Hanura: Mudah-mudahan Dukungan Perindo Tulus, Bukan karena Sesuatu - Kompas.com

Hanura: Mudah-mudahan Dukungan Perindo Tulus, Bukan karena Sesuatu

Nabilla Tashandra
Kompas.com - 03/08/2017, 17:11 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Hanura Sarifuddin Sudding di Kuta, Bali, Kamis (3/8/2017(.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Sekretaris Jenderal Partai Hanura Sarifuddin Sudding di Kuta, Bali, Kamis (3/8/2017(.

KUTA, KOMPAS.com - Partai Hanura menyambut baik wacana yang digulirkan Partai Perindo untuk mengusung Joko Widodo pada Pilpres 2019

Sekretaris Jenderal Partai Hanura Sarifuddin Sudding mengatakan, jika hal itu terwujud, dukungan parlemen terhadap pemerintah akan lebih besar terlebih jika partai tersebut mampu lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold).

"Itu kan semakin memberikan dukungan politik sebenarnya terhadap presiden saat menjalankan program-program pemerintahan. Saya kira baik saja ya," kata Sudding, saat ditemui di lokasi penyelenggaraan Rapimnas Partai Hanura, Kuta, Bali, Kamis (3/8/2017).

Baca: Jurus "Putar Haluan" Partai Perindo...

Sementara itu, ditemui pada kesempatan yang sama, Ketua DPP Partai Hanura Benny Ramdhani berharap dukungan Perindo diberikan tulus karena melihat sosok Jokowi sebagai figur yang ideal untuk memimpin negara ke depan.

"Mudah-mudahan dukungan itu tulus, bukan karena sesuatu," kata Benny.

Namun, Benny enggan menyampaikan lebih rinci apa yang dimaksudnya dengan sesuatu hal lain itu.

Hanura, kata dia, menyambut bergabungnya Perindo ke barisan partai pendukung Jokowi sebagai capres di 2019.

"Kalau mendukung Jokowi karena tadi, landasan berpikir yang rasional dan ideal, kami mengucapkan selamat datang kepada Hary Tanoe (Ketum Perindo) di rumah besar partai-partai yang selama ini telah konsisten mendukung Jokowi," ujar Benny.

Baca: Tjahjo Kumolo: Saya Semalam 5 Jam Sama Pak Hary Tanoe

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Perindo sekaligus CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo menyatakan akan mendukung Presiden Jokowi pada Pemilu 2019.

Rencananya, dukungan itu akan dibahas dalam Rapimnas Partai Perindo pada akhir tahun 2017.

Hary saat ini berstatus tersangka di Bareskrim Polri atas dugaan ancaman melalui pesan singkat kepada Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

Kejaksaan Agung juga tengah menyelidiki tindak pidana korupsi terhadap pembayaran restitusi atas permohonan PT Mobile 8 Telecom tahun 2007-2008, yang diduga melibatkan Hary Tanoe sebagai komisaris di perusahaan tersebut.

Kompas TV Peluang Kandidat Capres Usai UU Pemilu Disahkan (Bag 1)

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisNabilla Tashandra
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar