak sahabatnya itu. "Leni belum diizinkan pulang oleh majikannya, jadi dia masih di penjara," kata Yani.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KPK Hampir Tangkap Harun Masiku yang Nyamar Jadi Guru di Luar Negeri, tapi Gagal karena TWK

KPK Hampir Tangkap Harun Masiku yang Nyamar Jadi Guru di Luar Negeri, tapi Gagal karena TWK

Nasional
Minta Kemenag Antisipasi Masalah Saat Puncak Haji, Timwas Haji DPR: Pekerjaan Kita Belum Selesai

Minta Kemenag Antisipasi Masalah Saat Puncak Haji, Timwas Haji DPR: Pekerjaan Kita Belum Selesai

Nasional
Timwas Haji DPR RI Minta Kemenag Pastikan Ketersediaan Air dan Prioritaskan Lansia Selama Puncak Haji

Timwas Haji DPR RI Minta Kemenag Pastikan Ketersediaan Air dan Prioritaskan Lansia Selama Puncak Haji

Nasional
Timwas Haji DPR Minta Oknum Travel Haji yang Rugikan Jemaah Diberi Sanksi Tegas

Timwas Haji DPR Minta Oknum Travel Haji yang Rugikan Jemaah Diberi Sanksi Tegas

Nasional
Kontroversi Usulan Bansos untuk 'Korban' Judi Online

Kontroversi Usulan Bansos untuk "Korban" Judi Online

Nasional
Tenda Haji Jemaah Indonesia di Arafah Sempit, Kemenag Diminta Beri Penjelasan

Tenda Haji Jemaah Indonesia di Arafah Sempit, Kemenag Diminta Beri Penjelasan

Nasional
MUI Minta Satgas Judi Online Bertindak Tanpa Pandang Bulu

MUI Minta Satgas Judi Online Bertindak Tanpa Pandang Bulu

Nasional
Tolak Wacana Penjudi Online Diberi Bansos, MUI: Berjudi Pilihan Hidup Pelaku

Tolak Wacana Penjudi Online Diberi Bansos, MUI: Berjudi Pilihan Hidup Pelaku

Nasional
MUI Keberatan Wacana Penjudi Online Diberi Bansos

MUI Keberatan Wacana Penjudi Online Diberi Bansos

Nasional
[POPULER NASIONAL] Menkopolhukam Pimpin Satgas Judi Online | PDI-P Minta KPK 'Gentle'

[POPULER NASIONAL] Menkopolhukam Pimpin Satgas Judi Online | PDI-P Minta KPK "Gentle"

Nasional
Tanggal 18 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 18 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Polisi Temukan Bahan Peledak Saat Tangkap Terduga Teroris di Karawang

Polisi Temukan Bahan Peledak Saat Tangkap Terduga Teroris di Karawang

Nasional
Polisi Tangkap Satu Terduga Teroris Pendukung ISIS dalam Penggerebekan di Karawang

Polisi Tangkap Satu Terduga Teroris Pendukung ISIS dalam Penggerebekan di Karawang

Nasional
BPIP: Kristianie Paskibraka Terbaik Maluku Dicoret karena Tak Lolos Syarat Kesehatan

BPIP: Kristianie Paskibraka Terbaik Maluku Dicoret karena Tak Lolos Syarat Kesehatan

Nasional
Sekjen Tegaskan Anies Tetap Harus Ikuti Aturan Main meski Didukung PKB Jakarta Jadi Cagub

Sekjen Tegaskan Anies Tetap Harus Ikuti Aturan Main meski Didukung PKB Jakarta Jadi Cagub

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com