Pemerintah Indonesia Kurangi Vonis Mati - Kompas.com

Pemerintah Indonesia Kurangi Vonis Mati

Aditya Revianur
Kompas.com - 17/10/2012, 19:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri RI menyatakan, pemerintah Indonesia telah mengurangi vonis hukuman mati. Pasalnya, Indonesia, bersama 139 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, telah memiliki moratorium pengurangan hukuman mati. Namun, hal ini tak serta-merta berarti Indonesia akan menghapuskan hukuman mati.

Demikian hal ini disampaikan Juru Bicara Kemlu Michael Tene kepada Kompas.com, Rabu (17/10/2012), saat meluruskan pemberitaan yang berjudul "Indonesia Segera Hapus Hukuman Mati" pada Selasa (16/10/2012).

"Di dunia internasional memang ada tren untuk menghapuskan hukuman mati, tapi Indonesia tidak ikutan tren itu. Indonesia tetap menganut hukuman mati," kata Tene.

Tene juga menambahkan, pemerintah Indonesia juga telah aktif membantu membebaskan warga negaranya dari hukuman mati di luar negeri. Saat ini, bebanyak 42 warga negara Indonesia di luar negeri yang menjadi terpidana mati dalam kasus narkotika lepas dari ancaman pidana mati. Mereka dijatuhi hukuman mati di Malaysia, Republik Rakyat China, dan Iran.

Sebelumnya, tren penurunan hukuman mati disampaikan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa seusai rapat di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Selasa.

"Terdapat peningkatan tajam negara yang telah menghapuskan hukuman mati dari hukum nasional," kata Marty. Sebagai gambaran, lanjut Marty, tahun 1977 ada 16 negara yang telah menghapus hukuman mati. Tahun 2010, ada 96 negara yang menghapus hukuman mati dari hukum nasional.

 

 

 

PenulisAditya Revianur
EditorHindra
Komentar

Terkini Lainnya

Polri Bentuk Satgas Nusantara untuk Dinginkan Tensi Pilkada Serentak

Polri Bentuk Satgas Nusantara untuk Dinginkan Tensi Pilkada Serentak

Nasional
Kesaksian Korban Kabur dengan Tangan Terborgol dari Sopir Taksi Online Perampok

Kesaksian Korban Kabur dengan Tangan Terborgol dari Sopir Taksi Online Perampok

Regional
Pulang Bekerja, Istri Kepala Desa Tewas Terlindas Truk

Pulang Bekerja, Istri Kepala Desa Tewas Terlindas Truk

Regional
Di Tanjungpinang, Kondisi Kesehatan 3 Pasangan Bakal Calon Dinyatakan Baik

Di Tanjungpinang, Kondisi Kesehatan 3 Pasangan Bakal Calon Dinyatakan Baik

Regional
Ditinggal Ibunya Saat Bayi, Pria India Ini Jadi Anggota DPR Swiss

Ditinggal Ibunya Saat Bayi, Pria India Ini Jadi Anggota DPR Swiss

Internasional
ISIS Rilis Video Propaganda Teror Pakai Potongan Film Hollywood

ISIS Rilis Video Propaganda Teror Pakai Potongan Film Hollywood

Internasional
Hafiz/Gloria Singkirkan Unggulan Tiga

Hafiz/Gloria Singkirkan Unggulan Tiga

Olahraga
Tutup Saluran Air dan Timbulkan Banjir, Proyek Tol Brebes-Pemalang Didemo Warga

Tutup Saluran Air dan Timbulkan Banjir, Proyek Tol Brebes-Pemalang Didemo Warga

Regional
Moeldoko Sarankan Babinsa-Polisi Dilibatkan dalam Edukasi Kesehatan di Asmat

Moeldoko Sarankan Babinsa-Polisi Dilibatkan dalam Edukasi Kesehatan di Asmat

Nasional
Sebelum Rampok Uang Milik Pengusaha di Ambon, Pelaku Juga Bobol Mobil Lain

Sebelum Rampok Uang Milik Pengusaha di Ambon, Pelaku Juga Bobol Mobil Lain

Regional
Ditegur karena Bawa Penumpang, Pengemudi Ojek 'Online' Cekcok dengan Ojek Pangkalan

Ditegur karena Bawa Penumpang, Pengemudi Ojek "Online" Cekcok dengan Ojek Pangkalan

Regional
Hujan Guyur Pamekasan Selama 4 Jam, Kantor KPU Terendam Banjir

Hujan Guyur Pamekasan Selama 4 Jam, Kantor KPU Terendam Banjir

Regional
Setelah Ada Ultimatum, 6 Mobil Mewah di Jaksel Lunasi Pajaknya

Setelah Ada Ultimatum, 6 Mobil Mewah di Jaksel Lunasi Pajaknya

Megapolitan
'Rapper' Jerman Anggota ISIS Tewas dalam Serangan Udara di Suriah

"Rapper" Jerman Anggota ISIS Tewas dalam Serangan Udara di Suriah

Internasional
Gerebek Tempat Prostitusi, Mobil Laskar Pembela Islam Dirusak Warga

Gerebek Tempat Prostitusi, Mobil Laskar Pembela Islam Dirusak Warga

Regional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM