Tjahjo Kumolo: Saya Semalam 5 Jam Sama Pak Hary Tanoe

Kompas.com - 02/08/2017, 17:53 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di sela-sela sidang Paripurna DPR-RI, Kamis (20/7/2017).KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di sela-sela sidang Paripurna DPR-RI, Kamis (20/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi senior PDI Perjuangan yang menjabat Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, mengaku senang Partai Perindo mengalihkan dukungannya kepada Joko Widodo. 

Tjahjo mengungkapkan, pada Selasa (1/8/2017) malam kemarin, ia sempat bertemu Hary Tanoesoedibjo, pendiri sekaligus Ketua Umum DPP Perindo.

"Saya semalam 5 jam sama Pak Hary Tanoe," kata Tjahjo, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, (2/8/2017).

Tjahjo mengatakan, ia hadir memenuhi undangan sebuah acara yang digelar Hary Tanoe. Ia enggan menyebut secara detil mengenai acara itu.

Baca: Tak Usung Hary Tanoe, Perindo Siap Majukan Jokowi sebagai Capres

Menurut dia, acara tersebut juga diikuti oleh sejumlah gubernur.

Namun, Tjahjo menegaskan, Hary Tanoe tidak bicara soal dukungan Perindo kepada pemerintah dalam pertemuan tersebut.

"Tidak membicarakan soal itu ya. Tapi kami mengevaluasi kinerja Pak Jokowi," ujar Tjahjo.

Tjahjo sendiri baru mengetahui Perindo berubah haluan mendukung pemerintah dari pemberitaan di media massa pada hari ini.

Ia mengaku kaget dengan kabar itu.

"Saya juga cukup kaget Beliau langsung (menyatakan dukungan), di media ya. Ya nanti kita lihat, ini kan mulai berkembang (dukungan ke pemerintah). Besok tanggal 5 Hanura juga Rakernas," kata dia.

Baca: Ada Apa di Balik Dukungan Perindo untuk Jokowi?

Tjahjo menegaskan, dukungan Partai Perindo ini tidak terkait dengan kasus hukum yang menjerat bos MNC Group tersebut.

Hary saat ini berstatus tersangka di Bareskrim Polri atas dugaan ancaman melalui pesan singkat kepada Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

Kejaksaan Agung juga tengah menyelidiki tindak pidana korupsi terhadap pembayaran restitusi atas permohonan PT Mobile 8 Telecom tahun 2007-2008, yang diduga melibatkan Hary Tanoe sebagai komisaris di perusahaan tersebut.

"Enggak ada barter-barteran," kata dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisIhsanuddin
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X