72 Tahun Merdeka, Indonesia Masih Hadapi Tantangan Kebinekaan - Kompas.com

72 Tahun Merdeka, Indonesia Masih Hadapi Tantangan Kebinekaan

Rakhmat Nur Hakim
Kompas.com - 21/08/2017, 20:37 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memotong tumpeng peringatan HUT PAN dalam pembukaan Rakernas PAN di Bandung, Jawa BaratRakhmat Nur Hakim/Kompas.com Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memotong tumpeng peringatan HUT PAN dalam pembukaan Rakernas PAN di Bandung, Jawa Barat

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan, tantangan kebinekaan masih membayangi kemerdekaan Indonesia hingga saat ini.

Menurut Zulkifli, hal itu terlihat dari stigma yang muncul di tengah masyarakat terhadap kelompok agama tertentu.

Ia menyebutkan, ada suatu kelompok agama yang hendak menjalankan ajaran agamanya di setiap aspek kehidupan, tetapi dituduh tidak toleran dan tak sejalan dengan NKRI.

"Salah paham itu sungguh serius. Di Indonesia, paham kebangsaan dan paham keagamaan saling menopang. Menjadi pemeluk agama yang taat adalah jalan untuk menjadi warga negara yang baik," kata Zulkifli, dalam pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PAN, di Bandung, Jawa Barat, Senin (21/8/2017).

Ia menegaskan, bagi umat beragama di Indonesia, menjalankan ajaran agama merupakan pangkal dari kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Oleh karena itu, Zulkifli berharap tak ada lagi kelompok yang mempertentangkan antara prinsip agama dan kebangsaan.

Selain itu, menurut dia, ancaman kebinekaan saat ini juga terlihat dalam pilkada. Ia menilai, ada pihak yang menggunakan momen pilkada untuk memecah belah masyarakat.  

"Kontestasi politik digunakan untuk memberi label sekaligus memisah-memisahkan kelompok dalam masyarakat. Bilang kami toleran dan kalian intoleran. Bilang kami perawat kemajemukan, sementara kalian perusak kebhinekaan," kata Zulkifli.

"Kekalahan atau kemenangan dalam kontestasi politik adalah hal biasa dalam demokrasi. Tidak sepatutnya kalah atau menang itu dijadikan alat untuk mengkotak-kotakkan kelompok-kelompok dalam masyarakat seperti itu," lanjut Ketua MPR itu.

Kompas TV Melihat Keakraban Para Presiden RI di Istana Merdeka

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisRakhmat Nur Hakim
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM