Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
ADVERTORIAL

Pancasila Menyusut, Terorisme Tumbuh Subur

Kompas.com - 29/09/2016, 14:51 WIB
advertorial

Penulis

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan terus menyoroti penyusutan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ia menilai Pancasila semakin terpinggirkan. Nilai-nilai Pancasila tak lagi jadi pedoman dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Buktinya, kata Zulkifli, radikalisme berkembang pesat. Aksi terorisme juga tumbuh subur. Selain itu, praktik korupsi terus terjadi di mana-mana. Hal tersebut ia nyatakan saat memberi sambutan pada acara Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan Nasional, di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (29/9/2016).

Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Kewaspadaan Nasional tersebut mengangkat tema Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme Guna Meningkatkan Kewaspadaan Dini Masyarakat dalam Rangka Menjaga Persatuan Dan Kesatuan Bangsa. Acara tersebut dibuka Oleh Menkopolhukam Wiranto, dan dihadiri berbagai kalangan masyarakat.

Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila semakin jauh dari kenyataan. Zulkifli menyebutkan, penelitian tersebut menemukan bahwa 99,4 persen masyarakat menilai sila keempat, mengenai musyawarah untuk mufakat, saat ini semakin susah ditemukan. Hanya 1,6 persen anggota masyarakat yang menyatakan pelaksanaan musyawarah untuk mufakat masih berjalan.

Sama halnya dengan sila kelima, yakni keadilan sosial bagi rakyat Indonesia. Penelitian itu menyebutkan sebanyak 96 persen responden menilai peran negara dalam mewujudkan sila kelima semakin lemah. Meski begitu, masih ada 4 persen masyarakat yang menganggap peran negara untuk keadilan sosial kuat.

Penelitian tersebut menjadi bukti, keberadaan Pancasila semakin tidak diindahkan. Masyarat hafal kelima sila, tetapi tak menjalankannya dalam keseharian hidup.

"Karena itu kita harus menguatkan sosialisasi empat pilar MPR, dan jangan menyerahkan tugas tersebut hanya  kepada MPR saja. Harusnya kita melakukan sosialisasi seperti zaman orde baru. Dilakukan secara bersama-sama, dan ditopang oleh lembaga khusus yang bertugas melaksanakan sosialisasi", kata Zulkifli.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com