Kasus Penyerangan Air Keras, Polisi Masih Butuh Keterangan Novel - Kompas.com

Kasus Penyerangan Air Keras, Polisi Masih Butuh Keterangan Novel

Kompas.com - 06/02/2018, 17:04 WIB
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjalani pemeriksaan usai penyerangan terhadap dirinya, Jakarta, Rabu (25/10/2017).Dokumentasi KPK Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjalani pemeriksaan usai penyerangan terhadap dirinya, Jakarta, Rabu (25/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak kepolisian masih membutuhkan keterangan penyidik KPK Novel Baswedan yang menjadi korban kasus dugaan penyerangan dengan air keras.

Namun, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Nico Afinta mengatakan, pemeriksaan lanjutan Novel belum dapat dilakukan karena Novel masih akan menjalani operasi mata.

"Pak Novel juga sampai sekarang kan masih belum dapat diambil keterangan lanjutan, karena informasinya masih mau operasi mata," kata Nico, saat ditemui di kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Nico berharap, ke depannya Novel mau untuk dimintakan keterangan lanjutan oleh kepolisian.

"Karena bagaimanapun juga jika ada orang yang dipukul, orang dianiaya, orang dikeroyok, keterangan pihak korban sangat penting buat kami," ujar Nico.

(Baca juga: Ada Maladministrasi di Kasus Saksi Novel Baswedan, Ini Penjelasan Polisi)

Jumpa pers Ombudsman terkait laporan salah satu saksi di kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan, di kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (6/2/2018).Kompas.com/Robertus Belarminus Jumpa pers Ombudsman terkait laporan salah satu saksi di kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan, di kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Polisi juga hendak menggali soal kasus-kasus penting yang pernah ditangani Novel, yang mungkin berkaitan dengan penyerangan terhadapnya.

Dalam perkembangan penyelidikan kasus penyerangan Novel, KPK, menurut dia, sudah mengirim enam penyidiknya untuk bekerja sama dengan Polda Metro Jaya.

"Mereka sudah ketemu dengan kami, dan kami juga sudah menyampaikan hasil penyidikan kami kepada tim dari KPK. Jadi sekarang sudah sama-sama," ujar Nico.

Sementara itu, sejak merilis sketsa tiga terduga pelaku penyerangan Novel bersama pimpinan KPK, Nico mengatakan sudah 1.400 lebih telpon dan sms masuk lewat hotline yang dibuat polisi.

Sekitar 200-300 telpon atau sms yang masuk kemudian ditindaklanjuti polisi dalam bentuk pengecekan karena informasinya dianggap kredibel.

"Ada yang di Jakarta Selatan, di Surabaya, itu tim datangi dan cek terhadap info yang masuk. Yang tidak kredibel tidak kami tindaklanjuti," ujar Nico.

Kompas TV Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memenuhi panggilan Polda Metro Jaya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorDiamanty Meiliana
Komentar

Close Ads X