Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Mei 2013 | 12:07 WIB
Zulkarnaen Pasang Badan Kasus Korupsi Al Quran
Penulis : Sandro Gatra | Senin, 2 Juli 2012 | 17:29 WIB
|
Share:
Zulkarnaen Pasang Badan Kasus Korupsi Al QuranKOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan Al Quran di Kementerian Agama senilai Rp 35 miliar, Zulkarnaen Djabar (kanan depan) seusai memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus yang membelitnya di Gedung Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (2/7/2012). Anggota Komisi VIII yang juga anggota Badan Anggaran DPR dari Fraksi Partai Golkar tersebut siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar mengatakan, perkara dugaan korupsi yang kini menjeratnya tidak ada kaitan dengan partai, organisasi massa, atau dewan tempat ia berada selama ini. Perkara itu menjadi tanggung jawab dia sendiri.

"Ini adalah tanggungjawab saya. Saya akan hadapi sesuai dengan prinsip saya, apabila menduduki posisi tertentu maka siap menghadapi segala risiko," kata Zulkarnaen saat jumpa pers di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/7/2012).

Sebelumnya, KPK mengumumkan penatapan dua tersangka kasus dugaan korupsi Al Quran, yakni Zulkarnaen dan seorang anggota keluarganya yang juga pengusaha, Dendy Prasetya.

Anggota Badan Anggaran itu diduga korupsi tiga proyek di Kemenag, yaitu pengadaan Al Quran pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tahun anggaran 2011 dan 2012 serta pengadaan laboratorium komputer madrasah tsanawiyah pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam tahun anggaran 2011.

Zulkarnaen tergabung dalam organisasi massa pendiri Partai Golkar, yakni Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). Di DPR, Zulkarnaen menjadi anggota Badan Anggaran dan anggota Komisi VIII.

Zulkarnaen mengatakan, hingga saat ini ia belum memberikan klarifikasi secara formal kepada DPP Partai Golkar. Namun, dia mengakui bahwa sudah ada pembicaraan secara informal dengan rekan-rekan separtainya.

Dalam jumpa pers itu, Zulkarnaen tak mau berkomentar mengenai subtansi perkara. Dia hanya mau menjawab materi perkara ketika diperiksa di KPK. Zulkarnaen juga tak membantah atau mengakui tuduhan KPK. Dia hanya meminta maaf kepada semua pihak yang mengenalnya.

"Mungkin kaget, shok dengan peristiwa ini. Terimalah maaf dari saya karena saya juga kaget. Sebagai manusia biasa, saya tidak lepas dari kelemahan, kekurangan," katanya.

Ketika ditanya apakah akan mundur dari DPR, Zulkarnaen menjawab, "Langkah saya ke depan persiapkan diri diperiksa KPK. Saya aja belum diperiksa KPK."

Editor :
Aloysius Gonsaga Angi Ebo